
"Bu, apa bapak tidak akan pernah datang lagi?" tanya Abian.
"Entahlah nak, ibu juga tidak tahu.Yang ibu inginkan Kalian baik baik, dan rajin belajar. Kelak kalian akan menjadi orang yang berguna bagi Nusa dan bangsa." Ucap Erlita kepada ketiga anaknya.
Tampak Erlita benar-benar kasihan kepada ketiga anaknya yang tidak mendapatkan kasih sayang dari Ayah. Tapi apa boleh buat semuanya sudah terjadi. Bahkan mereka juga tidak mengetahui kabar Jhon semenjak sidang perceraian itu. Jhon sama sekali belum pernah datang ke rumah, sekedar bersilahturahmi atau mengambil bajunya yang tertinggal disana.
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Erlita terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel yang tertera di sana tidak ada di list kontaknya. Erlita mengerutkan keningnya menatap nomor ponsel itu, Karena penasaran Erlita menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel.
Hingga sambungan telepon seluler itu pun tersambung."Hallo assalamualaikum."Sapa Erlita.
"Maaf Apa benar ini Ibu Erlita Bramantyo? tanya seseorang di ujung telepon.
"Iya saya Erlita Bramantyo. Anda siapa dan dari mana mendapatkan nomor ponsel saya?"tanya Erlita
"Maaf, Apakah Anda mengenal Pak John Kurniawan?"
"Memangnya ada apa dengan Pak John, pak?"
" Pak Jhon saat ini sedang berada di rumah sakit. Dia mengalami kecelakaan. Dan kondisinya saat ini sangat kritis. Ada seorang wanita yang memberikan nomor ponsel Anda agar segera dihubungi dan dia mengatakan kalau anda istrinya."ucap seseorang yang ada di ujung telepon.
"Itu dulu, Saya memang istrinya. Tetapi beberapa minggu yang lalu kami sudah bercerai. Tolong hubungi aja istri mudanya Aku tidak bisa datang menghampirinya sekarang. Berhubung tidak ada yang menjaga anak-anakku." Erlita justru memberikan nomor ponsel milik Yulianti yang ia simpan sebelumnya saat memeriksa ponsel Jhon.
lalu Erlita langsung memutuskan sambungan telepon selulernya. Ia benar-benar Ingin menutup telinga tentang kabar terbaru dari John Kurniawan. Yang mana rasa sakit yang ada di dalam hati ternyata belum dapat terobati oleh luka yang diberikan John terhadapnya.
__ADS_1
"Tabur tuai, itulah yang terjadi sekarang. John kerap sekali menyakiti hati Erlita dan ketiga anaknya ia sia siakan. Bahkan tanpa perasaan, Ia berani bercumbu mesra dengan wanita lain di hadapan Erlita sendiri. Padahal mereka masih sah menjadi suami istri.
Erlita berusaha untuk tidak memikirkan kabar terbaru tentang John Kurniawan. Ia pun tidak mengatakan kepada Abian apa-apa tentang John Kurniawan. Entah salah atau tidak, yang pasti Erlita saat ini belum siap memberitahu kepada Abian, tentang kondisi ayahnya. Yang baru ia dapatkan kabar dari seseorang yang sama sekali tidak dia kenal kalau Jhon mengalami kecelakaan dan mengalami kritis.
Tapi di balik itu semua, Erlita merasa tidak tenang merasa tidak tega ketika mendengar Jhon mengalami kecelakaan. Ia pun akhirnya menghubungi Abang Karim
Kring....
Kring.....
Kring.....
Suara Deringan ponsel milik Abang Karim terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya kalau nama Erlita yang tertera di sana. Lalu Abang Karim menghampiri sang istri.
"Kalau begitu angkat saja Mas, siapa tahu penting." ujar Mbak Sukarti kepada suaminya. Abang Karim langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Erlita.
"Ada apa Adik ipar menghubungiku pagi-pagi seperti ini?" tanya abang Karim penuh selidik. lalu Erlita pun memberitahu kalau Erlita mendapatkan telepon seluler dari seseorang, kalau John Kurniawan saat ini di rumah sakit akibat kecelakaan yang menimpa Jhon .
Abang Karim terhenyak. Begitu juga dengan mbak Sukarti. Bagaimanapun sebenci-bencinya sang kakak kepada adiknya ikatan darah itu masih tetap mengalir. Membuat Abang Karim pun memutuskan untuk segera pergi ke rumah sakit di mana John Kurniawan dirawat saat ini. Ia tidak ingin kalau John tidak mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit itu.
Setelah bersiap-siap Mbak Sukarti dan abang Karim langsung menuju rumah sakit yang diinformasikan oleh seseorang kepada Erlita. Saat mereka sudah tiba di sana, Bang Karim terkejut kalau John memang saat ini sedang kritis. Dan pihak rumah sakit membutuhkan tanda tangan persetujuan dari keluarga untuk dilakukan tindakan operasi. Kebetulan di bagian kepala John Kurniawan terdapat benturan yang cukup hebat, hingga gumpalan darah pun terjadi di sana.
"Lakukan yang terbaik kepada adik saya! Saya tidak ingin adik saya kenapa-kenapa. Tolong selamatkan adik saya dokter." ujar Abang Karin memohon mohon kepada dokter yang menangani John Kurniawan saat ini. Dan abang Karim juga bertanya kepada orang yang membawa John ke rumah sakit, untuk meminta keterangan Apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Ternyata setelah John dihajar habis-habisan oleh anak buah dari pria yang dilayani oleh Yulianti, John pergi ke sebuah cafe remang remang yang lokasinya tidak jauh dari Cafe remang-remang tempat Yulianti berada.
Ia minuman beralkohol begitu banyak di sana. Membuat dirinya pun tidak mampu menguasai diri karena sudah di bawah pengaruh alkohol. Yang mampu membuat dirinya melakukan apa saja yang di luar kendali.
Apalagi saat Jhon mengendarai sepeda motor miliknya. Berniat untuk pulang ke rumah yang ditempati oleh Erlita dan ketiga anaknya karena dirinya merasa dicampakkan oleh Yulianti. Saat itulah kecelakaan tunggal terjadi. Mungkin karena John di bawah pengaruh alkohol, hingga dirinya tidak sadar sudah menabrak tiang reklame yang berada di trotoar. Kebetulan saat itu lokasi jalanan sangat sepi. Karena kejadian terjadi pukul dua dini hari.
Abang Karim menggelengkan kepala ketika mendengar penjelasan seseorang yang membawa John Kurniawan ke rumah sakit. Dialah satu-satunya saksi yang melihat kejadian itu, yang kebetulan pria itu seorang security yang bertugas di salah satu kantor lokasinya tidak jauh dari kejadian kecelakaan yang menimpa Jhon.
"Astagfirullah inilah wa innalillahi roji'un." Mbak Sukarti mengucap saat Mbak Sukarti mendengar penjelasan dari saksi mata kejadian kecelakaan yang menimpa Jhon.
"Mas bagaimana ini? cobalah berbicara kepada dokter kembali, apa adik ipar masih bisa diselamatkan." ujar Mbak Sukarti yang tampak gelisah dan khawatir mengenai kondisi kesehatan John Kurniawan.
Bagaimanapun Abian, Aska dan Arini kelak sudah besar akan mencari ayah mereka. Walaupun mereka sama sekali tidak di pedulikan Jhon selama ini. Tatapi yang namanya mantan anak tidak Ada. Nama Jhon Kurniawan tetap ada di belakang nama ketiga anak Erlita. Erlita juga menyadari akan hal Itu.
Entah bagaimana respon Abian nanti jika Abian mengetahui apa yang terjadi kepada Jhon. Yang pasti Abian masih mengharapkan kasih sayang dari sang ayah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."
__ADS_1