MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 13. MULAI DINGIN _MIDJ


__ADS_3

Yulianti berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada John termasuk di atas ranjang, membuat John lupa akan dirinya. John benar-benar mendapatkan kehangatan dari Yulianti.


Kini John memiliki kewajiban untuk memberikan uang belanja kepada Yulianti. Karena dia merasa Yulianti berhak mendapatkannya. Apalagi setelah melihat kedua Putra, Yulianti yang masih begitu kecil membutuhkan biaya kehidupan. Sementara Yulianti Hanya bekerja sebagai seorang waitress yang memiliki gaji yang tak seberapa.


John sama sekali tidak memikirkan istri dan anak-anaknya. Khilaf tidak mungkin khilaf jika penghianatan ini sudah sangat lama dilakukan. Beribu banyak alasan yang dilakukan oleh John kepada Erlita tapi Erlita sudah tidak sanggup lagi untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya.


Tapi saat ini putranya Abian meminta kepada Erlita untuk tidak berpisah kepada John, di usia putranya yang masih berusia 8 tahun. tapi dia sudah bijak melihat permasalahan yang ada di dalam keluarga mereka.


Apalagi Abian sering sekali melihat Erlita menangis. Membuat dirinya merasa tidak tega melihat Ishak tangisan mama. Mama tidak perlu menangis. lebih baik Mama Biarkan saja papa seperti itu, yang penting tolong Jangan pernah berpisah dengan papa. sulit bagi kami kelak nanti." ucap Abian sambil memeluk Erlita.


Isak tangis Erlita semakin menjadi walaupun John berusaha meminta maaf kepadanya. Tapi yang namanya penghianatan Erlita tidak bisa memaafkan. Sebelum pernikahan mereka berlangsung, Erlita sudah memohon kepada John kalau di pernikahan mereka ada penghianatan Erlita tidak akan kasih ampun.


Bahkan Erlita juga mengatakan sebelumnya jika hanya judi dan mabuk-mabukan, Erlita masih bisa mengampuni. Tapi kalau sudah yang namanya penghianatan, Tidak. rasa cinta yang dimiliki Erlita begitu dalam terhadap suaminya. Tapi kalau sudah di khianati dengan bukti bukti yang ada Ia sama sekali tidak bisa mengampuni.


Tapi apa yang dilakukan suami justru pengkhianatan. Erlita meraih tubuh putra-putrinya kepelukannya menatap lekat ketiga anaknya. "Kalian kekuatan hatiku, kalian Mata hatiku. Karena kalianlah aku bisa bertahan hingga sekarang. Semoga kalian menjadi anak yang baik, berhasil dan menurut kepada orang tua." ucap Erlita kepada Abian dan Putra keduanya yang sudah mengerti apa yang ia bicarakan.


"Mama tenang saja,kami pasti selalu menjadi anak baik dan penurut kepada Mama. Asalkan mama tidak berpisah dengan bapak. Tolong kasih kesempatan sekali lagi kepada papa ma, Siapa tahu Papa bisa kembali berubah." ucap Abian yang tidak mengetahui kalau John sudah sangat lama menghianati Erlita. Bahkan Erlita sudah berulang kali memberikan maaf kepada John. Tapi lagi-lagi John kembali melakukan kesalahan yang sama.


Sudahlah, bagaimana nanti kita, kita serahkan saja kepada Allah. lebih baik kita sholat dulu." ucap Erlita sambil menuntun putranya masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Akhirnya mereka pun melakukan sholat berjamaah walaupun John tidak bersama mereka.


Hari-hari mereka lalui tanpa tegur sapa dengan John. Erlita sama sekali sudah tidak peduli lagi dan kehilangan respon terhadap suaminya. Ia sudah membiarkan begitu saja. begitu sakit rasanya ia menjaga suaminya. tapi suaminya sama sekali tidak menjaga perasaannya. Ia merasa lebih baik diam daripada berkomentar karena itu tidak ada artinya.

__ADS_1


Jika di dalam diri sendiri saja tidak ingin berubah, bagaimanapun caranya kita tidak akan bisa merubah sikap seseorang. Jika memang dia tidak berniat untuk berubah.


Melihat sikap Erlita yang begitu dingin terhadapnya, membuat pikiran John semakin tak karuan. "Apakah kita selamanya seperti ini?" tanya John kepada Erlita yang baru mempersiapkan makan malam untuk mereka.


Erlita tidak menjawab sama sekali ia memilih untuk memberikan suapan demi suapan kepada putra-putrinya. Berharap putrinya cepat besar dan Erlita kembali bisa beraktivitas lebih leluasa. Untung saja warung sembako milik Erlita semakin berkembang. doa-doanya dikabulkan oleh Allah untuk rezeki yang mereka cicipi sekarang.


Tapi keutuhan rumah tangganya kini di ujung tanduk. Entahlah Bagaimana ujungnya hubungan rumah tangga Erlita. Yang pasti Erlita bertahan hanya karena untuk putra-putrinya. Apalagi setelah mendengar permohonan Putra sulungnya Abian. membuat dirinya benar-benar tidak tega.


Ujian semester Abian telah tiba. Erlita selalu siap siaga untuk mempersiapkan keberangkatan putranya ke sekolah. walaupun di sela-sela kegiatannya yang begitu padat mengerjakan pekerjaan rumah, seorang diri mengurus anak dan menjaga warung sembako miliknya. Itu dikerjakan oleh Erlita dengan ikhlas. Tampa pedulinya ada jam lagi.


Yang penting baginya saat ini, ia bisa mencari nafkah untuk putra-putrinya. Kelak putra-putrinya bisa sekolah tinggi, agar mereka mendapatkan hidup yang lebih layak tidak merasakan apa yang dirasakan Erlita saat dulu.


"Siapa yang menghubungiku? aku sama sekali tidak memiliki list contact yang menghubungiku ini." gumam Erlita dalam hati. Tapi karena penasaran Erlita pun akhirnya menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, berharap sambungan telepon seluler itu tersambung.


"Hallo selamat siang, ini siapa ya?" tanya Erlita


"Hallo, selamat siang juga, ini Erlita ya?" tanya orang di seberang


"Maaf, ini siapa? Aku kurang mengenal kamu karena nomor kamu tidak terdaftar list kontak ku." ucap Erlita dengan nada suara biasa saja.


"Apa kau sudah melupakanku? tanya pria yang ada di ujung telepon.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak mengetahui kamu siapa. tolong berbicara dengan jujur, aku tidak memiliki waktu banyak waktu untuk berbahasa-basi. Pekerjaanku sangat banyak." ucap Erlita.


"Aku Hamdan, Apa kau masih mengingatku?


"Hamdan? Hamdan satu kelasku dulu?" tanya Erlita penuh selidik.


"Iya, kamu sombong banget ya. Tidak ingat lagi sama aku."


"Maaf, bukan sombong," Tapi memang benar-benar aku tidak mengenali suaramu lagi. Tadi Mungkin karena kita sudah sangat lama tidak bertemu, sehingga begini jadinya." ucap Erlita kepada Hamdan.


"Oh iya sekarang aku berada di kota yang sama denganmu loh. Aku berada di sini sekitar satu bulan. Ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan di sini. Bisa tidak, kita bertemu, saat aku berada di sini? soalnya aku sudah sangat merindukanmu. Ingin rasanya aku mendengar suara bawel mu itu." ucap Hamdan di dalam sambungan telepon selulernya.


Membuat Erlita sedikit berpikir. Ia khawatir kalau dirinya mengiyakan, maka menyalahi untuknya. Tapi jika tidak, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu kembali dengan teman SMA nya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."

__ADS_1


__ADS_2