MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 73. PELAKOR_ MIDJ


__ADS_3

Pelakor tetaplah pelakor. Dibawa kemanapun kalau sudah kebiasaan buruk itu berulang kali dilakukan maka akan sulit untuk merubahnya. begitupun Yulianti, yang sudah lupa kacang akan kulitnya.


Lupa apa nasehat Mbak Nining untuk bekerja agar amanah. Padahal sebelum Yulianti diberangkatkan oleh Mbak Nining ke negeri Jiran Malaysia, Ia sudah memberitahu dan menasehati Yulianti agar tidak berbuat yang aneh-aneh.


Bahkan, Mbak Nining juga memberitahu hukum di negeri Jiran lebih berat dibandingkan di tanah air. Jika suatu saat Yulianti melakukan kesalahan yang tak bisa diampuni oleh sang majikan. Tapi sepertinya nasehat itu tidak dipegang teguh oleh Yulianti. Justru nasehat itu masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sehingga setiap nasehat itu tidak ada tertinggal di benak Yulianti.


Yulianti dan Tuan Zulkifli larut akan kesempatan berduaan yang mereka miliki ketika Nyonya Siti Halimah tidak berada di rumah. Setiap kali Tuan Zulkifli pulang dari kantor, Ia sudah jarang sekali menghubungi istrinya yang sedang berada di luar negeri.


Padahal sebelumnya, sebelum kehadiran Yulianti memicu berkurangnya perhatian Tuan Zulkifli kepada istrinya, Tuan Zulkifli selalu menghubungi Nyonya Siti Halimah melalui sambungan video call ataupun telepon biasa.


Tak jarang Tuan Zulkifli juga sering mendampingi Nyonya Siti Halimah untuk check up ke dokter. Kalau untuk sekarang itu sudah jarang dilakukan oleh Tuan Zulkifli karena ia sudah lebih sibuk dan lebih lama waktunya bersama dengan Yulianti.


Kalau masalah pelayanan di atas ranjang, memang kemampuan Yulianti tidak perlu dipertanyakan lagi. Yulianti mampu memuaskan Tuan Zulkifli, yang hasratnya juga begitu besar. Berbagai macam gaya dilakukan oleh Yulianti sama sepert yang ia lakukan saat berada di tanah air melayani para lelaki hidung belang.


Berbagai macam cara dilakukan oleh Yulianti untuk membangkitkan hasrat Tuan Zulkifli. Membuat Tuan Zulkifli merasa bahagia. Kenikmatan duniawi kini dirasakan oleh Tuan Zulkifli, Dengan hadirnya Yulianti di rumah yang selama ini ia tempati bersama istrinya Nyonya Siti Halimah.


"Kamu memang sangat luar biasa sayang, Jujur semenjak saya menikah dengan istri saya, saya tidak pernah menikmati surga dunia senikmat ini."ucap Tuan Zulkifli saat Tuan Zulkifli sudah, mencapai puncak surga dunia malam itu. Malam ini malam yang panjang bagi Tuan Zulkifli dengan Yulianti.


Mereka saling menikmati indahnya malam Jumat wajib, yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri. Tapi Tuan Zulkifli menghabiskan malam Jumat wajibnya bersama seorang asisten rumah tangganya.


Setelah selesai melakukan hubungan intim bersama Yulianti, Tuan Zulkifli memberikan apa yang sepatutnya Ia berikan kepada Yulianti karena dirinya mencapai kepuasannya. Yulianti langsung memberikan kecupan hangat di wajah lelaki paruh baya itu sembari mengucapkan terima kasih karena tuan Zulkifli memberikan uang yang jumlahnya tidak sedikit.

__ADS_1


lalu Tuan Zulkifli keluar dari kamar yang selama ini ditempati oleh Yulianti. Tanpa mereka sadari, salah satu petugas keamanan yang berjaga di rumah itu melihat Tuan Zulkifli keluar dari kamar Yulianti membuatnya sedikit curiga.


Tapi Tuan Zulkifli melihat petugas keamanan itu memergoki dirinya, keluar dari kamar Yulianti langsung datang menghampirinya. lalu mengancam pria berparas tampan itu agar tidak memberitahu apa-apa kepada Nyonya Siti Halimah.


Tuan Zulkifli memberikan beberapa lembar uang Ringgit untuk pria muda berusia sekitar 25 tahun itu agar pria itu tidak memberitahu kepada siapapun. Tampak pria muda itu merasa ketakutan karena diancam oleh Tuan Zulkifli, jika dirinya memberitahu kepada siapapun.


Maka tidak segan-segan Tuan Zulkifli juga akan memecat dirinya, Bahkan ia akan melakukan sesuatu yang tak dapat dibayangkan oleh pria itu, sehingga pria itu memilih untuk diam dan tak memberitahu kepada siapa-siapa.


Pria berusia sekitar 25 tahun itu memilih untuk kembali ke pos jaganya. Daripada berurusan sama sang majikan yang sudah terpergok berzina di rumahnya sendiri.


"Daripada menimbulkan dosaku, aku lebih baik kembali pos daripada berbicara dengan manusia durjana itu."gumam pria itu sambil langsung meninggalkan Tuan Zulkifli di sana sendiri. Tentunya setelah berpamitan.


Beberapa hari kemudian, setelah menjalani pengobatan di negeri Singapura. Nyonya Siti Halimah kembali ke negaranya. Berharap semua baik-baik saja. Ada sedikit keganjalan di hati nyonya Siti Halimah di perubahan sikap suaminya terhadapnya.


Padahal sebelum kehadiran Yulianti, Tuan Zulkifli selalu tidak lupa di tengah-tengah kesibukannya di kantor, ia selalu mengingatkan istrinya agar tidak lupa untuk mengkonsumsi obat atau sekedar makan siang.


Sambungan video call pun seringkali dilakukan oleh suaminya. Untuk sekedar bertanya kabar, atau apalah itu. Yang pasti Tuan Zulkifli selalu menghubungi istrinya setidaknya tiga kali dalam sehari walaupun dirinya sibuk.


Sementara di tempat lain, tepatnya di kota Dumai. Alina dan Leo baru tiba di rumah Mbak Nining. Sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati oleh Mbak Nining dan Alina, kalau Leo akan tinggal bersama Mbak Nining sampai Yulianti kembali ke tanah air.


"Kamu sudah kelas berapa? tanya Mbak Nining kepada Leo yang tampak duduk dengan sopan.

__ADS_1


"Saya masih duduk di bangku kelas 2 SMP tante, Tapi Kakak saya Rizki sudah duduk di bangku SMA. Sayangnya sekarang dia tidak sekolah lagi, dan entah ke mana perginya saat ini Leo juga tidak tahu.


Mbak Nining menghela nafas. "begini Leo, tante bersedia membiayai biaya sekolah kamu. Dengan catatan kamu harus rajin belajar dan jangan macam-macam. Mbak Nining memang menginginkan seorang anak lelaki yang dapat menemani putranya. Karena selama ini putranya merasa kesepian, tidak ada teman bermain membuat dirinya sedikit cengeng dan jenuh.


"Kalau kamu sekolah, belajarlah yang sungguh-sungguh, jangan main-main tante ingin kamu berhasil kelak."ujar Mbak Nining kembali memberikan nasehat kepada Leo, yang dibalas anggukan dari Leo.


"Oh ya, Kak apa Yulianti ada kabar dari pena? soalnya iya tidak pernah menghubungiku saat dirinya sudah berada di negeri Jiran itu.


"Dia sudah bekerja di sana. Dia juga sudah beberapa kali mengirimkan uang saku untuk Mbak, sepertinya majikannya itu sangat baik."ucap Mbak Nining yang belum mengetahui apa dilakukan oleh Yulianti di rumah majikannya.


"Syukurlah kalau dia baik-baik saja di sana."ucap Alina sambil meraih ponselnya yang ada di atas meja. Mencoba menghubungi nomor ponsel Yulianti. berharap sambungan telepon itu tersambung.


Setelah beberapa kali melakukan sambungan telepon, akhirnya Yulianti merespon. Ada rasa bahagia dan syukur di hati Alina, saat mendengar suara Yulianti yang begitu nyaring dari ujung telepon.


Setelah bertanya kabar, Alina juga menanyakan Apa alasan Yulianti, Sehingga tidak menghubunginya beberapa bulan, setelah dirinya bekerja di negeri Jiran Malaysia.


Yulianti pun memberikan alasan yang masuk diakal. Ia beralasan takut nomor ponsel Alina sudah disadap oleh anak buah ataupun Tuan Baskoro sendiri."membuat Alina pun paham Mengapa temannya itu tidak memberi kabar untuknya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN


__ADS_2