
Leo mencoba menghubungi ibunya Yulianti yang sedang berada di negeri Jiran Malaysia. Tapi ketika Leo mencoba menghubunginya, sambungan telepon itu tak kunjung tersambung. Membuat Leo semakin frustrasi, tidak tahu harus berbuat apa saat ini.
Ia pun meminta pendapat kepada Mbak Nining. Mbak Nining pun meresponnya dengan baik. "Kamu jangan khawatir, segala tindak-tanduk kita yang ada di muka bumi ini, semuanya ada upahnya. Mungkin ini sebuah teguran kepada kakak kamu. Agar Kakak kamu sadar kalau apa yang ia lakukan selama ini salah.
Biarkan dia menjalani hukumannya sesuai dengan kesalahan yang ia lakukan. Jika kamu Bela pun itu tidak ada gunanya. Malah tidak menutup kemungkinan kakakmu akan melakukan kesalahan yang sama lagi yang dapat merugikan orang lain.
Jujur tante tidak menyangka Rizky di usianya masih semuda itu sudah terlibat ke jejaringan narkoba. Tidak hanya itu, ia juga menggeluti prostitusi online. Bisnis haram itu benar-benar memiliki hukum yang sangat besar. Kamu harus paham itu. Mana yang patut dibela dan mana yang tidak." ucap Mbak Nining kepada Leo dibalas anggukan dari Leo.
Alina yang mengetahui kabar terbaru tentang Rizki pun berniat untuk menjenguk Rizki ke kantor polisi. Ia berlalu dari rumah kost yang selama ini ia tempati. Karena bagaimanapun Rizki itu merupakan putra dari sahabatnya.
Setelah tiba di kantor polisi, Alina memohon kepada pihak kepolisian agar diberikan waktu berbicara kepada Rizki. Pihak kepolisian pun memberikan waktu kepada Alina Lina belas menit untuk berbicara langsung kepada Rizki.
Rizky duduk sambil menundukkan kepala, tubuhnya terlihat tidak terurus dan acak-acakan. Badannya juga bau, itu artinya dia sudah beberapa hari tidak mandi.
"Katakan Mengapa kamu sampai seperti ini?" tanya Alina kepada Rizki yang masih menunduk di hadapannya. Rizky tidak langsung menjawab. Ia hanya menghela nafas panjang.
"Katakan Rizki, Mengapa kamu melakukan kesalahan besar seperti ini, bukan hanya kamu terjerat jaringan narkoba malah kamu terlibat bisnis prostitusi online atau human trafficking." ucap Alina kepada Rizky.
__ADS_1
Rizky lagi-lagi menghela nafas. "Bagaimana aku tidak seperti ini, aku tidak merasakan kasih sayang orang tuaku semenjak kecil. mereka tidak peduli kepadaku. Sudahlah tante, tidak perlu tante datang untuk menjengukku ke sini, yang membuat tante kewalahan dan juga terganggu." ucap rizki kepada Alina yang datang menghampirinya.
Alina menghela nafas panjang. "Tante datang ke sini hanya untuk melihat kamu baik-baik saja atau tidak. Tante berharap dengan kamu tertangkapnya seperti ini dan dihukum oleh pihak kepolisian, kamu belajar supaya lebih baik jangan kamu terjerumus ke dengan pergaulan bebas seperti ibu kamu." ucap Alina yang mampu membuat Rizki terhenyak.
"Aku harap kamu baik-baik saja di sini. Oh iya ini Tante bawakan peralatan mandi untuk mu." ucap Alina kepada Rizky sambil memberikan kantong kresek yang iya bawa sebelumnya.
Tiba-tiba petugas kepolisian datang menghampiri keduanya, untuk memberitahu Kalau waktu jenguk sudah habis. Membuat Rizki sedikit kecewa Begitu juga dengan Alina.
Alina berlalu dari kantor polisi. Belum dilakukan sidang hukuman terhadap Rizki karena saat ini kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Apalagi bos besar mereka hingga saat ini belum ditemukan.
Sementara di tempat lain, Abian berniat ingin bertemu dengan kakak sepupunya Gibran. Sesuai dengan janji yang mereka sepakati Gibran akan membantu Abian melatih kemampuan Abian dalam beladiri dan juga berenang. Untuk persiapan kedepannya agar Abian lebih mudah menjalani pelatihan dan tes uji kemampuan agar dirinya berhasil menjadi seorang polisi.
Ia hanya dapat berdoa agar sang kakak dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh atasan kepadanya. Berharap kelak Abian dapat mengikuti jejak Kakak sepupunya.
"Kenapa kamu diam saja?" tanya Erlita ketika melihat putranya bengong sambil memegang ponsel miliknya.
"Hari ini Abian tidak jadi pergi ke kolam renang bersama Kak Gibran. Kak Gibran saat ini masih sangat sibuk dengan kasus yang ia tangani."ucap Abian kepada Erlita.
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa-apa, Masih Ada Waktu lain kali, lebih baik kamu kerjakan saja PR kamu sekarang Setelah itu kamu istirahat yang cukup." ucap Erlita kepada Abian yang dibalas anggukan dari Abian.
John Kurniawan terus mengikuti perkembangan kasus yang menjerat Rizki Putra dari Yulianti. Melalui sosial media miliknya ataupun layar televisi. John Kurniawan merasa terhenyak saat mengetahui ternyata Rizky bukan hanya terjerat jaringan narkoba, tetapi ia juga terlibat bisnis prostitusi online. Dia merupakan salah satu germo wanita-wanita penghibur yang masih sangat muda dan keuntungan ia dapatkan juga lumayan fantastis.
"Astaga! sehancur itu kamu Rizki." gumam John Kurniawan dalam hati sembari terus Menatap layar kaca.
"Kok ini ini aja pemberitaan di layar televisi ini! tidak ada yang lain apa? tanya abang karim Karena sangat kesal melihat pemberitaan hanya tentang Rizki dan Rizki.
"Mas, gimana sih? kok kesel gitu melihat pemberitaan tentang Rizki. Apa mas tidak bangga dengan Putra kita Gibran berhasil menangkap jejaringan narkoba seperti Rizki?" ucap Mbak Sukarti yang tiba-tiba menghampiri Abang Karim duduk di ruang tamu sambil mendengar dan melihat siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.
"Iya Gibran kok menangkapnya hanya kurir saja sih, tidak menangkap mafianya saja." ucap Abang Karim kepada mbak Sukarti sedikit melirik ke arah John Kurniawan.
"Bukan semudah itu Mas, Putra kita dan rekan-rekannya sedang berusaha melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap mafia pemilik barang tersebut. Aku yakin Putra kita akan mampu melakukannya dengan kemampuan yang ia miliki." ucap Mbak Sukarti penuh keyakinan dengan kemampuan putranya.
"Jadi karena kasus ini sehingga Putra kita tidak kembali ke rumah beberapa minggu belakangan ini? tanya abang Karim penuh selidik. Mbak Sukarti menganggukkan kepala.
"Mudah-mudahan Putra kita berhasil memberantas jaringan narkoba di daerah kita ini, ya. Aku tidak ingin generasi muda di lingkungan kita ini, kecanduan dan terlibat jaringan narkoba." ucap Abang Karim.
__ADS_1
"Itulah yang diberantas oleh Putra kita Mas, jadi jangan banyak berkomentar sebelum mengetahui apa-apa." gerutu Mbak Sukarti yang tampak kesal mendengar pendapat suaminya ketika mendengar siaran televisi hanya pemberitaan tentang Rizki.
"Kamu lihat sendiri kan, anak dari selingkuhanmu itu saja, saat ini tidak beres. dan sudah mendekam di penjara, Itulah makanya kita jangan menafkahi anak-anak kita dengan uang haram. Selama ini Yulianti memberi nafkah kepada anak-anaknya dari hasil prostitusi dan zinah yang ia lakukan."