MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 68. HASIL NIHIL_ MIDJ


__ADS_3

Keesokan harinya Yulianti sudah tiba di kota Dumai. Ia langsung menuju alamat yang diberikan oleh Alina kepadanya. Sebelumnya Alina sudah menghubungi Mbak Nining yang tinggal di kota Dumai, Dia memiliki kantor penyalur tenaga kerja ke luar negeri.


Alina berharap Yulianti dapat diperkerjakan oleh Mbak Nining, agar Yulianti jauh dari Baskoro. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sekitar 40 menit dari loket bus menuju alamat yang diberikan oleh Alina, akhirnya Yulianti tiba di rumah milik Mbak Nining.


"Permisi! teriak Yulianti dari halaman rumah.


Mbak Nining keluar mendengar suara seseorang berteriak dari luar. Sebelumnya Alina sudah menghubungi Mbak Nining kalau Yulianti akan datang ke rumahnya.


"Iya, mencari siapa ya?" tanya Mbak Nining datang menghampiri Yulianti. "Saya Yulianti teman Alina. Apakah benar ini rumah Mbak Nining?" tanya Yulianti.


"Iya, saya Nining. Dan ini rumah saya silakan masuk, Oh ternyata kamu yang dikatakan Alina itu?" ucap Mbak Nining sambil mempersilakan Yulianti masuk ke dalam rumah.


Mbak Nining mempersilahkan Yulianti duduk di sofa yang berada di ruang tamu. lalu ia berpamitan ke dapur untuk sekedar membuatkan minuman dan cemilan untuk Yulianti.


"Silakan diminum, kamu pasti sudah lelah di perjalanan dan sudah pasti lapar." ucap Mbak Nining sambil mengembangkan senyumnya.


Yulianti membalas dengan senyuman. "Terima kasih Mbak, Maaf sudah merepotkan Mbak." ucap Yulianti.


"Tidak apa-apa kok, santai saja." ucapnya sambil menatap Yulianti dari ujung kaki hingga ujung rambut. Mbak Nining juga bertanya kepada Yulianti Apa tujuannya datang ke Dumai. Padahal Alina sudah memberitahu yang sebenarnya. Tapi Mbak Nining meminta kejujuran dari Yulianti.


Yulianti pun menceritakan segalanya kepada Mbak Nining, tanpa harus ada yang ditutup-tutupi. Ia Pun memohon kepada Mbak Nining agar mencarikan pekerjaan untuknya, supaya Yulianti dapat memberikan nafkah kepada kedua anaknya.


Tampak Mbak Nining berpikir, lalu ia pun teringat kalau salah satu anggota yang telah Ia kirimkan ke negeri Jiran Malaysia, sudah kembali ke Indonesia dan berniat tidak kembali ke sana lagi. Ia pun menawarkan kepada Yulianti untuk bekerja di Malaysia saja.

__ADS_1


"Begini saja. kalau kamu mau, kamu bekerja di di Malaysia saja." ucap Mbak Nining.


"Bagaimana mungkin aku bisa bekerja di sana sementara aku saja tidak memiliki paspor." "Kalau masalah paspor, itu bisa kita urus asal kamu memiliki KTP." ucap Mbak Nining kepada Yulianti.


" Aku memang memiliki KTP dan ada di sini. Tapi kartu keluarga saya ada di kampung. "Bolehkah kamu meminta kartu keluarga kamu itu di foto kan lalu dikirimkan ke nomor whatsapp-mu?" ucap Mbak Nining kepada Yulianti.


Tampak Yulianti berpikir sejenak. lalu ia menganggukkan kepalanya. Kalau Kartu keluarga itu bisa di foto kan, maka kamu tidak perlu khawatir, Aku akan mengurusnya. Aku banyak mengenal orang dalam mengurus paspor untukmu." ucap Mbak Nining meyakinkan Yulianti. Yulianti pun sepakat untuk bekerja di Malaysia. Ia sudah tidak peduli lagi pekerjaan apa yang diberikan oleh Mbak Nining kepadanya. Yang pasti Ia memiliki penghasilan. Dan ia terlepas dari Baskoro.


Sementara di tempat lain, Baskoro sudah tampak marah besar kepada para anak buahnya. Bahkan tak segan-segan Tuan Baskoro menyiksa anak buahnya yang bertugas menjaga Yulianti saat berada di salon itu.


Tuan Baskoro terus berteriak Memanggil nama Yulianti seolah dirinya tidak terima ditinggal begitu saja. Baskoro dan anak buahnya langsung menuju rumah kontrakan yang ditempati oleh kedua anak Yulianti dan ternyata kedua anak Yulianti sudah tidak tinggal di sana Lagi. Rumah itu sudah kosong membuat amarah Tuan Baskoro semakin membabi Buta.


Tuan Baskoro dan para anak buahnya berlalu dari sana. Dugaan Alina benar adanya, kalau Baskoro pasti akan mencari Yulianti ke rumah kost yang ditempati oleh Alina. Tuan Baskoro dan para anak buahnya langsung turun dari mobil mencari keberadaan Alina. Membuat Alina terhenyak. Ada beberapa orang lelaki bertubuh tegap, tinggi besar, mencari dirinya membuat orang-orang yang tinggal di rumah kos itu menjadi merasa ketakutan.


"Maaf, mau cari siapa ya? kenapa ramai-ramai seperti ini?" tanya ibu kos kepada para anak buah Tuan Baskoro.


"Alina ada, tapi sepertinya dia tidak memiliki tamu. Tapi tunggu, saya akan panggilkan Alina sekarang juga." ucap pemilik kos kepada anak buah Tuan Baskoro.


"Alina..... Alina....." beberapa kali ibu kos Memanggil nama Alina, hingga si yang punya nama pun keluar dari kamar kosnya.


"Iya Bu, ada apa memanggilku? tanya Alina pura-pura tidak mengetahui kehadiran Tuan Baskoro dan para anak buahnya di sana.


"Sda orang mencari kamu, apakah memang ada tamumu di kamar kost mu?" tanya ibu kos kepada Alina.

__ADS_1


Alina tidak langsung menjawab. ia memilih langsung turun. " Maaf, tapi aku tidak memiliki tamu mulai tadi malam. Aku hanya tidur sendiri di kamar kos ku." ucap Alina tapi anak buah Tuan Baskoro tidak percaya begitu saja dan memilih untuk langsung masuk ke kamar kos milik Alina, mencari keberadaan Yulianti di sana


Hal itu membuat amarah pemilik kos menjadi memuncak. "Ada apa, dan mengapa kalian masuk tanpa persetujuan dia? kalian Siapa sebenarnya?" teriak pemilik kos kepada para anak buah Tuan Baskoro.


"Kami mencari seseorang yang kami duga dia melarikan diri kesini."


" Sudah aku katakan dari tadi, tidak ada orang datang ke sini selain anak-anak kos yang tinggal di sini." ucap pemilik kos dengan lantang. Tak cukup hanya begitu saja, para anak buah Tuan Baskoro pun melakukan pencarian di sekitaran rumah kost yang ditempati oleh Alina dan hasilnya juga nihil.


"Tuan, sepertinya Yulianti tidak ada di tempat ini. Mungkin, dia sudah mengetahui kalau kita akan mencari ke rumah kos-kos temannya sehingga ia memilih tidak datang ke rumah kost ini." ucap salah satu anak buah Tuan Baskoro kepadanya.


Tuan Baskoro mengeraskan rahangnya. Emosi, kesal segalanya sudah bercampur aduk. Tuan Baskoro pun meminta kepada anak buahnya untuk segera kembali masuk ke dalam mobil,entah kemana mereka mencari Yulianti. Dia pasti belum jauh, aku yakin dia masih berada di sekitaran kota Medan." ucap salah satu anak buah Tuan Baskoro yang dibalas tatapan tajam dari Tuan Baskoro.


"Ya sudah, tunggu apa lagi! lakukan pencarian sekarang juga. Aku tidak mau wanita murahan itu terlepas begitu saja dan membawa barang-barang yang telah aku belikan untuknya." Tuan Baskoro belum mengetahui kalau mobil yang ia berikan kepada Yulianti sudah ia gadaikan ke salah satu pegadaian yang ada di kota Medan.


Walaupun mobil itu masih terparkir di garasi rumah. sertifikat rumah mewah yang dibelikan oleh Baskoro kepadanya juga langsung dicari oleh Tuan Baskoro di kamar yang selama ini ditempati Yulianti, dan alangkah terkejutnya Tuan Baskoro, sama sekali tidak melihat sertifikat rumah itu di sana. Membuat amarah Tuan Baskoro semakin membabi buta.


Seluruh barang-barang Yulianti ia hempaskan begitu saja, tak peduli apapun itu yang pasti amarahnya terluapkan. Anak buah Tuan Baskoro tampak sudah ketakutan karena mereka tak kunjung menemukan Yulianti.


" Kita tidak menemukan Yulianti, tapi kita harus menemukan kedua putranya. Jika kita menemukannya, kita akan siksa. Maka Yulianti pasti akan segera kembali." ucap Tuan Baskoro kepada para anak buahnya dibalas anggukan dari anak buahnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2