MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 78. CURIGA_ MIDJ


__ADS_3

DI PENANG MALAYSIA


Nyonya Siti Halimah sudah berada di Penang Malaysia, setelah beberapa minggu belakangan ini menjalani pengobatan di negeri Singapura. Membuat gerak-gerik Yulianti bersama dengan Tuan Zulkifli menjadi tidak leluasa.


Entah mengapa Nyonya Siti Halimah menaruh curiga terhadap Yulianti dan juga tuan Zulkifli. apalagi perubahan sikap Tuan Zulkifli terhadapnya terlihat sekali. Sudah tidak ada perhatian yang begitu membuat istrinya semakin jatuh cinta kepada Tuhan Zulkifli. malah untuk saat ini Tuan Zulkifli enggan dekat dengan Nyonya Siti Halimah.


Terkadang Tuan Zulkifli selalu beralasan kalau dirinya lembur agar tidak bertatap muka dengan Nyonya Siti Halimah. Entah Tuan Zulkifli merasa bersalah atas pengkhianatan yang dilakukan terhadap istrinya. Yang pasti untuk saat ini Tuan Zulkifli merasa tidak nyaman berada di dekat Nyonya Siti Halimah.


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Yulianti yang sudah terbiasa bangun pagi-pagi telah menyiapkan sarapan pagi untuk sang majikan.


Sementara Nyonya Siti Halimah baru meregangkan otot-otot tubuhnya, ketika sinar mentari memasuki celah-celah gorden hingga netranya terkena sinar mentari. Membuat Nyonya Siti Halimah langsung terbangun. Nyonya Siti Halimah mengucek kedua kelopak matanya mencari sosok lelaki yang selama ini mendampingi dirinya. Ia melirik ke sebelahnya, tapi ia tidak menemukan Tuan Zulkifli di sana.


Nyonya Siti Halimah bangkit dari pembaringannya, kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Saatnya Siti Halimah sudah selesai melakukan ritual mandinya, dan menggunakan pakaian yang sudah tampak rapi dan mengoles wajahnya dengan riasan sederhana. Nyonya Siti Halimah Turun ke bawah berniat untuk sarapan pagi.


Tuan Zulkifli sudah lebih dulu duduk di ruang makan. Sementara Yulianti menghidangkan menu makanan sarapan pagi di sana. Yulianti mencuri pandang kepada tuan Zulkifli. Sudah beberapa hari mereka tidak melakukan hubungan suami istri membuat Tuan Zulkifli sedikit kehausan akan berlayan Yulianti yang selama ini sudah dirasakan oleh Tuan Zulkifli.


Setelah bertegur sapa dengan Tuan Zulkifli, Nyonya Siti Halimah mendudukkan bokongnya tepat di samping Tuan Zulkifli. Dan menikmati sarapan pagi. Pagi itu tak ada canda dan tawa di antara mereka. Hening, hanya suara sendok dan piring yang beradu di sana.


"Abi, bangun pagi banget tadi? tanya Nyonya Siti Halimah kepada suaminya Tuan Zulkifli. memecahkan keheningan.


"Tidak, mungkin lebih cepat tiga puluh menit dari kamu saja umi." sahut Tuan Zulkifli berusaha untuk menutupi rasa canggungnya.


"Kenapa tidak membangunkan umi?


"Abi melihat kalau tidur umi masih nyenyak, jadi Tidak enak saja membangunkan umi " ucap Tuan Zulkifli kepada Nyonya Siti Halimah dibalas anggukan dari Nyonya Siti Halimah.


Sementara Yulianti terus menata ke arah Nyonya Siti Halimah dan Tuan Zulkifli dari kejauhan. Ada rasa kesal di hati Yulianti, Nyonya Siti Halimah kembali ke rumah ini. Ia ingin Nyonya Siti Halimah tidak akan kembali dan lebih baik Nyonya Siti Halimah berada di luar negeri, agar dirinya lebih leluasa bergelut manja dan bercumbu mesra dengan Tuan Zulkifli.

__ADS_1


Entah rasa cemburu yang dirasakan oleh Yulianti saat melihat Nyonya Siti Halimah menikmati sarapan pagi berdua dengan suaminya, membuat dirinya sedikit kesal dengan kondisi saat ini.


Setelah menghabiskan sarapan paginya, Tuan Zulkifli berpamitan kepada istrinya untuk segera berangkat ke kantor . Untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan.


"Umi, Abi berangkat dulu ya sudah jam delapan takut telat, nanti bisa-bisa menjadi contoh yang tidak baik kepada para karyawan." ucap Tuan Zulkifli kepada istrinya Nyonya Siti Halimah.


Nyonya Siti Halimah memberi salam kepada suaminya mencium takzim punggung tangan suaminya. Kemudian Tuan Zulkifli memberikan kecupan hangat di kening istrinya Siti Halimah. lalu ia menaiki mobil mewah miliknya menuju kantor yang selama ini ia kelola.


"Yulianti...! sini sebentar." Panggil Nyonya Siti Halimah kepada Yulianti yang pura-pura sibuk membersihkan dapur.


"Iya Nyonya, ada yang bisa Yulianti bantu?" tanya Yulianti penuh selidik.


"Selama Saya tidak di rumah ini, apa suami pulang tepat waktu?" tanya Nyonya Siti Halimah.


"Maaf nyonya, kalau masalah itu lebih baik nyonya pertanyakan langsung kepada Tuan atau petugas keamanan. Karena setiap kali Yulianti menyelesaikan tugas Yulianti, Yulianti langsung masuk ke kamar dan istirahat. Jadi Yulianti tidak tahu menahu kalau Tuan sudah pulang atau tidak. Paling saja jika Tuan pulang dan membutuhkan sesuatu, Tuan memanggil saya. Hanya itu saja Nyonya." ucap Yulianti tentunya berbohong.


"Ya sudah, saya mau istirahat dulu. Kerjakan saja pekerjaanmu."


"Maaf nyonya, persediaan bahan makanan di kulkas sudah mulai habis. Jadi saya berniat untuk keluar pergi supermarket untuk belanja bahan makanan." Yulianti meminta izin


"Ya sudah kalau begitu, ini uang belanjanya. nanti struknya kamu ambil dan berikan pada saya ya. Belanjakan aja apa yang kurang di dapur." ucap Nyonya Siti Halimah sambil berlalu meninggalkan Yulianti masuk ke dalam kamarnya setelah berikan uang kepada Yulianti. Karena kondisi kesehatan Nyonya Siti Halimah saat ini belum pulih.


Yulianti keluar dari rumah dengan menggunakan ojek online yang ia pesan sebelumnya. Ia pun berpamitan pada petugas keamanan. Tiba-tiba Yulianti mendapatkan panggilan telepon seluler dari tuan Zulkifli yang memintanya untuk segera menemui Tuan Zulkifli, di salah satu hotel yang lokasinya tidak jauh dari kantor yang dikelola oleh Tuan Zulkifli.


Sebenarnya belanja ke supermarket itu merupakan alasan Yulianti agar memiliki waktu keluar dari rumah untuk menemui Tuan Zulkifli. Karena sebelumnya Tuan Zulkifli sudah mengirimkan pesan Whatsapp kepada Yulianti, agar segera menemui dirinya setelah Tuan Zulkifli berangkat dari rumah.


Tampak Yulianti senyum sumringah ketika mendengar ponselnya berdering kembali dan melihat nama Tuan Zulkifli tertera di dalamnya, yang memiliki nama samaran sayangku.

__ADS_1


Ketika Yulianti sudah tiba di lobby hotel, Yulianti menghampiri sang resepsionis dan sang resepsionis pun langsung menghantarkan Yulianti ke kamar di mana Tuan Zulkifli sudah menunggu dirinya.


Tok ....


Tok ...


Tok ...


Suara ketukan pintu kamar hotel terdengar jelas di telinga Tuan Zulkifli. Ia melihat dari lobang pintu kamar hotel kalau Yulianti yang sudah datang menghampiri dirinya..Tuan Zulkifli langsung mengembangkan senyumnya membuka pintu lalu meminta Yulianti masuk ke dalam kamar, kemudian mengunci pintunya dari dalam.


"Sayang, aku sangat merindukan belaianmu. Sudah beberapa hari ini kita tidak melakukannya . Apa kamu tahu juniorku sudah meronta-ronta ingin keluar." ucap Tuan Zulkifli kepada Yulianti. Yulianti mengalungkan tangannya di jenjang leher pria itu.


"Bukan hanya kamu sayang, tapi aku juga merindukan kamu. Merindukan saat-saat kita seperti ini." ucap Yulianti sambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir Tuan Zulkifli. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, hingga lidah keduanya semakin bertautan di sana. Keduanya pun larut dalam suasana hingga pagi yang dingin menjadi pagi yang panas untuk kedua pasangan durjana itu.


"Apa istriku mencurigai mu ketika kamu berangkat dari rumah?" tanya Tuan Zulkifli ketika mereka telah selesai melakukan permainan panas di atas ranjang pagi itu.


"Tentu tidak sayang, tapi aku tidak bisa lama-lama. Karena aku berpamitan kepada Nyonya Siti Halimah, kalau aku pergi berbelanja bahan makanan ke supermarket." ucap Yulianti kepada tuan Zulkifli.


"Ya sudah, kalau begitu agar istriku tidak mencurigai mu, lebih baik kamu sekarang pulang dan aku akan segera berangkat ke kantor, ini uang saku untukmu." ucap Tuan Zulkifli sambil langsung mentransfer uang kepada rekening Yulianti. Membuat Yulianti mengembangkan senyumnya, lalu memberikan kecupan hangat di bibir Tuan Zulkifli.


"Ya sudah, Sayang. Aku pamit ya." ucap Yulianti sambil meninggalkan Tuan Zulkifli di sana sendiri. Kemudian Yulianti berlalu ke supermarket. Dan cepat-cepat ia membelanjakan bahan makanan seperlunya. berharap Nyonya Siti Halimah tidak curiga, kalau Yulianti pagi itu menemui suaminya Tuan Zulkifli.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2