MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 51. HADIAH ULANG TAHUN _ MIDJ


__ADS_3

"Loh hari ini bukan ulang tahun Arini? tanya John yang sudah tiba di rumah yang selama ini ditempati Erlita dan ketiga anaknya.


"Sebenarnya Arini yang ulang tahun mas, Aska sudah dua hari yang lalu, tapi merayakannya di hari ini juga. Sesuai dengan kesepakatan kami sebelumnya. Maklumlah keuangan tidak memadai. Masih banyak biaya untuk sekolah anak-anak. Apalagi mas tahu sendiri saat ini Aska dan Abian sudah mulai les.


"Mudah-mudahan Abian, Aska dan Arini dapat berhasil kelak. Karena aku tidak menginginkan mereka merasakan kepahitan seperti yang aku rasakan mencari uang biaya kehidupan sehari-hari.


"Ingat sekali beberapa kali terusir dari rumah kontrakan saat rumah ini belum ada. Aku tidak ingin itu terjadi kepada ketiga anakku, sehingga aku berjuang untuk menyekolahkan mereka. Semoga aku mampu menyekolahkan mereka hingga sarjana." ucap Erlita membuat John Kurniawan langsung terdiam.


Erlita memang seorang wanita yang sangat bertanggung jawab untuk ketiga anaknya. Tidak pernah terbesit di hatinya untuk mencari pengganti John Kurniawan. Walaupun dirinya tidak akan rujuk Kembali dengan John Kurniawan. Tapi ia juga tidak ingin menjalin hubungan lagi dengan seorang pria, karena menurutnya itu akan membuatnya susah kelak. Dan ia tidak bisa leluasa mencari nafkah untuk ke-3 putra-putrinya.


Abang Karim dan Mbak Sukarti tampak bahagia melihat Abian dan adiknya antusias belajar berharap mereka kelak berhasil seperti anak Abang Karim dan Mbak Sukarti yang memiliki Gibran yang berprofesi sebagai polisi dan yang satunya berprofesi sebagai jaksa. Membuat Abang Karim dan mbak Sukarti benar-benar bangga atas keberhasilan putra mereka yang menjabat di aparatur negara.


Sama seperti cita-cita Erlita yang menginginkan kelak putra-putrinya dapat mengabdikan diri mereka di negara ini. "Kamu tidak perlu khawatir Erlita, ketiga anak-anak mu pintar-pintar. Aku yakin dan percaya mereka akan bisa seperti kakak-kakaknya.Nanti kita pacu mereka supaya mereka lebih giat lagi belajar dan belajar. ucap Mbak Sukarti memberikan semangat kepada Erlita.


Mbak Sukarti dan Erlita memang sangat dekat akhir-akhir ini, setelah mengetahui apa yang telah dilakukan oleh John Kurniawan terhadapnya. Sebelumnya Abang Karim dan Mbak Sukarti memang tidak terlalu dekat kepada Erlita. Karena kesibukan Abang Karim dan Mbak Sukarti mengembangkan usa olshop yang mereka geluti, hingga mereka tidak peka mengetahui apa yang terjadi di kehidupan rumah tangga adik dan adik iparnya.


Ternyata Tuhan menunjukkan jalannya, hingga Mereka pun mengetahui keretakan rumah tangga Erlita atas kesalahan yang dilakukan John Kurniawan di masa lampau. Tapi kini semuanya sudah berubah. John yang sudah merasakan akibat atas apa yang sudah ia lakukan hanya bisa pasrah.


Jhon bersyukur Abang Karim memiliki bisnis olshop hingga dirinya dapat mencari nafkah dengan menjadi reseller olshop milik Abang Karim. Hingga akhirnya Jhon mendapatkan penghasilan walau dalam keadaan lumpuh.

__ADS_1


Kini makan bersama di antara keluarga pun sudah mereka nikmati. John Kurniawan memberikan hadiah ulang tahun untuk Arini. dan dia berjanji kepada Azka akan memberikannya kado ulang tahun juga. Ia tidak mengetahui kalau Aska juga ulang tahun saat itu, walaupun sudah lewat dua hari yang lalu.


"Maaf ya, Aska Putra Ayah yang tampan, Ayah tidak menyediakan hadiah ulang tahun untukmu saat ini. Karena Ayah benar-benar tidak tahu kalau kamu yang ulang tahun. Ayah tahunya adik Arini yang ulang tahun saat ini, sehingga Ayah hanya menyediakan hadiah ulang tahun untuknya.


Sebagai ganti hadiah ulang tahun untukmu, Ayah akan mengajak kalian jalan-jalan di taman kota dan kita akan bermain sepuasnya di sana. Bagaimana Apa kalian setuju? tanya John memberikan semangat untuk Aska karena Aska sudah terlihat manyun melihat Arini yang mendapatkan kado ulang tahun dari ayahnya.


"Aska setuju! tapi Ayah harus janji membelikan mainan untukku di sana." ucap Aska penuh dengan kegirangan


John langsung meraih tubuh Aska kepelukannya. "Ayah janji akan membeli apapun yang kamu mau. Selagi Ayah mampu ayah akan membelinya." ucapnya Seraya mengembangkan senyumnya.


Abang Karim dan Mbak Sukarti tampak bahagia melihat kedekatan Aska dan John. Padahal sebelumnya Aska tidak terlalu dekat dengannya. "Kalau begitu Tunggu apa lagi, segeralah bersiap-siap kita akan pergi ke taman kota." ucap Abang Karim memberikan semangat kepada ketiga keponakannya.


"Sama-sama Sayang, apakah kamu senang kita jalan-jalan bersama?" tanya John penuh selidik. Arini menganggukkan kepalanya dan mengembangkan senyumnya. Untuk pertama kalinya senyum tulus terpancar dari bocah kecil itu untuk ayahnya.


Kini mereka sudah berada di taman kota. Erlita duduk di sebuah kursi batu yang tersedia di sana, menikmati pemandangan yang indah air mancur dan beraneka macam jenis tanaman bunga dan arena bermain tersedia disana.


Ia menatap ketiga anaknya yang tampak bahagia bermain di sana. Sementara John yang duduk di kursi roda pun menatap ketiga putranya dengan rasa bahagia. Ia bersyukur dapat menyaksikan tawa riang dari ketiga anak-anaknya.


Berkomunikasi dengan baik kepada Abang Karim dan mbak Sukarti merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Erlita. Walaupun dirinya sudah sah bercerai dengan John. Tapi itu tidak membuat kedekatan mereka merenggang.

__ADS_1


"Lihatlah, kebahagiaan itu sederhana sekali. hanya membawa mereka ke taman kota Seperti ini, tampaknya mereka benar benar bahagia." ucap Mbak Sukarti dan abang Karim secara bersamaan kepada John Kurniawan yang dibalas anggukan dari John.


Sementara di tempat lain tampak Yulianti sedang duduk di meja rias baru selesai melaksanakan akad nikah bersama Baskoro, yang tampak sudah tidak sabar ingin menikmati hari-harinya bersama istri ketujuhnya.


Baskoro tampak bahagia menatap Yulianti yang sudah mengenakan pakaian layaknya kurang bahan. Sudah seperti saringan kelapa yang tembus pandang yang mampu membangkitkan gairah setiap kaum Adam.


Baskoro menghampiri Yulianti yang masih termenung. Tampak Yulianti memikirkan kedua putranya yang ia tinggal di sana. Terakhir sebelum ijab kabul di ikrarkan di depan para saksi, ia berkomunikasi kepada kedua anaknya dan ia pun sudah mentransfer uang sejumlah permintaan yang dikatakan oleh kedua anaknya.


"Apa kamu sudah siap sayang? aku sudah tidak sabar lagi menikmati tubuh indah mu ini." ucap Baskoro sambil mencengkram bahu Yulianti sampai Yulianti meringis kesakitan. Ia benar-benar mencengkeramnya dengan sekuat tenaga. Yulianti mengembalikan tubuhnya agar dirinya lebih leluasa menatap wajah lelaki paruh baya itu yang sudah sah menjadi suaminya.


Yulianti berusaha untuk mengembangkan senyumnya, agar Baskoro tidak marah dan menyiksanya saat mereka akan melakukan hubungan suami istri. Kini Baskoro kembali memberikan siksaan yang membuat tubuh Yulianti merenggang kesakitan. Wajahnya dipenuhi dengan bogeman membuat wajahnya benar-benar membiru dan sebab.


Tapi setelah Baskoro melakukan itu semua dan merasa puas akan pelayanan yang diberikan Yulianti, Yulianti selalu mendapatkan hadiah yang begitu membuat Yulianti melupakan atas apa yang dilakukan oleh Baskoro. Yulianti bebas mendapatkan apa saja selain perhiasan, tas branded dan apa saja yang ia inginkan selalu di penuhi oleh Baskoro.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2