MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 91. DEPRESI _ MIDJ


__ADS_3

Setelah Tuan Zulkifli membebaskan Yulianti dan mengembalikannya ke tanah air, ternyata kabar itu diketahui oleh Nyonya Siti Halimah. setibanyak Tuan Zulkifli di rumah yang selama ini mereka tempati. Nyonya Siti Halimah sudah menunggunya duduk di ruang tamu.


Tuan Zulkifli masuk dan tidak menyangka kalau istrinya saat ini masih menunggu dirinya padahal Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Abi Dari mana saja, Kok baru pulang jam segini? ucap Nyonya Siti Halimah sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Tadi ada urusan sebentar umi, jadi Abi agak telat pulangnya."


"Urusan dengan wanita murahan itu? tanya Nyonya Siti Halimah dengan rahang yang sudah mulai mengeras.


Tuan Zulkifli terhenyak Entah dari mana Nyonya Siti Halimah mengetahui kalau Tuan Zulkifli yang berperan membebaskan Yuliati dan mengembalikannya ke negaranya.


"Seberapa besar cinta Abi sama wanita murahan itu?


Tuan Zulkifli tidak langsung menjawab.


"Mulai sekarang, Abi tinggalkan rumah ini. aku tidak Sudi serumah dengan lelaki penghianat sepertimu, Tunggu saja putusan sidang." ucap Nyonya Siti Halimah sambil langsung berlalu meninggalkan Tuan Zulkifli begitu saja. Tanpa menatap wajah lelaki yang masih sah menjadi suaminya.


"Umi Maafkan abi, Abi tidak ingin bercerai dengan Umi. Abi sangat mencintai umi, wanita itu yang selalu menggoda Abi. Maklum Abi lelaki normal, setan bisa saja datang Maafkan abi, abi khilaf." ucap Tuan Zulkifli. Tapi Nyonya Siti Halimah pergi begitu saja tanpa meninggalkan ucapan Tuan Zulkifli.


Sementara di tempat lain, Yulianti yang tak kunjung bertemu dengan kedua anaknya tampak semakin linglung, ingin kembali ke kota Medan takut kalau Baskoro akan mengincarnya. Tinggal di kota Dumai dia tidak akan bertahan lama dengan sisa uang yang tak seberapa, jika dirinya sama sekali tidak memiliki pekerjaan.

__ADS_1


Saat ini Yulianti duduk di sebuah halte bus, ada seorang pria datang menghampiri dirinya.


rasa takut menghantui Yulianti. Hingga Ia pun langsung menjerit ketika seorang pria menghampiri dirinya. Membuat pria itu pun mengerutkan ke dunia ia berniat ingin membantu Yulianti, tapi Yulianti sudah lari menjerit.


Tampak depresi menimpa Yulianti,


terkadang dia menangis, kadang dia tertawa dan berbicara sendiri. Ia seperti orang yang tidak waras. Dia juga sudah tidak peduli dengan penampilannya. Apalagi wajahnya yang sudah dipenuhi dengan luka bakar membuat orang yang berada di dekatnya merasa ketakutan dan menghindar. Apalagi dia sudah berbicara sendiri. Terkadang marah marah, terkadang menangis, dan juga tertawa.


****


Beberapa bulan kemudian tampak Rizki sudah diperbolehkan pulang dari panti rehabilitasi, dan dia sudah dijemput oleh Faisal , Helena Begitu juga dengan Leo. Gibran dan juga Abian berperan di dalamnya.


Ada rona bahagia di hati Faisal dan juga Helena, mereka Langsung memeluk Rizki saat dokter dan petugas rehabilitasi memberitahu kalau Rizky saat ini sudah benar-benar pulih. Helena juga bertekad untuk kembali mengurus Rizki dan menyekolahkannya kembali. Berharap Rizki dapat berhasil kelak.


Setelah John Kurniawan, tiba di rumah sederhana yang ditempati oleh Erlita dan anak-anaknya. Senyum sumeringah terpancar di wajah John Kurniawan saat melihat putranya Aska langsung menyambutnya dengan senyuman. Arini yang sebelumnya tidak pernah menyambut sang ayah, tapi untuk saat ini Arini ingin sekali menyambut ayahnya dan itu kebahagiaan tersendiri bagi John Kurniawan.


"Ayah....teriak Arini Adan Aska secara bersamaan sambil berlari memeluk Jhon Kurniawan, saat Jhon keluar dari mobil, dinas Abian. Jhon menyambut pelukan putra putrinya. Dan Abian tersenyum melihat tingkah kedua adiknya yang begitu merindukan ayah mereka.


Sementara Erlita hanya menatap anak-anaknya yang semakin dekat dengan ayah mereka. Abian memberi salam kepada Erlita lalu memeluk ibunya yang sangat ia rindukan.


"Apa kabar Bu?

__ADS_1


"Alhamdulilah kabar ibu baik, dan seperti yang kamu lihat nak."


"Kamu apa kabar?"


"Alhamdulilah Abian baik juga Bu." oh ya Bu, Minggu depan ibu datang ya, ke acara naik pangkat aku." ucap Abian membuat Erlita Terhenyak.


"Apa?


"Kamu, naik pangkat?"


"Iya Bu, Alhamdulillah pangkat kabian naik minggu depan acaranya dilaksanakan.


"Syukurlah kalau begitu, tetaplah bekerja dengan amanah ya, nak." ucap Erlita sambil kembali memeluk putranya. Kemudian Erlita berpamitan kepada Abian pergi ke dapur untuk sekedar membuatkan teh dan cemilan.


Beberapa menit kemudian Erlita membawa beberapa cangkir kopi latte dan cemilan pisang goreng yang sebelumnya sudah digoreng oleh Erlita .


"Silahkan di minum mas, nak." ucap Erlita sambil mengembangkan senyumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2