
"Kamu mau kemana? jangan coba coba kabur dari saya!" ucap Baskoro kepada Yulianti.
"Aku tidak akan pergi kemana mana, aku hanya ingin menikmati udara pagi di taman belakang. Soalnya aku bosan di rumah terus, sudah tak beberapa minggu tidak perawatan.
"Jadi kamu mau ke salon? Yulianti menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu biar aku antar kamu ke salon sekarang juga."
"Aku tidak ingin merepotkan mu, kan ada anak buahmu yang mengantarkan ku."
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memastikan dan lihat salon memberikan pelayanan yang terbaik untukmu. Aku ingin mereka merawat kulit, rambut, dan tubuh kamu dengan baik Aku tidak peduli dengan harganya.
"Apakah kamu meragukan ku?
"Aku tidak akan pergi, jangan khawatir jadi biarkan aku pergi bersama anak buah kamu saja."
"Jangan membantahku! biarkan aku langsung mengantarkan mu." ucap Baskoro penuh penekanan. Walaupun nada suaranya terkesan tenang.
"Ya sudah, kalau begitu tidak apa-apa, Aku ingin sarapan dulu."ucap Yulianti sambil berjalan menuju ruang makan. Di sana sudah ada beberapa macam menu makanan yang sudah dihidangkan oleh para asisten rumah tangga.
Baskoro mengikuti Yulianti, lalu mendudukkan bokongnya di samping kursi Yulianti. Yulianti menyendok makanan ke dalam piringnya. Ia pun melakukan hal yang sama dan menyodorkan piring yang sudah berisikan makanan di hadapan Baskoro. Yulianti berusaha bersikap baik di hadapan Baskoro, agar Baskoro tidak mencurigai kalau dirinya akan pergi dari kehidupan Baskoro.
Mereka menyantap menu sarapan pagi itu, terlihat Yulianti sudah menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya.
"Habis sarapan, kau langsung aku antar ke salon, Tapi ingat jangan macam-macam di sana." kembali Baskoro mengingatkan Yulianti agar Yulianti tidak berbuat macam-macam.
"Mas Tenang saja, jangan khawatir aku tidak akan berbuat macam-macam Sudah aku katakan dari tadi." Baskoro menganggukkan kepala. Yulianti bersiap-siap berangkat ke salon untuk melakukan perawatan tubuh kulit dan juga rambutnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, akhirnya Yulianti, Baskoro dan beberapa anak buah Baskoro tiba di sebuah salon langganan Yulianti semenjak dirinya menikah dengan Baskoro.
__ADS_1
"Selamat datang di Salon kami Nyonya Yulianti." sapa seorang pria yang berpenampilan layaknya seorang wanita dan nada bicaranya juga seperti wanita. Yulianti mengembangkan senyumnya lalu mengedipkan matanya sebelah kepada Merry pemilik salon.
"Eh ada suami kamu juga, mau perawatan juga Om? tanya Merry semanis mungkin.
Baskoro menatap Merry dengan tatapan tajam. " Aduh tatapannya, Eka tidak sanggup melihatnya." ucap Merry dan kembali mengedipkan matanya ke arah Baskoro membuat Baskoro sedikit kesal terhadapnya.
"Sudah kamu jangan banyak bicara lakukan tugasmu. Istriku ingin melakukan perawatan buat yang terbaik dan layani dia dengan baik. Aku tidak peduli berapapun harga yang kamu berikan."ucap Baskoro dibalas senyuman dari Merry.
"Ready Bos! tidak perlu khawatir, Yulianti sudah menjadi pelanggan tetap di salon kami. sudah pasti dong kami melakukan pelayanan yang terbaik."ucap Merry lalu sambil menuntun Yulianti duduk salah satu kursi tepat berada di depan cermin besar yang ada di salon itu.
"Rambutnya mau kita apain say?" tanya Merry kepada Yulianti.
"Atur saja sebagaimana mestinya, supaya penampilanku tampak cantik dan menawan."
"Kamu mah memang dari dasarnya sudah cantik, tidak perlu diragukan lagi, tapi aku akan memberikan yang terbaik ke kamu agar kamu tetap cetar membahana." ucap Merry Sambil tertawa cengengesan.
"Butuh berapa lama perawatan istri saya?" tanya Baskoro karena menunggu merupakan pekerjaan yang paling membosankan untuknya.
"Kalau begitu lakukan sekarang juga, aku tinggal kamu dulu ya sayang, biarkan anak buahku menemanimu di sini." ucap Baskoro karna ia berencana ingin pergi ke sebuah tempat, di mana Sebelumnya dia sudah memiliki janji dengan Kuncoro putranya satu-satunya dari istri pertama.
"Ingat jangan macam-macam, aku tidak akan segan-segan menghukum mu Jika kamu berniat macam-macam." ucap Baskoro sebelum dirinya melangkah keluar dari salon itu. Yulianti menganggukkan kepala. lalu Baskoro pun berlalu meninggalkan salon itu menuju di mana Kuncoro berada saat ini.
Terlihat Kuncoro sudah menunggu Baskoro di sebuah kamar kost yang selama ini ditempati oleh Kuncoro. Jika dirinya melakukan transaksi jual beli obat-obat terlarang, iya tidak mau melakukan hal itu di rumahnya sendiri.
Kuncoro sengaja tinggal di rumah kos-kosan agar iya bisa merekrut anak-anak berusia yang masih muda menjadi kurir untuk memperlancar bisnis ilegal yang ia kelola selama ini bersama dengan Baskoro.
Bisnis ini sudah sangat lama digeluti oleh Baskoro, tapi tak pernah dirinya tertangkap oleh pihak kepolisian karena ia melakukannya dengan rapi. Dia juga tidak melakukannya sendiri, dia hanya saja mempekerjakan para anak buahnya tanpa ia harus turun tangan.
Di samping itu, jika para anak buahnya tertangkap oleh pihak kepolisian, dia selalu bisa membebaskan anak buahnya dengan memberikan uang jaminan kepada pihak Kepolisian. Bahkan untuk saat ini ada beberapa dari pihak kepolisian sudah bekerja sama dengannya.
__ADS_1
Pundi pundi rupiah yang didapatkan Baskoro memang tidak hanya dari bisnis legal yang ia kelola. Ia lebih banyak mendapatkan rupiah dari bisnis ilegal yang bekerjasama dengan Putra sulungnya Kuncoro, putra dari istri pertamanya.
Setelah Baskoro tiba di depan kamar kost yang selama ini ditempati oleh Kuncoro, ia langsung menghubungi putranya itu.
Kring .....
Kring ....
Kring ....
Suara deringan ponsel milik Kuncoro terdengar jelas di telinganya. Nada deringnya sudah menandakan kalau yang menghubungi dirinya adalah Ayah kandungnya.
Kuncoro langsung meraih ponsel yang ada di atas nakas. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Baskoro.
"Ayah sudah di depan, kamu turun kita bicara di tempat biasa." ucap Baskoro lalu langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.
Kuncoro bergegas keluar dari kamar kosnya masuk ke dalam mobil mewah milik Baskoro. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, mereka tiba di salah satu restoran tempat biasa mereka melakukan pertemuan.
"Bagaimana Apa kamu berhasil merekrut salah satu pemuda dari rekan-rekanmu itu yang bisa diajak kerjasama menghantarkan barang-barang itu?" tanya Tuan Baskoro kepada Kuncoro.
" Ayah tenang saja, Kuncoro sudah mengantongi satu kurir yang bisa kita manfaatkan."
"Apakah kamu serius? dan apa dia bisa dipercaya? Ayah tidak ingin ada penghianat nanti di antara anak buah yang kamu pilihkan." ucap Baskoro kepada Kuncoro.
"Tidak perlu khawatir Ayah, aku bisa jamin dia dapat dipercaya. Karena aku tahu dia memang masih membutuhkan uang, karena dia baru baru saja terjun ke dunia ini. Aku sudah membuatnya ketagihan agar dia tidak dapat terlepas dariku." ucap Kuncoro meyakinkan Tuan Baskoro.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN