
Beberapa bulan sudah berlalu. Kini Abian sudah lulus dari SMA. Sesuai dengan cita-citanya sebelumnya Abian sudah meminta izin kepada Erlita dan juga Jhon Kurniawan agar memberikan Restu untuknya melamar menjadi seorang polisi.
Erlita selalu mendukung cita-cita putranya. terbukti Erlita selalu siap untuk mengurus surat-surat yang diperlukan dalam kepengurusan melamar menjadi seorang polisi. Mulai dari SKCK, surat keterangan sehat, dan lain sebagainya yang diperlukan dokumen-dokumen penting untuk melamar menjadi seorang polisi.
Erlita juga cekatan dalam mengurus surat-surat yang diperlukan. Membuat Abian semakin semangat karena mendapat dukungan penuh dari ibunya dan juga ayahnya. Berbagai rintangan dihadapi oleh Abian. Mulai dari tes kesehatan, tes psikotes dan juga pantohir dan alhamdulillah Abian dapat melewati itu semua.
Hingga pengumuman pemenang pun diumumkan secara resmi dari pihak yang berwenang di dalamnya. Nama Abian salah satu kandidat berprestasi membuat Erlita merasa bahagia sekaligus bangga putranya berhasil meraih cita-citanya menjadi seorang polisi.
Abian memeluk sang ibu ketika pengumuman itu disampaikan oleh yang berwenang. Ia bersujud syukur di kaki Erlita. Mencium kaki Erlita dengan tulus karena ia mengetahui kalau Erlita lah yang berperan banyak hingga dirinya dapat menggapai cita-citanya saat ini.
Sedangkan John Kurniawan yang duduk di kursi roda bersama dengan Abang Karim datang menghampiri Abian saat melihat pengumuman. Ia hanya meneteskan air matanya melihat keberhasilan Putra sulungnya. Itu semua tidak luput kerja keras dan peran Erlita selama ini, untuk ketiga anaknya.
"Selamat ya nak, akhirnya kamu mencapai cita-citamu." ucap Erlita sambil memeluk Putra sulungnya memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya itu. Aska dan Arini tidak mau ketinggalan. Mereka ingin sekali langsung memeluk kakaknya, hingga Abian pun berjongkok menyamai tinggi badan kedua adiknya.
Aska memberi pelukan kepada Abian. "Selamat ya kakakku ganteng, sudah menjadi seorang polisi. Doakan Aska juga agar bisa menjadi seorang pengacara." ucap Aska
Setelah Aska memberikan pelukan hangat kepada Abian, Abian mengembangkan senyumnya lalu ia pun mendoakan agar Aska dapat menggapai cita-citanya menjadi seorang pengacara.
Abian menggendong tubuh mungil adik perempuannya itu, yang selalu membuatnya gemas. " Selamat Kakak Abian." ucap Arini membuat Abian semakin gemas melihat adiknya. Ia terus memberikan kecupan demi kecupan di wajah cantik adiknya.
__ADS_1
Setelah itu, Abian berbalik menuju ke arah John Kurniawan yang masih duduk di kursi roda, lalu ia pun memeluk ayahnya. "Terima Kasih Ayah, Ayah sudah datang melihat Abian." ucap Abian sambil terisak.
John Kurniawan pun memeluk putranya sambil menangis tersedu-sedu. " Selamat ya nak, semoga kamu selalu dalam lindungan Tuhan dan tunaikan tugasmu sebagai aparatur negara dengan baik dan amanah." ucap John Kurniawan dengan tulus.
Abang Karim dan Mbak Sukarti juga memberikan pelukan kepada Abian. Mereka merasa bangga kepada Abian. Karena Abian dapat menjadi kandidat yang berprestasi. Gibran yang melihat mereka dari kejauhan pun berlari menghampiri Abian. Lalu memeluk Abian dengan erat. "Selamat ya adikku, perjuanganmu dan perjuangan kita tidak sia-sia." ucap Gibran sambil mengeratkan pelukannya.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Erlita. tanpa terasa, air mata Erlita bercucuran. Bukan berarti Erlita sedih, tapi air mata yang mengalir di wajah cantik Erlita, air mata kebahagiaan Abian menghapus air mata sang ibu.
Ia mengetahui Mengapa ibunya menangis "Ini bukan hanya keberhasilan Abian bu. Tapi keberhasilan Ibu juga. Tanpa dukungan dari ibu, Abian tidak ada apa-apanya." ucap Abian sambil kembali memeluk ibunya.
*****
Ketika Leo mendengar kabar terbaru tentang kakaknya dari Alina, Leo pun merasa sangat sedih ternyata sang kakak harus mendekam dibalik jeruji besi. Dan sampai saat ini Yulianti belum mengetahui kalau Putra sulungnya sedang di dalam penjara.
Kuncoro yang juga tertangkap setelah Leo, tidak kalah beratnya hukuman yang diberikan hakim kepadanya. Kuncoro dijatuhi hukuman seumur hidup. Sampai saat ini Baskoro yang masih menghidup udara bebas, berusaha ingin membebaskan putranya.
Tapi sepertinya itu mustahil. Karena pihak kepolisian, jaksa penuntut umum, dan juga hakim tidak berhasil ia sogok. Mereka merasa ketakutan menerima uang sogok yang diberikan oleh Tuan Baskoro, karena kasus yang menjerat Kuncoro dan juga Rizki disorot oleh media.
Mereka juga tidak ingin mempertaruhkan jabatan mereka masing-masing, jika menerima uang sogokan dari Tuan Baskoro. daripada kehilangan jabatan, lebih baik mereka tidak mendapatkan uang segepok yang diberikan oleh Tuan Baskoro. Karena itu hanya sesaat, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Gibran kepada para petinggi negara.
__ADS_1
Sepertinya Apa yang diucapkan Gibran terhadap jaksa penuntut umum, hakim, dan lain sebagainya diterima oleh mereka. Walaupun pangkat Gibran tidak setinggi dari atasannya, tapi sepertinya atasannya menerima masukan darinya. Karena apa yang dikatakan oleh Gibran memang benar adanya.
Gibran memang seorang perwira polisi yang jujur, dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan amanah. Sesuai dengan apa yang diucapkan dan dinasehati oleh Mbak Sukarti Sebelumnya. Dia tidak ingin melakukan tugasnya dengan curang.
Jika ia melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan amanah, maka namanya akan dikenang oleh orang-orang. Hal itulah yang dipegang teguh oleh atasan Gibran hingga Mereka pun tidak bersedia menerima uang jaminan atau uang sogokan yang diberikan oleh Tuan Baskoro.
Setelah tiba di kota Medan, Mbak Nining dan Leo pun langsung menuju lapas Di mana keberadaan Rizki berada. Setelah tiba di lapas Mbak Nining dan Leo pun bernegosiasi kepada pihak kepolisian dan juga penjaga lapas itu, agar mereka diizinkan bertemu dengan rizki.
Setelah memberikan identitas mereka, barulah Mbak Nining dan Leo diperbolehkan bertemu dengan rizki yang masih berada di balik jeruji besi. Salah satu pihak kepolisian datang menghampiri Rizki, yang berada di dalam tahanan dan membawa Rizki bertemu dengan Leo dan mbak Nining.
Rizki mengira kalau Yulianti dan Leo yang datang. Tapi harapannya kini sirna, hanya adiknya dan entah siapa yang datang menghampirinya. Karena Rizki tidak mengenal sosok Mbak Nining sama sekali.
Leo menangis tersedu-sedu sambil memeluk kakaknya. "Kak Kenapa Kakak bisa sampai seperti ini? Aku tidak menyangka Kakak sampai seperti ini." ucap Leo sambil menangis tersedu-sedu
"Sudahlah, tidak apa-apa jangan menangis. kakak baik-baik saja kok di sini. Tidak perlu khawatir. Lebih baik Kakak di sini ada yang memperhatikan. Daripada di luaran sana, di luar sana tidak ada yang sama sekali memperhatikan kita. Ibu saja sudah tidak peduli kepada kita, konon orang lain." ucap Rizki sambil mendudukkan bokongnya di depan Leo dan Mbak Nining.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN