
Beberapa hari kemudian setelah John sudah kembali ke rumah. Saat ini John berada di rumah abang Karim. Hanya di rumah abang Karim tempat satu-satunya yang bisa ia tempati sekarang.
Jika ia tinggal di rumah kontrakan, maka akan sulit baginya. Tidak ada yang membantu dirinya di sana. Tak Ada Yang Bisa mengurus, apalagi John saat ini mengalami kelumpuhan dan tidak bisa bergerak dengan leluasa.
John meratapi nasibnya yang ia terima saat ini. Hingga hari ini Erlita sama sekali tidak datang menghampiri dirinya ke rumah abang Karim. Tampaknya Aska dan Abian pun saat ini sedang menghadapi ujian sekolah. Sehingga mereka lebih fokus untuk belajar dan belajar.
Erlita sengaja tidak memberitahu kepada ketiga anak-anaknya, kalau saat ini John sudah berada di rumah sang paman. Agar mereka fokus terlebih dahulu menghadapi ujian yang diselenggarakan di sekolah. Erlita berharap anak-anaknya kelak dapat berhasil tidak merasakan perihnya kehidupan seperti yang dirasakan oleh Erlita. Sehingga Erlita berusaha semampunya untuk menyekolahkan ketiga anaknya.
Ujian sekolah pun telah usai. Mereka pun memiliki waktu senggang,hingga Erlita memutuskan untuk menghantarkan Abian Aska dan Arini ke rumah abang Karim. Untuk sekedar mengetahui perkembangan kesehatan John Kurniawan selaku ayah dari ketiga anaknya.
Tak ada terbesit di hati Erlita untuk kembali memiliki hubungan dengan lelaki lain. Ia hanya menginginkan dirinya mampu menyekolahkan ketiga anaknya hingga duduk di perguruan tinggi, dan dapat meraih gelar sarjana. Hingga anak-anaknya kelak mendapat pekerjaan yang mampu menghidupi kehidupan mereka kelak.
Dengan menggunakan taksi online yang sudah dipesan oleh Erlita sebelumnya, mereka berlalu meninggalkan rumah sederhana yang selama ini mereka tempati.
Taksi online pun tiba.
"Dengan Mbak Erlita? tanya sang driver taksi online itu
"Iya, saya Mas. Tolong antarkan kami sesuai titik yang saya pesan sebelumnya ya." ucap Erlita yang dibalas anggukan dan senyuman dari driver taksi online.
Terlihat Abian tampak bersemangat untuk bertemu dengan ayahnya, John Kurniawan. berbeda dengan Aska. Ia seolah biasa saja Tak peduli apa yang terjadi. Tapi di dalam hati Siapa yang tahu. Sebenarnya Aska juga mengetahui apa yang terjadi antara hubungan mereka dengan ayah yang selama ini sudah menelantarkan mereka.
__ADS_1
"Hore..." akhirnya kita dapat bertemu kembali dengan ayah." ucap Abian merasa bahagia. Abian sangat menyayangi ayahnya, walaupun dirinya sudah mengetahui apa yang terjadi. Tapi bagaimanapun, itu tetap Ayah kandungnya. Darah dagingnya mengalir di tubuh Abian.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka akhirnya tiba di rumah abang Karim dan Mbak Sukarti. Tampak Abian turun lebih awal lalu membuka pintu untuk Erlita dan kedua adiknya.
Setelah membayar uang taksi online itu, Erlita dan ketiga anaknya berjalan masuk ke pekarangan rumah. Sebelumnya Erlita sudah menyiapkan buah tangan untuk dibawa ke rumah abang Karim. "Koh kalian datang toh?" ucap Abang Karim senyum sumringah menatap kedatangan ketiga keponakannya dan juga adik Erlita.
"Iya paman, Kami ingin melihat ayah. "Apa Ayah ada?" tanya Abian seolah-olah dirinya tidak ingin membuang waktu dan segera bertemu dengan John Kurniawan. Abian, Aska dan Arini memberi salam kepada Abang Karim, begitu juga dengan Erlita. Mendengar suara bocah gemuruh di sana, menarik atensi Mbak Sukarti yang sedang berkutat di dapur.
"Eh keponakan Bibi sudah datang? Bibi sangat merindukan kalian." ucap Mbak Sukarti. lalu meraih ketiga keponakannya satu persatu dan memberikan pelukan hangat kepada ketiga keponakannya. John yang mendengar suara Azka, Abian, dan Arini dari dalam kamar, berusaha untuk keluar sendiri dengan menggunakan kursi roda yang selama ini menemani hari-harinya.
"Abian, Aska, Arini."ucap John Kurniawan saat melihat ketiga anaknya sedang bercengkraman dengan mbak Sukarti. Suara itu menarik atensi ketiga putra-putrinya. Abian berlari menghampiri John Kurniawan sedangkan Aska dan Arini masih berjalan santai ke arah John. Yang menunggu mereka memberikan salam kepadanya.
"Apa kabar Ayah? apa Ayah sudah baikan?" tanya Abian penuh selidik
"Insya Allah ayah, sepertinya Abian juga akan mendapatkan juara satu karena selama menjalani ujian. Abian masih bisa menjawab soal-soal yang diberikan guru kepada Abian." ucapnya percaya diri.
Aska hanya diam saja dan Tidak berkomentar apa-apa. Ia hanya memberi salam kepada sang ayah. Hingga akhirnya John menanyakan sesuatu kepadanya. "Kamu Kenapa diam sayang?" tanya John dengan lemah lembut kepada Aska dan Arini.
Aska yang masih duduk di bangku SD hanya menggelengkan kepala. Sementara Arini hanya berceloteh di usianya yang masih balita belum terlalu jelas berbicara. Tapi sudah dapat kita mengerti.
Erlita juga menghampiri John yang masih duduk di kursi roda. "Bagaimana kondisimu Mas? apa sudah semakin membaik?" tanya Erlita
__ADS_1
"Yah, seperti yang kamu lihat sekarang. Aku hanya duduk di kursi roda dan ini temanku satu-satunya." sahutnya sambil tertunduk tak mampu menatap wajah Erlita yang sudah terlihat semakin cantik dan menawan.
"Menyesal?
Itu pasti. John Kurniawan telah menyesali segala apa yang ia lakukan terhadap Erlita selama ini. Mau meminta rujuk John Kurniawan juga tidak memiliki muka lagi.
Karena ia sudah berulang kali menorehkan luka yang paling dalam di hati Erlita. Sungguh tidak mungkin lagi Erlita memaafkan John. Karena selama ini Erlita sudah berulang kali memberikan maaf kepadanya, tapi maaf itu tidak dimanfaatkan oleh John dengan baik.
Bahkan Ia lebih memilih hidup berleha-leha dengan wanita murahan itu, yang sekarang sama sekali tidak peduli terhadapnya. Entah di mana wanita murahan itu sekarang berada. John sama sekali tidak mengetahui. Setiap kali John menghubungi nomor ponsel Yulianti ingin menagih apa yang sudah Ia berikan terhadap Yulianti. Ia sama sekali tidak dapat menghubungi wanita murahan itu, karena Yulianti sudah memblokir nomor ponsel John.
Sementara di tempat lain, terlihat Yulianti sedang mengobati luka yang ia dapatkan dari pria hidung belang yang memakai jasanya melayani pria itu. "Memang benar-benar lelaki itu sudah tidak waras. Dia dilayani tiga orang wanita sekaligus. Aku yakin lelaki itu memiliki kelainan." gumam Yulianti sambil terus memberikan salap kepada wajahnya yang tampak lebam lebam.
Yulianti saat ini tidak masuk kerja. Padahal sebelumnya dia sudah berjanji kepada temannya Alina dan Yuyun. Ia akan mentraktir kedua temannya kalau sudah mendapat bayaran dari pria hidung belang yang menggunakan jasanya. Tapi ia merasa malu karena luka dan lebam di wajahnya itu bisa menjadi pertanyaan bagi kedua temannya. Padahal Ia tidak mengetahui kalau Alina sudah mengalaminya lebih dulu.
"Alina...., bukankah Yulianti berjanji untuk mentraktir kita malam ini sampai sepuasnya?" tanya Yuyun kepada Alina yang tampak menarik atensi Alina. Alina mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepala. "Karena apa? Karena dia sudah mengetahui kalau saat ini Yulianti akan merasakan apa yang pernah dirasakan oleh Alina. Hal itulah yang membuat Alina meninggalkan pria itu, karena sudah tidak sanggup lagi mendapatkan siksaan sebelum melayani pria itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN