MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 54. KEADAAN MENGENASKAN _ MIDJ


__ADS_3

Anak buah Tuan Baskoro menatap Yulianti yang tampak mengenaskan. Mereka hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala melihat apa saja yang sudah dilakukan bos besar mereka terhadap wanita itu. Tapi apa daya wanita itu Sudah menandatangani surat pernyataan dan surat perjanjian sebelum mereka melangsungkan pernikahan siri dan itu dilakukan oleh Yulianti secara sadar.


Yulianti melakukan itu hanya karena gelap mata dengan iming-iming harta kekayaan yang diberikan oleh Baskoro kepadanya. Tapi ia tidak mengingat apa saja yang dilakukan Baskoro sebelum dirinya menikahi Yulianti.


Kini Yulianti sudah dibaringkan di atas tempat tidur dan dokter datang memeriksa kondisi kesehatan Yulianti. Dokter yang selama ini menjadi dokter pribadi Tuan Baskoro, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia sudah mengetahui kebiasaan buruk Tuan Baskoro, sehingga ia pun tidak perlu mempertanyakan hal itu lagi.


Dokter itu langsung mengobati luka yang dialami oleh Yulianti, Ia juga memberikan cairan infus untuk membantu asupan gizi dan makanan ke tubuh Yulianti yang belum sadarkan diri. Terlihat tubuh Yulianti sangat lemah.


Beberapa jam Setelah dokter memberikan suntikan obat ke tubuh Yulianti, akhirnya Yulianti sudah sadarkan diri. Ia menatap langit-langit kamar itu, perlahan ia melirik ke kanan dan ke kiri. Tak ada sosok Tuan Baskoro di sana, yang ada hanya seorang lelaki berpakaian putih dan beberapa orang anak buah Tuan Baskoro berjaga di sana.


"Apa Anda sudah merasa baikan?" tanya dokter itu kepada Yulianti. Yulianti tidak menjawab, Dia hanya terdiam. Dia menyesal telah menyetujui menikah dengan pria yang telah memberikannya harta yang berlimpah tetapi siksaan demi siksaan ia terima. Kini kondisi fisik Yulianti tidak baik-baik saja. Yang dulunya ia terlihat berparas cantik, anggun, dan juga menarik. Tapi saat ini begitu menyedihkan.


"Entahlah, Apa yang akan terjadi nantinya. yang pasti saat ini Yulianti sudah menyesal menikah dengan pria kaya raya, tetapi ia harus mendapatkan siksaan yang bertubi-tubi.


Salah satu anak buah Baskoro menghampirinya. "Yang sabar ya Nona, yah begitulah resikonya. Makanya beberapa kali Tuan Baskoro menikah, tak ada seorangpun wanita yang bertahan dengannya. Bahkan banyak dari antara mereka yang melarikan diri dan juga bunuh diri." ucap seorang anak buah Tuan Baskoro yang terlihat iba melihat kondisi fisik Yulianti


Dokter itu meninggalkan Yulianti dan beberapa anak buah Tuan Baskoro, setelah memberikan obat kepada Yulianti. "Saya pamit dulu ya, Jangan lupa makan obatnya dengan rutin agar kamu cepat sembuh." ucap dokter itu sambil berlalu meninggalkan Yulianti bersama anak buah Baskoro di kamar itu.


"Apa yang terjadi?Mengapa kamu sampai babak belur seperti ini? tidak biasanya Tuan Baskoro Sampai memperlakukanmu separah ini." ucap salah satu anak buah Baskoro kepada Yulianti.

__ADS_1


Yulianti terdiam, tak menjawab pertanyaan pria muda berparas Tampan itu. "Lebih baik kamu jujur, siapa tahu kami bisa membantu kamu." ucap pria itu.


"Aku ingin keluar dari penjara emas ini. Aku ingin menyudahi pernikahan ini, aku sudah tidak sanggup lagi." ucap Yulianti jujur. Pria itu terdiam.


"Seharusnya sebelum kamu mengambil keputusan untuk menikah dengan Tuan Baskoro, seharusnya kamu berpikir terlebih dahulu karena sebelumnya kamu sudah diperlakukan tidak baik saat kamu masih belum sah menjadi istrinya." Sahut pria itu yang mampu membuat Yulianti terdiam.


"Terus apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Jangan membantah Tuan Baskoro dan jangan sesekali kamu berniat untuk meninggalkan Baskoro. Jika kamu bersikap baik dan terus melayani apa keinginannya, dia akan luluh kembali kepadamu dan tetap akan selalu menyayangimu." ucap pria itu sambil meninggalkan Yulianti.


Yulianti hanya bisa menangis meratapi nasibnya ia terima saat ini. Sekilas ia membayangkan kedua putranya yang ia tinggal begitu saja demi menikah dengan pria yang sama sekali tidak dikenal kedua putranya.


"Maafkan Ibu telah meninggalkan kalian, Aku harap kalian memahami situasi ibu saat ini. Aku ingin kalian hidup layak tidak seperti dulu." Yulianti meratapi nasibnya.


Baskoro saat ini sedang berada di rumah utama miliknya, sedang menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta. Anak buahnya yang tadinya berjaga di depan kamar Yulianti datang menghampiri Tuan Baskoro.


"Maaf Tuan, dokter sudah memeriksa dan mengobati Nyonya Yulianti.


"Terus?

__ADS_1


"Nyonya Yulianti sudah sadarkan diri dan dokter sudah memberikan pengobatan dan menyuntikkan obat penghilang rasa nyeri kepada Nyonya Yulianti." ucap anak buah dan Baskoro memberitahu.


"Bagus kalau begitu, kamu terus berjaga di sana. Jangan sampai dia kabur. Jika dia sampai kabur, maka aku tidak akan memaafkan kamu." ucap Tuan Baskoro.


"Baik Tuan." sahut pria berparas tambang itu dan langsung berpamitan kepada tuan Baskoro untuk kembali ke kamar Yulianti.


Di tempat lain, Aska dan Abian sedang menikmati menu makanan yang dimasak oleh Erlita siang itu setelah pulang dari sekolah. Di kesehariannya Erlita masih tetap sibuk di warung sembako miliknya. Seperti biasanya ia melayani para pembeli dengan senyum dan ramah.


Terlihat para anak kost dekat warung sembako milik Erlita dan juga tetangga-tetangga Erlita memang sering sekali belanja ke tempatnya, dibandingkan ke swalayan swalayan terdekat. Karena Erlita memberikan harga di bawah dari harga swalayan. Ia tidak ingin meraup keuntungan yang banyak, digunakan yang penting baginya dagangannya terjual walaupun untungnya sangat tipis. Tetapi barang dagangannya bertukar setiap hari.


Abian datang menghampiri Erlita yang tengah sibuk melayani para pembeli. "Ibu lihat deh, ada yang pesan produk yang aku pasarkan melalui sosial media milikku. Sepertinya aku akan memiliki keuntungan lagi." ucap Abian merasa bahagia telah mendapatkan orderan dari produk yang ia pasarkan di sosial media miliknya, Dan kini ia akan meraih keuntungan yang lumayan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN.

__ADS_1


__ADS_2