
John Kurniawan tak kalah terkejutnya kala melihat di layar televisi kalau Rizky saat ini ditangkap oleh pihak kepolisian dan yang menangkap merupakan keponakannya sendiri. "Kok bisa Rizky terjerumus ke jaringan narkoba?" gumam John Kurniawan di dalam hati.
"Tapi, ya iyalah, tingkah ibunya seperti itu, otomatis anaknya juga mengikuti tingkah urakan seperti dia." gumamnya. Tiba-tiba Abang Karim datang menghampirinya.
"Ada apa?
" Kenapa kamu berbicara sendiri seperti itu?" tanya abang Karim saat melihat adiknya bergumam sambil menonton televisi.
"Lihat Kak, keponakanku menangkap Rizki. Ia terjerat jaringan narkoba."
"Rizki itu siapa?" tanya abang Karim yang sama sekali tidak mengenal siapa sosok Rizki yang sebenarnya.
"Rizky Putra sulung Yulianti."
"Yulianti selingkuhanmu dulu? yang memicu keretakan rumah tanggamu dengan Erlita?
"Ha....ha...ha..." hukum tabur tuai sudah terjadi. Karma dibayar tunai." ucap Abang Karim langsung tertawa ngakak merasa bahagia kalau putra dari wanita yang memicu keretakan rumah tangga adiknya itu ditangkap oleh pihak Kepolisian.
"Kakak, Kok tertawa seperti itu?
"Iya tertawa lah, makanya berbuatlah yang baik supaya yang datang pun baik juga. Dari awal sudah Kakak katakan hukum tabur tuai itu pasti ada. Nah, ini diterima saat ini."ucap Abang Karim yang mampu membuat John Kurniawan mengerutkan keningnya.
"Tapi yang melakukan kesalahan itu bukan Rizki, melainkan ibunya."
__ADS_1
"Nah, itu kamu tahu. Makanya Kakak berdoa agar dosa dosa yang kamu lakukan di masa lalu tidak terkena hukumnya kepada ketiga keponakanku. Meminta ampun lah kepada Allah agar dosa-dosa mu diampuni, dan karma yang kau terima sendiri. Bukan anak-anak kamu." ucap Abang Karim membuat John Kurniawan langsung menundukkan kepalanya.
"Sudah Kak. jangan ditegaskan lagi, karena aku sudah menerima karmanya. Aku sudah cacat permanen, istriku tidak sudi lagi hidup bersamaku. Anak-anakku juga tidak tinggal bersama aku. Sepertinya itu karma yang pantas aku terima." sahut John Kurniawan.
"Bagus kalau begitu, karmanya kau terima sendiri. Bukan sama ketiga keponakanku. Karena aku yakin di bawah didikan Erlita yang begitu sabar, dan bertanggung jawab ketiga keponakanku akan menjadi orang yang saleh dan saleha."
"Kamu lihat sendiri, kan. Ketiga keponakanku itu semuanya berprestasi. Ini sebentar lagi Abian akan melamar menjadi seorang polisi. Aku yakin tanpa uang sogokan, Abian akan memenangkannya dan ia pasti berhasil menggapai cita-citanya. Karena Abian anak yang baik, penurut dan juga taat agama. Jujur kakak salut melihat Erlita. Kamu suami yang kurang bertanggung jawab semenjak kalian menikah. Tapi Erlita bertanggung jawab penuh kepada anak-anaknya.
"Jika itu wanita lain, mungkin dirinya akan mencari lelaki yang bisa menjadi sandarannya. Tapi itu tidak dilakukan oleh Erlita. Dia pegang teguh prinsipnya ingin membuat anak-anaknya berhasil kelak, dan agar anaknya tidak merasakan pil pahit kehidupan yang ia jalani selama ini." ucap Abang Karim. John Kurniawan hanya terdiam meratapi semua apa yang dia lakukan terhadap Erlita dan ketiga anaknya.
"Ya Allah, betapa menderitanya Erlita ternyata selama ini, yang berjuang sendiri Sementara aku hidup huru-hara dengan uang yang aku miliki. Erlita yang mendampingiku mulai titik nol, tapi di saat aku mendapatkan harta warisan dari kedua orang tuaku, Aku justru terlena dengan godaan wanita murahan itu." gumam John Kurniawan dalam hati.
"Sudahlah Kakak pergi dulu, kita tunggu kabarnya dari Gibran saja. Kakak yakin kalau Rizki itu hanya seorang kurir kepolosannya dimanfaatkan oleh para mafia. Tapi anehnya sampai sekarang menurut penyidik, Rizki tak kunjung buka mulut siapa sebenarnya pemilik barang tersebut. Itu berarti dirinya mendapat ancaman dari orang yang mempekerjakan dirinya." ucap Abang Karim sambil berlalu meninggalkan John Kurniawan yang masih terdiam duduk di sana.
Beberapa hari kemudian Gibran tak kunjung pulang ke rumah. Membuat Mbak Sukarti sedikit khawatir terhadap putranya itu. Mbak Sukarti berniat untuk menghubungi Gibran. khawatir ada seseorang yang menaruh dendam kepadanya, karena Gibran dan rekan-rekannya berhasil meringkus penyebaran obat-obat terlarang di lokasi itu
Suara dering ponsel milik Gibran terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar Ponselnya kalau yang menghubungi dirinya merupakan ibunya sendiri.
Gibran langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada ibunya sendiri.
" Halo Assalamualaikum Ibu." sapa Gibran dari ujung telepon.
"Waalaikumsalam nak, Kamu apa kabar? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mbak Sukarti penuh selidik.
__ADS_1
"Alhamdulillah Gibran baik-baik saja Bu. Ibu tidak perlu khawatir. Bagaimana dengan kabar ibu dan ayah di sana, beserta dengan om?" tanya Gibran balik
"Alhamdulillah kabar Kami baik-baik saja di sini. Kenapa sampai sekarang kamu belum pulang? padahal kalian sudah berhasil meringkus penyebar obat-obat terlarang itu?" tanya Mbak Sukarti kepada putranya.
"Itu hanya sebagian kecil orang yang kami tangkap itu. Tidak Bos mafianya Bu, tapi kurirnya saja. kami ingin menangkap pemilik barang tersebut, tapi sepertinya anak buahnya belum bersedia membuka mulut. Tapi kamu tidak putus asa, kami akan tetap mencari jejaringnya. Pasti Kami berhasil menangkapnya." ucap Gibran yakin dengan kemampuan yang mereka miliki.
"Hati-hatilah dalam bertugas nak, bertugas dengan amanah. Lakukan tugasmu dengan baik dan jangan pernah tergoda akan iming-iming yang diberikan oleh orang kepadamu, agar berkhianat kepada negara.
" Jangan pernah berkhianat kepada negara ya nak, karena harta atau uang tidak dibawa mati. Tapi jika kamu bekerja amanah, jasa-jasamu akan dikenang para orang-orang." ucap Mbak Sukarti kepada Putra sulungnya itu.
"Iya Bu, Ibu tidak perlu khawatir, Gibran akan melakukan tugas Gibran sesuai dengan amanah. Nasehat Ibu akan selalu Gibran pegang teguh." ucap Gibran meyakinkan Mbak Sukarti.
"Astaghfirullah!" Mbak Nining mengucap saat mengetahui kabar terbaru tentang Rizki Putra dari Yulianti. Ternyata Rizky tidak hanya terjerat jaringan narkoba, tapi dia juga terjerat dengan human trafficking. Membuat Mbak Nining menggelengkan kepala seolah tak percaya anak di usia Rizki terjerat dengan human trafficking yang digeluti oleh Rizky selama ini.
Prostitusi online yang dilakukan oleh Rizki kini diusut oleh pihak Kepolisian. Itu terlihat dari layar ponsel milik Rizki yang diselidiki oleh penyidik. "Astaga ternyata kakak kamu bukan hanya terjerat di jaringan narkoba, tapi bisnis prostitusi online juga." ucap Mbak Nining kepada Leo yang tampak terlihat melihat kabar terbaru tentang kasus yang menjerat Rizki di akun sosial media miliknya.
Di samping itu perkembangan penyidikan terhadap kasus yang menjerat Rizki juga diberitakan di layar televisi, membuat Mbak Nining benar-benar tidak menyangka anak seusia Rizki sudah terjerumus ke bisnis ilegal itu. Leo tidak mampu Menatap layar kaca, dan juga tidak mampu membaca komentar orang-orang di media sosial yang memberitakan tentang kasus yang menjerat kakaknya itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN