MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 7.MEYAKINKAN _MIDJ


__ADS_3

"Ya sudah, nanti akan Mas pertimbangkan. Tapi untuk saat ini biarkan Mas istirahat dulu lelah rasanya." ucap John kepada Erlita dibalas anggukan dari Lita. Ingin rasanya dirinya menampar John yang telah membohongi dirinya.


Tiba-tiba suara tangis Putra keduanya pun terdengar jelas di telinganya, hingga dirinya pun langsung bangkit dari tempat duduknya meraih putranya. Cup.... Cup cup cup diam Sayang, Mama ada di sini." ucap Erlita sambil langsung menggendong putranya.


sementara John seolah tidak peduli dan memilih untuk langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sementara Putra sebelumnya sudah bangun lebih awal setelah Erlita bangun lebih dulu.


Abian meminta kepada Erlita untuk menyiapkan pakaian sekolahnya. lalu Abian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dibantu oleh Erlita,sekalipun Erlita sedang menggendong tubuh Putra keduanya.


Abian dengan semangat ingin berangkat ke sekolah. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Ia memakai dinas sekolah kebanggaannya. "Bu Apakah Abian sudah rapi dan tampan saat ini?" tanya Abian kepada Erlita dibalas senyuman dari Erlita.


"Putra sulung mama sudah sangat tampan. Apakah kamu ingin segera berangkat ke sekolah?


"Iya Bu, Abian takut telat Soalnya kata ibu guru, Abian tidak boleh telat ke sekolah. karena kalau kita disiplin waktu semenjak kecil, maka sampai besar nanti kita akan


terbawa-bawa disiplin waktu itu kata miss." ucap Abian.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Putra sulungnya, Erlita mengembangkan senyumnya dan ia merasa bahagia melihat putranya yang sangat bijak.


Erlita meraih tubuh putranya lalu memberikan kecupan hangat di wajah tampan Abian. Setelah sarapan Erlita juga menyiapkan bekal untuk putranya. lalu dengan menggendong Putra keduanya, dia menghantarkan Putra sulungnya ke sekolah yang kebetulan tidak jauh dari rumah kontrakannya.


Sementara John yang berada di rumah, masih terlihat tertidur pulas padahal Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang. Saatnya juga Abian sudah pulang sekolah. Kali ini Abian pulang sendiri tanpa dijemput oleh Erlita.


Kebetulan anak tetangga Erlita juga satu sekolah dengan putranya sehingga mereka bisa pulang bareng. "Assalamualaikum Sapa Abian ketika dirinya sudah tiba di rumah pulang dari sekolahnya."


"Waalaikumsalam, eh putra mama sudah pulang, kenapa tidak menunggu mama menjemput?


"Maafkan mama ya Sayang, tidak menjemput kamu."


"Tidak apa-apa ma."


mendengar suara putranya sudah pulang Jon bangkit dari tidurnya karena sudah menunjukkan pukul 11.30. Entah karena perutnya sudah lapar, hingga dirinya Tidak besar lagi memejamkan matanya. dan memilih untuk bangkit berdiri.

__ADS_1


Seperti biasa Ernita menghabiskan hari-harinya menjaga kedua putranya dan menjaga warung kecil miliknya. Ada beberapa orang pria dan wanita nongkrong di warung kecil miliknya sambil meminum kopi yang ia suguhkan di sana.


Erlita sudah tidak peduli lagi dengan video yang ia dapatkan dari nomor yang sama sekali tidak ya ketahui nomor siapa. Dan dia juga tidak peduli lagi akan tingkah suaminya Ia membiarkan begitu saja. Apalagi kedua putranya masih terlalu kecil jika permasalahan ini akan semakin ribet kelak. iya masih berusaha untuk meredam emosi yang sudah meluap-luap dalam hati.


"Kamu masak apa?


"Ayam goreng dan tumis kangkung. Apa Mas mau makan sekarang? perlita masih mencoba bersikap manis terhadap suaminya. Walaupun dalam hati sudah sangat emosi dan ingin sekali menggambar suaminya.


Tapi Ia kali ini masih tetap bertahan, agar keluarganya tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah tangganya. sungguh beres tapi sepertinya John tidak ingin memperbaiki dirinya. Walaupun Erlita sudah berbaik hati kepadanya tapi makin hari John semakin ngelunjak.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2