
Abang Karim dan Mbak Sukarti berlalu dari rumah yang selama ini ditempati Erlita dan ketiga anaknya. Kini tinggal ada Erlita, John dan Yulianti. John menatap Erlita dengan tatapan tajam. "Jangan kamu kira kamu akan menang jika sudah mendapatkan dukungan dari kakakku dan kakak ipar. Aku tidak akan membiarkan rumah ini jatuh ke tanganmu. camkan itu! teriak John Kurniawan kepada Erlita.
"Kita lihat saja nanti mas, persidangan yang akan menentukan Siapa Yang pantas tinggal di rumah ini, aku dan ketiga anakku atau kamu dengan wanita murahan ini!"
"Jaga ucapanmu Erlita!"ucap John dengan nada seolah dirinya masih tetap membela wanita murahan yang ada di sampingnya.
"Terserah Mas, mau ngomong apa tentangku. Yang pasti aku akan tetap memperjuangkan hak anak-anakku. Hampir lima belas tahun sudah kita berumah tangga, apa Mas sudah melakukan tanggung jawab selaku seorang suami dan juga seorang ayah?"
"Aku tidak pernah menuntut banyak hal kepada mas, dulu Mas mengaku kalau wanita murahan ini, merupakan penumpang Mas sewaktu mas masih tukang becak bermotor sebelum Mas menjual harta warisan ibu dan bapak.
Aku berusaha untuk percaya walaupun gosip-gosip tetangga mengatakan hal lain tentang Mas. Aku berusaha percaya kepada mas, karena aku mencintai dan menyayangi Mas. Begitu juga dengan ketiga anak kita. Tapi kesetiaan, pengorbanan dan kepercayaanku Mas hancurkan demi wanita murahan ini!"
"Selama ini, aku tidak pernah berbicara apa-apa kepada Mas, dan juga tidak banyak menuntut. Darah dagingmu sendiri tidak mas nafkahi. Tetapi darah daging orang lain Mas nafkahi. Aku masih tetap diam, Tidak berkomentar apa-apa, karena aku malas ribut setiap hari kepada mas.
"Mas mau pulang atau tidak, itu suka hati Mas tidak pernah ada yang komplain. Berulang kali aku komplain saat Mas masih menjadi tukang becak bermotor, tapi mas selalu berusaha untuk meyakinkanku. Tapi setelah mas sudah memiliki uang dan menjalankan uang riba, Mas sama sekali sudah tidak menghargaiku sedikitpun.
Justru mas dengan terang-terangan membawa wanita murahan ini di hadapanku. "Ke mana Mas selama ini? saat anak kamu sakit apa kamu mengetahuinya? aku tahu Abang Karim juga sudah menghubungi Mas Kalau Arini Di opname di rumah sakit. Tapi apa responmu? kamu sama sekali tidak mau tau. Jangankan untuk membiayai pengobatannya di rumah sakit, menjenguknya pun tidak.
__ADS_1
Kau benar-benar suami yang sangat luar biasa. Entah terbuat dari apa hatimu. Sama sekali tidak memiliki hati. Jika kau membenciku, seharusnya kau tidak perlu membenci ketika anakmu. Karena bagaimanapun mereka itu darah dagingmu.
Akan Aku pastikan mas akan menyesal telah membuatku kecewa dan menyakitiku. tidak hanya menyakitiku tapi menyakiti ketika anakmu. Ingat Mas, apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai. Sedangkan yang bagus aja kita lakukan di muka bumi ini , belum tentu bagus kita dapatkan. Apalagi seperti yang Mas lakukan ini terhadapku, dan ketiga anakku. Isak tangis ketiga anakku dan tangisku akan menjadi karma buat kamu." ucap Erlita sambil langsung melenggang pergi meninggalkan John dan Yulianti yang masih duduk di sofa
Jhon yang tidak terima mendengar ucapan Erlita, berteriak kembali memanggil Erlita. Tapi ia sama sekali tidak peduli dan memilih masuk ke kamar menghampiri ketiga anaknya.
"Ibu..... ibu" Kenapa menangis?" tanya Aska penuh selidik ketika melihat air bening mengalir begitu deras di wajah cantik Erlita.
"Bu, Apa benar ayah akan meninggalkan kita?" tanya Abian penuh selidik kepada Erlita. Erlita terdiam ia tidak langsung menjawab pertanyaan Putra sulungnya itu. Ia mengetahui Putra sulungnya itu pasti sudah paham apa yang terjadi di dalam kehidupan keluarga mereka. Erlita langsung meraih tubuh Abian kepelukannya.
"Apapun yang terjadi nanti, kalian tetap anak-anak ibu. Ibu sangat menyayangi kalian Jadi kalian jangan khawatir, keadaannya pasti akan baik-baik saja. Erlita dan ketiga anaknya memutuskan untuk istirahat dan membiarkan apa saja yang dilakukan John dan Yulianti di sana.
Erlita sudah tidak peduli. Hamdan dan abang Karim Begitu juga dengan mbak Sukarti yang selalu setia membantu dirinya, ia meyakinkan kasus perceraian ini kepada Hamdan.
Dua minggu kemudian proses perceraian antara Erlita dan juga John Kurniawan pun tiba saatnya. Dan hakim memutuskan hak asuh anak untuk ketiga anak mereka, jatuh ke tangan Erlita dengan alasan anak masih di bawah umur. Apalagi dengan bukti-bukti yang dimiliki oleh Erlita tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh John Kurniawan yang sudah berulang kali.
Rumah yang ditempati Erlita dan ketiga anaknya pun jatuh ke tangan Erlita. Hal itu membuat John Kurniawan dan Yulianti sangat emosi dan menggebrak meja ruang persidangan. Merasa tidak terima kalau Erlita yang memenangkan segalanya.
__ADS_1
John Kurniawan memaki sang hakim, tidak hanya hakim jaksa dan kuasa hukum Erlita juga ia maki-maki. Bahkan tak lupa Ia juga mengucapkan sumpah serapah kepada sang kakak abang Karim dan Sukarti yang berusaha agar Erlita yang memenangkan kasus itu.
Abang Karim seolah tidak peduli dan tersenyum sinis menatap John dengan kekalahannya. Yulianti yang mendengar keputusan hakim Kalau harta kekayaan yang tak seberapa milik John Kurniawan, semuanya jatuh ke tangan Erlita dan ketiga anaknya. Membuat dirinya pun merasa sangat emosi dan tidak ingin menatap John Kurniawan.
Ia langsung meninggalkan ruang persidangan. Dan membiarkan John sendirian di sana bersama kuasa hukumnya. John menatap kuasa hukumnya seolah mempertanyakan hal yang mereka tidak dapatkan.
Sang kuasa hukum menggerdikkan bahunya lalu menghampiri John. "Bagaimana mungkin mereka dapat memenangkan kasus persidangan ini, yang sudah jelas-jelas rumah itu hasil dari penjualan harta kekayaan kedua orang tuaku."
"Maaf Pak John Kurniawan, sebelumnya Anda tidak pernah memberitahu kepadaku kalau Erlita memiliki bukti-bukti perselingkuhan anda. Karena bukti-bukti perselingkuhan yang sudah dipegang oleh Erlita dan pengakuan dari anak sulung dan anak kedua Anda, yang memberatkan ini semua.
" Mereka mengatakan kalau anda tidak pernah memberikan nafkah kepada mereka selama ini." ucap Sang kuasa hukum sambil langsung berlalu meninggalkan John Kurniawan di sana. John benar-benar tidak terima. Ia berteriak-teriak di ruang persidangan. Hingga akhirnya pihak terkait langsung mengamankan John Kurniawan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan di ruang persidangan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."