MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 15. CURAHAN HATI ERLITA _MIDJ


__ADS_3

Erlita tidak mengetahui kalau Jhon masih berada di rumah. Ia mengira John sudah pergi, tapi tanpa ia sadari John memperhatikan kepergian Erlita dan ketiga anaknya menaiki sebuah mobil mewah. Dari kaca nako.


Membuat Jhon semakin penasaran ingin pergi ke mana istrinya itu bersama ketiga anaknya sampai istrinya menutup warung sembako miliknya. Ia juga tidak mengetahui siapa sosok pria yang membawa istri dan ketiga anaknya itu. Saat dirinya ingin mengejar, mobil milik Hamdan sudah meninggalkan rumah yang selama ini di tempat istri dan anak-anaknya.


"Kita mau ke mana Mas, tanya Erlita karena belum mengetahui Kemana tujuan Hamdan membawa mereka. Kita ke taman bermain saja ya, mengajak ketiga anakmu bermain di sana. Aku sudah mempersiapkan semuanya." ucap Hamdan sambil menunjukkan perlengkapan yang ia bawa sebelumnya.


Saat mereka sudah tiba di taman bermain tampak Hamdan dengan telaten membantu Aska bermain ayunan dan yang lainnya di sana. Apalagi dengan putranya Abian tampak antusias menikmati udara segar taman bermain itu. Jarang sekali Abian bepergian ke mana-mana, karena ia tahu mamanya sangat sibuk menjaga warung sembako milik mereka.


Setiap hari aktivitas Erlita memang sangat melelahkan. mengurus rumah tangga dan mencari nafkah membuat Erlita sama sekali tidak memiliki waktu bepergian ke mana-mana. Entahlah kehidupan apa yang saat ini dijalani Erlita.


"Di mana suami kamu? apa suami kamu mengetahui kalau kita pergi? Hamdan sengaja bertanya seperti itu berusaha agar Erlita memulai cerita tentang masalah kehidupan rumah tangganya yang sebenarnya kepada Hamdan. Walaupun dirinya sudah mengetahui hal yang sebenarnya.


Erlita terdiam. Ia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Hamdan kali ini. "Kenapa kamu diam? apa suami kamu marah kepadamu saya ajak bertemu? tanya Hamdan penuh selidik.


Erlita menggelengkan kepala. Kini bukan Erlita yang menjawab pertanyaan Hamdan. "Papa jarang pulang ke rumah sekarang Om, dia sudah tidak sayang lagi kepada mama dan juga kami." ucap Abian yang langsung ditatap tajam oleh Erlita berharap putranya tidak melanjutkan pembicaraannya.


Tapi sepertinya Abian ingin menceritakan hal yang sebenarnya yang dialami oleh mamanya kepada Hamdan. Walaupun ia baru mengenal Hamdan, karena sepertinya ia mengetahui Hamdan orang yang baik.

__ADS_1


"Kenapa bisa seperti itu? tanya Hamdan kepada Abian. "Kalau untuk menjawab pertanyaan yang satu ini, lebih baik Mama yang menjawab Langsung. Tidak perlu disembunyikan lagi ma, semua orang pasti akan bakalan mengetahui yang sebenarnya. walaupun nenek tidak mengetahuinya." ucap Abuan sambil menatap wajah Erlita dengan lekat.


"Ada apa yang sebenarnya? Kamu bisa cerita kepadaku. Jangan khawatir, rahasiamu pasti aman bersamaku." ucap Hamdan. lagi-lagi Erlita masih terdiam ia memilih tidak menjawab pertanyaan Hamdan itu Hamdan dan juga tidak bisa memaksakan kehendaknya dan memilih untuk kembali diam.


Hamdan membawa Erlita ke taman yang kebetulan disana ada gazebo untuk tempat istrihat, sampai mereka tiba di taman bermain. Erlita dan ketiga putra-putrinya sudah berada di gazebo dari ingin langsung bermain ketika sudah melihat banyak permainan disana. Abian bersama dengan Hamdan bermain bersama. Tampak Abian dan Aska begitu bahagia saat mereka sudah tiba di sana.


"Ya Allah enak banget Ternyata bermain di sini, aku yang sudah usia 9 tahun saja tidak mengetahui kalau ada teman bermain di sini yang begitu indah dan menghibur." ucap Abian sambil langsung merentangkan kedua tangannya seolah-olah dirinya memiliki masalah besar dan berteriak di sana.


Erlita mendudukkan bokongnya di salah satu gazebo yang ada di taman bermain itu. Hamdan sudah memesan menu makanan untuk dapat mereka cicipi selama berada di sana. Erlita membiarkan Aska dan Abian bermain bebas di taman bermain itu. sementara Arini yang masih bayi, masih tetap berada di baby Walker kebetulan Arini saat ini sedang tertidur pulas, setelah meminum susu formula yang diberikan oleh Erlita saat berada di dalam mobil.


"Kamu belum bercerita kepadaku, Ada apa sebenarnya?tolong cerita, aku ingin kau berbagi masalah kepadaku. Jangan kau pendam sendiri. Aku ini sahabatmu, sudah sepatutnya aku mengetahui masalahmu yang sebenarnya. Jika aku bisa bantu, aku akan pasti membantu kamu." ucap Hamdan kepada Erlita.


"Kalau kamu memiliki cukup bukti seperti pesan Whatsapp ataupun video atau foto kamu bisa menggugat cerai suami kamu."ucap Hamdan kepada Erlita membuka hati Erlita yang sudah tampak tak berdaya mengeluarkan kata-katanya.


"Sejujurnya dari awal aku ingin menggugat cerai suamiku. Tapi aku hanya berpikir bagaimana anak anakku hidup tanpa seorang ayah mental mereka yang akan menjadi taruhannya.


Dan Lagian permohonan Putraku Abian yang membuatku terus bertahan hingga saat ini walaupun kehidupan rumah tangga kami tidak sehat."ucap Erlita kepada Hamdan. Hamdan hanya terdiam menatap lekat wanita yang sangat ia cintai tersakiti.

__ADS_1


Seandainya waktu bisa diputar kembali, mungkin hal ini tidak akan dirasakan oleh Erlita. Apalagi jika Hamdan memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Erlita ketika mereka masih duduk di bangku SMA mungkin ada pertimbangan bagi Erlita.


"Aku hanya ingin yang terbaik untukmu, Aku ingin melihat kamu bahagia bersama anak-anak. Kalau kau membutuhkan bantuan aku selalu siap membantumu. Jangan khawatir. jangan sungkan-sungkan meminta bantuan dariku."ucap Hamdan mencoba agar Erlita percaya terhadapnya.


"Terima kasih kau sudah mendengar keluh kisah kehidupan Rumah tanggaku. Tapi aku mohon kepadamu, Tolong jangan cerita kepada siapa-siapa. Bahkan orang tuaku juga tidak mengetahui hal yang sebenarnya terjadi."mohon Erlita berharap Hamdan bisa menyimpan rahasia tentang kehidupan rumah tangganya.


"Kamu jangan khawatir aku pasti menjaga ini semuanya privasi kamu. Tidak lazim aku yang mengumbarnya kepada orang lain. Sudahlah kamu tidak perlu menangis, ngapain kau menangis dengan seorang pria yang sama sekali tidak mau tahu tentang perasaanmu.


Dia saja tidak peduli kepadamu ngapain kau harus mempedulikan dia. Pikirkan anak-anakmu jika anak-anakmu. Kelak jika mereka berhasil, pasti dia akan menyesal telah melakukan kesalahan yang begitu menyakitimu.


Tapi sungguh sangat luar biasa, ia mampu membiarkan istri dan anaknya tanpa memberi nafkah kepada darah dagingnya sendiri. Sementara anak yang bukan darah dagingnya ia nafkahi. sungguh membingungkan jalan pikiran John bagaimana." gumam Hamdan dalam hati merasa tidak tega melihat air bening mengalir di wajah cantik Erlita.


"lihat saja John, aku yang akan menjadi sandaran Erlita kali ini. Aku akan membuatmu menyesal telah melakukan penghianatan ini kepada Erlita." gumam Hamdan dalam hati.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2