
Kini Yulianti sudah berada di sebuah gedung kosong, gedung ini merupakan rumah lama milik Nyonya Siti Halimah yang sudah lama tidak digunakan. Dulunya rumah ini di kontrakan untuk para TKW dari Indonesia. Tapi jalinan hubungan kerjasama perusahaan penyalur TKW dari Indonesia kepada salah satu perusahaan yang ada di negeri Jiran Malaysia, kini sudah putus. Sehingga, gedung itu tidak digunakan lagi menjadi Mess para TKW yang berasal dari Indonesia.
Tampak Yulianti belum sadarkan diri, Ia duduk di kursi, lalu tangan dan kakinya diikat, mulutnya ditutup dengan lakban hitam. Agar wanita itu tidak leluasa untuk berteriak minta tolong kepada siapa daja yang kebetulan melintas di sana. Tapi sepertinya orang-orang tidak mengetahui keberadaan Yulianti di sana, karena orang-orang juga mengetahui Siapa pemilik rumah kosong itu.
Mereka menduga kalau rumah itu akan digunakan lagi menjadi mess para TKW yang disalurkan dari berbagai negara. Sehingga orang-orang tidak ada yang mencurigai apa yang terjadi di dalam gedung itu. Apalagi gedung itu masih sangat terawat, karena nyonya Siti Halimah selalu mempekerjakan orang sekali seminggu untuk membersihkan rumah itu. Walaupun rumah bertingkat tiga itu tidak dihuni seorang pun, tapi Nyonya Siti Halimah selalu meminta seseorang untuk membersihkannya.
Setelah menunggu beberapa waktu, Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 malam, Nyonya Siti Halimah menghentikan mobil miliknya di pekarangan rumah. Perlahan ia berjalan memasuki gedung itu, di mana Yulianti berada dijaga oleh beberapa anak buah Nyonya Siti Halimah.
Nyonya Siti Halimah diikuti oleh dua orang pengawalnya. Kini ia sudah menatap Yulianti yang berada di ruangan gelap hanya disinari lampu kecil saja. Nyonya Siti Halimah menghidupkan lampu besar agar ia dapat melihat wajah Yulianti seorang wanita penghianat dan duri dalam rumah tangga Siti Halimah dan Tuan Zulkifli.
"Apa yang seharusnya kita lakukan kepada wanita ini nyonya? ucap beberapa anak buah Nyonya Siti Halimah.
"Terserah kalian mau apain dia. Tapi ingat jangan sampai dia mati, Aku tidak ingin dicap menjadi seorang pembunuh. Ingat jangan pernah sebut-sebut namaku, jika suatu saat terjadi apa-apa.ucap Nyonya Siti Halimah sambil langsung memberikan bayaran kepada beberapa orang pria suruhannya.
Nyonya Siti Halimah mengambil puntung rokok yang kebetulan anak buah Nyonya Siti Halimah merokok di sana. I?a mendekati Yuliati sambil langsung menempelkan rokok yang menyala itu ke wajah cantik Yulianti, Ia tidak ingin Yulianti memanfaatkan wajah cantiknya untuk merusak rumah tangga orang lain.
Saat Nyonya Siti Halimah menempelkan puntung rokok yang masih menyala itu ke wajah cantik Yulianti, sontak Yulianti langsung terbangun dari pingsannya.
Iya meringis kesakitan. Perlahan mengumpulkan kesadarannya, Ia membuka kedua netranya langkah terkejutnya dia melihat Nyonya Siti Halimah di sana.
__ADS_1
"Nyonya apa yang anda lakukan? Kenapa anda melakukan ini kepadaku? apa salahku? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Yulianti kepada Nyonya Siti Halimah. seolah-olah dirinya tidak memiliki kesalahan sedikitpun kepada Nyonya Siti Halimah.
Nyonya Siti Halimah tersenyum sinis menatapnya. "Tidak perlu kamu berpura-pura kepadaku ular bludak, Aku tahu kamu wanita seperti apa. Jangan Kamu kira aku diam selama ini, aku tidak memantau gerak-gerik kamu. Kalau Upik abu akan tetap saja Upik abu, kamu kalau menjadi pembantu tetap saja menjadi pembantu. Jangan mimpi kamu menjadi Nyonya di rumah, yang selama ini saya tempati bersama suami saya Zulkifli.
Saya tahu kamu yang lebih dulu menggoda suami saya, suami saya yang tidak mendapatkan kepuasan dari saya lagi, karena penyakit yang saya derita. Sehingga langsung tergoda olehmu. Kamu merasa di atas awan saat ini.. Aku sengaja berpamitan di hadapanmu pergi untuk check up ke rumah sakit yang ada di Singapura, itu hanya akal-akalanku saja.
Agar aku dapat mengetahui kebusukan dan pengkhianatan yang kalian perbuat di belakangku. Ingat! suamiku Zulkifli tidak akan ada apa-apanya tanpa aku. Karena perusahaan yang dipimpin oleh suamiku itu, atas namaku semua. Jadi kamu jangan bermimpi, Jika aku mati nanti, harta warisan itu kelak jatuh ke tanganmu, oh no! tidak mungkin, aku tidak sebodoh itu. Karena itu sudah kau Wariskan kepada anak-anakku.
"Tolong lepaskan aku Nyonya, aku tidak pernah menghianati Nyonya. Aku selama ini bekerja dengan baik di sana. Jadi tolong lepaskan Aku nyonya." mohon Yulianti tapi Nyonya Siti Halimah memberikan pelajaran yang sangat berarti buat Yulianti.
Setelah menempelkan beberapa kali puntung rokok ke wajah cantik Yuliati, hingga Yulianti pun meringis kesakitan membuat kulit wajah Yulianti melepuh. lalu Nyonya Siti Halimah bangkit dan memerintahkan kepada beberapa anak buahnya untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Lalu Yulianti dilepaskan begitu saja, tapi Nyonya Siti Halimah tidak akan menerima Yulianti tinggal di rumahnya lagi atau bekerja.
Tuan Zulkifli sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Yulianti, karena nyonya Siti Halimah memberitahu kepada Tuan Zulkifli kalau dirinya sedang berada di Singapura. Padahal Ia hanya ingin mengintai Apa saja yang mereka lakukan.
Tuan Zulkifli mondar-mandir di ruang tamu, tapi ia tidak mengetahui kemana Yulianti pergi.
Ia berusaha menghubungi nomor ponselnya Yulianti, tapi sama sekali tidak tersambung. Karena anak buahnya sudah langsung mematikan ponselnya, bahkan ponsel itu saat ini sudah berada di tangan oleh anak buah Nyinyn Siti Halimah.
Sementara di tempat lain tepatnya di kota Jakarta, Faisal Leo dan juga Helena sudah tiba di rumah utama keluarga Anggara. Di mana selama ini Faisal dan Helena tinggal di rumah besar dan mewah Itu. Tampak Leo terkagum melihat suasana rumah yang begitu mewah dan besar. Ia menganggap kalau rumah itu seperti istana.
__ADS_1
"Ayah Ini rumah siapa? Tanya Leo kepada Faisal yang tampak terheran-heran melihat situasi di sana.
"Ini rumah kita sayang," sahut Helena sambil mengembangkan senyumnya menatap Leo dengan tatapan penuh arti. entah Mengapa Helena langsung begitu dekat dengan Leo.
Ia menganggap Leo seperti putranya sendiri
Entah karena saat ini dokter memvonis Helena sulit untuk memiliki anak, karena rahimnya tidak memungkinkan untuk hamil saat ini. Padahal Faisal dan Helena sudah menikah beberapa tahun silam. Tapi tak kunjung dikaruniai seorang anak.
Sementara Abian tampak bahagia menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang polisi. Tampak Gibran juga bangga sekali memiliki adik sepupu seperti Abian yang berprestasi kesatuannya. Ia benar-benar bersyukur memiliki seorang adik yang berprestasi, hingga namanya pun dikenal oleh banyak oleh orang-orang kesatuannya.
"Alhamdulillah, ternyata anakku Bukan hanya berprestasi di sekolah. Tapi di kesatuannya juga dia berprestasi,"semoga anakku bekerja dengan amanah dan tidak tergoda dengan kenikmatan duniawi." doa Erlita dalam hati memperhatikan putranya saat datang mengunjunginya di rumah yang selama ini di tempat Erlita dan kedua adik Abian.
John yang kebetulan ada di sana pun, mengembangkan senyumnya menata putranya yang tampak sudah semakin tampan, sudah berwibawa dengan menggunakan dinas polisi datang menghampiri Erlita, dan kedua adiknya
Ada kebanggaan tersendiri di hati Erlita, walaupun dirinya single parent, tidak menjadi penghalang baginya untuk membuat anak-anaknya kelak berhasil.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN