
"Berhati-hatilah nak, karena kamu tahu sendiri orang-orang seperti itu pasti memiliki kekuatan dan juga anak buah yang dapat mereka andalkan, sehingga mereka ke terjun ke dunia hitam seperti itu. Ibu tidak mau kamu kenapa-kenapa, lakukan tugasmu sebagai aparatur negara. Jangan kamu terlena dengan sogokan sogokan yang diberikan orang-orang kepadamu, tegakkan hukum setegak tegaknya.
" Hukum orang, jika orang memang bersalah. Jangan kamu gelap mata melihat uang. Jika memang bersalah tidak salah kalau dihukum. Jadi ibu mohon kepada kamu, sebagai kamu seorang penegak hukum, kamu harus melakukan tugas dan tanggung jawabmu dengan baik." ucap Mbak Sukarti memberikan nasehat kepada putranya. Tak lupa Mbak Sukarti selalu mendoakan agar tugas putranya berjalan dengan lancar.
Sementara di tempat Lain Merry sudah tampak khawatir karena Yulianti tak kunjung kembali ke salon setelah beberapa jam berlalu. Padahal waktu yang sudah dijanjikan Yulianti sudah lewat beberapa menit. ia khawatir kalau Baskoro datang ke sana Yulianti belum kembali ke salon.
Ternyata yang dikawatirkan Merry benar adanya. Kalau Yulianti tak kunjung pulang ke salon, sekarang Baskoro dan anak buah lainnya sudah tiba di sana. Yulianti sengaja tidak memberitahu kepada anak buah Baskoro yang berjaga di salon, kalau Yulianti pergi melalui pintu belakang. Karena itu bisa akan membuat anak buah Baskoro melakukan tindakan kriminal terhadapnya.
"Di mana Yulianti?Apa dia sudah siap melakukan perawatan?" tanya Baskoro ketika dirinya sudah tiba di salon. Tampak Merry ketakutan melihat dan mendengar pertanyaan Baskoro. Sangking takutnya ia sampai gemetaran sambil menggigit kukunya.
"Kenapa kamu diam? di mana Yulianti? Apa dia sudah selesai melakukan perawatan? "Maaf Tuan, tapi Yulianti sudah selesai melakukan perawatan sekitar lima belas menit yang lalu. Dan Dia pamit sebentar keluar. Katanya ia ingin membeli sesuatu ke supermarket." ucap Merry tentunya berbohong. Karena ia khawatir kalau Baskoro akan marah besar kepadanya. Dan tidak menutup kemungkinan Merry juga dihajar habis-habisan oleh anak buah Baskoro.
"Bagaimana mungkin anak buahku ada di depan, Kenapa anak buahku tidak mengetahuinya?"
__ADS_1
"Saya kurang tahu Tuan, kebetulan setelah Yulianti selesai melakukan perawatan banyak pasien yang datang dan aku sibuk ketika dirinya berlalu dari salon ini." Merry berusaha untuk menutupi kebohongannya sebelumnya.
"Kamu jangan membohongiku, jika aku tahu kamu berbohong, kamu habis di tanganku." ancam Baskoro kepada Merry. Membuat Merry bergidik ngeri.
"Maaf Tuan, tapi saya tidak berbohong. Yulianti sekitar lima belas menit yang lalu berpamitan kepada saya, setelah melakukan pembayaran biaya perawatannya. Ia mengeluh sangat lapar, sehingga dirinya berniat untuk membeli makanan di supermarket yang ada di depan."ucap Merry terus menutupi kebohongannya.
Baskoro keluar dari salon itu dengan kemarahannya. Ia pun memberikan tamparan demi tamparan kepada anak buahnya, karena mereka tidak mengetahui kalau Yulianti pergi entah ke mana. "Sekarang juga, lakukan pencarian. Aku tidak mau tahu Yulianti harus segera ditemukan." ucap Baskoro yang baru menyadari kalau Yulianti sudah kabur dari salon itu.
Beberapa kali anak buah Baskoro melakukan pencarian, di sekitar supermarket yang lokasinya tidak jauh dari salon itu. Tapi hasilnya tetap nihil. Hal itu membuat amarah Baskoro semakin memuncak. Ia pun memberikan pelajaran yang sangat berarti untuk para anak buahnya yang berjaga di salon itu.
Sementara itu, Baskoro meminta salah satu anak buahnya untuk segera menghantarkannya ke rumah. Ia ingin melihat keberadaan Yulianti di sana, siapa tahu Yulianti pulang lebih dulu ke rumah. Tapi ketika dirinya sudah tiba di rumah dan memanggil-manggil nama Yulianti, mencari kesana kemari tapi tetap saja hasilnya nihil. Yulianti sama sekali tidak ada di rumah.
Emosi Baskoro semakin memuncak semua barang-barang yang ada di dekatnya ia hempaskan begitu saja, membuat rumah itu menjadi berserakan banyak pecahan kaca dan juga pot pot bunga berserakan di sana. Para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu pun, sudah ketakutan mereka hanya bisa diam tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Ada apa ini? mengapa Tuan marah sekali? gumam salah satu asisten rumah tangga yang ada di sana.
"Setelah aku dengar-dengar tadi, sepertinya Nyonya Yulianti melarikan diri. Mungkin dia tidak tahan mendapatkan siksaan yang diberikan Tuan kepadanya."
"Iya, seandainya aku pun di posisi Nyonya Yulianti, Aku akan melakukan hal yang sama. karena sudah pasti aku tidak sanggup mendapatkan siksaan seperti itu. Astaga, sungguh tidak bisa aku bayangkan Bagaimana Yulianti menjalani hari-harinya dengan pria yang memiliki kelainan yang sangat luar biasa itu." ucap salah satu asisten rumah tangga yang tampak melihat Tuan mereka marah membabi buta.
"Sssst.... jangan berisik, Aku tidak ingin pembicaraanmu itu didengar oleh Tuan yang dapat memancing kemarahannya kembali. Apa kamu mau menjadi bulan-bulanannya nanti?" ucap rekannya membuat para asisten rumah tangga itu langsung terdiam.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN