MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 52. INGIN MEREBUT KEMBALI_ MIDJ


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian setelah pernikahan Yulianti dengan Baskoro, tampak Baskoro semakin semena-mena terhadap Yulianti. Yulianti semakin tidak bisa berkutik siksaan demi siksaan telah ia terima sebelum melakukan hubungan suami istri dengan Tuan Baskoro.


Yulianti tidak bisa membantah. Karena Yulianti Sudah menandatangani surat perjanjian sebelumnya. Malam itu Yulianti dilanda ketakutan, setelah Baskoro memasuki kamar yang selama ini ia tempati. Bayang-bayang penyiksaan sebelum melakukan hubungan suami istri, sudah terbesit di bayangan Yulianti.


Baskoro memeluk Yulianti dari belakang saat Yulianti duduk di depan meja rias. Menatap pantulan wajahnya yang belum sepenuhnya pulih, akibat bogeman yang dilakukan oleh Baskoro terhadapnya. Kini Ia harus mendapatkan bogeman kembali. Ia berusaha untuk tidak melakukan malam ini.


"Sayang hari ini aku datang bulan, boleh nggak kita melakukannya di lain waktu saja."ucap Yulianti berusaha untuk menghindar dari Baskoro.


"Serius kamu, kalau kamu saat ini sedang datang bulan?"


"Iya Sayang, mana mungkin aku berbohong kepadamu." ucap Yulianti karena dirinya masih merasa kesakitan atas apa yang diperbuat oleh Baskoro malam itu. Sehingga mau tidak mau Yulianti harus berbohong saat ini.


Tuan Baskoro berdecak kesal. Ia langsung keluar dari kamar yang selama ini ia tempati bersama Yulianti semenjak dirinya menikah dengan Yulianti. "Sayang Apakah aku bisa keluar sebentar?" tanya Yulianti kepada Baskoro penuh harap.


"Memangnya kamu mau ke mana? nanti biar anak buah saya yang menghantarkan kamu." ucap Baskoro.


"Aku hanya sangat merindukan kedua Putra aku, apa kamu mengijinkanku untuk bertemu dengan mereka?


"Apa?


"Bukankah kamu sebelumnya mengatakan kalau kamu ingin bekerja di luar negeri kepada mereka? Jika kamu pergi menemui mereka saat ini, mereka tidak akan percaya kalau kamu bekerja di luar negeri. Jadi menurutku kau urungkan saja niatmu untuk menjenguk kedua anakmu." sahut Baskoro.


Yulianti tampak berpikir sejenak. Di satu sisi apa yang dikatakan Baskoro benar adanya. Di satu sisi juga ia sangat merindukan kedua putranya. Tapi ia sudah terlanjur melangkah, sungguh tidak mungkin jika dirinya kembali saat ini. Kedua anaknya pasti mereka tidak akan percaya kalau dirinya bekerja di luar negeri.

__ADS_1


Baskoro tidak memberikan izin kepada Yulianti untuk pergi menjenguk kedua putranya, tapi Baskoro mengizinkan Yulianti pergi ke sebuah salon untuk mempercantik dirinya. Yulianti tidak lupa mengirimkan sejumlah uang kepada kedua putranya. Ia tidak ingin kedua putranya tidak kekurangan suatu apapun,walaupun dirinya tidak bersama mereka.


Rizki dan Leo sudah tampak menikmati hari-hari mereka Tanpa kehadiran seorang ibu. Rizky kecewa melihat kepergian ibunya walaupun ibunya mengirimkan sejumlah uang kepada mereka. Mereka tidak hanya membutuhkan uang itu, tetapi mereka juga membutuhkan kasih sayang dari Yulianti.


"Kamu di mana, Kenapa belum pulang dari sekolah?" tanya Leo kepada Rizki saat Leo sudah Melihat jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam. Sehingga Ia memutuskan untuk menghubungi Rizki yang sudah duduk di bangku SMP.


"Kakak lagi di luar bermain bersama teman-teman kakak. Jika kamu makan, makan aja sendiri dulu. Dan enggak usah perlu menunggu Kakak." sahut Rizki di dalam sambungan telepon selulernya.


"Tapi ini sudah malam, seharusnya Kakak sudah pulang. Jam pulang sekolah pukul satu siang ini sudah jam tujuh malam Kakak tak kunjung pulang ke rumah." pinta Leo agar Rizki segera kembali ke rumah.


"Sudah tidak perlu kamu kuatir, yang pasti Kakak bersama teman-teman kakak." ucap Rizki lalu langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak membuat leo sedikit kesal terhadap kakaknya.


Rizki sedang menikmati hari-harinya bersama teman-temannya. Tampak Rizky sudah bergaul dengan orang-orang yang tak patut dicontoh. Rizky kekurangan kasih sayang dan kurang perhatian dari orang tua, hingga dirinya pun mudah terjerumus. Dan terjun ke pergaulan bebas.


Rizky juga sudah kenal yang namanya dunia malam. Dan sudah kerap sekali pergi ke cafe remang remang. Apalagi saat ini ia bebas menggunakan yang di kirimkan Yulianti kepada mereka. Dan Rizki juga kerap sekali meminum minuman alkohol hingga dirinya mabuk pulang ke rumah. Rizki sudah jarang sekali pulang ke rumah dan memilih menghabiskan waktu dengan teman temannya.


Sehingga Leo lebih sering menghabiskan waktu sendiri dibandingkan dengan sang kakak. Bahkan kerap sekali Rizki tidak masuk ke sekolah, sehingga beberapa kali surat panggilan dari sekolah pun datang ke rumah.


Leo tidak mampu berbuat apa-apa. Ia hanya bisa pasrah berharap kakaknya Rizki kembali berubah tidak seperti sekarang ini.


Sementara di tempat lain terlihat Hamdan sudah menunggu kedatangan Erlita untuk menemui dirinya sesuai dengan janji yang dikatakan oleh Hamdan sebelumnya kalau dirinya akan datang ke Medan. Kebetulan ada salah satu kasus yang sedang ia tangani Hamdan di kota Medan. Sehingga di sela-sela pekerjaannya Hamdan ingin sekali bertemu dengan Erlita.


Erlita yang merasa berhutang Budi kepada Hamdan. Ia tidak bisa menolak permintaannya untuk sekedar makan bersama dengan orang yang sudah membantu dirinya, saat menyelesaikan persoalan yang ia hadapi Beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Erlita berpamitan kepada Abian dan Aska untuk pergi menemui Hamdan. Tidak lupa Erlita selalu membawa Arini ke mana saja. Ia tidak ingin meninggalkan Putrinya satu-satunya, apalagi jika ia bertemu dengan seorang lelaki. Erlita tidak ingin tanggapan orang terhadapnya menjadi buruk, jika dirinya tidak membawa seorang anak.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit, kini Erlita tiba di sebuah Mall besar yang ada di kota Medan. Erlita celingukan melihat ke arah restoran, di mana sebelumnya Hamdan sudah memberitahu di mana Dirinya saat ini menunggu Erlita.


Hamdan melambaikan tangannya agar Erlita melihat dirinya duduk di pojok restoran. Erlita menggandeng tangan Arini masuk ke dalam restoran, setelah ia melihat keberadaan Hamdan di sana.


"Maaf Mas, sudah membuat Mas lama menunggu." ucap Erlita Tidak enak hati.


"Tidak kok, aku baru sampai sekitar lima menit yang lalu, Ayo silakan duduk." ucapnya sambil langsung meraih tubuh Arini kepelukannya, lalu memberikan kecupan hangat di wajah cantik Arini yang tampak menggemaskan.


Setelah memesan menu makanan yang akan mereka santap sore itu, tampak Erlita dan Hamdan menikmati menu makanan sambil ngobrol bersama. Teringat masa lalu saat mereka masih duduk di bangku SMA. membuat keduanya pun tertawa saat mengingat tingkah laku konyol mereka sampai dihukum oleh guru saat duduk di bangku SMA.


Tanpa mereka sadari sepasang Mata memperhatikan keduanya, yang tampak terkekeh sambil menikmati menu makanan. terlihat dari raut wajah sepasang Mata wanita yang menjadi pemicu keretakan rumah tangga Erlita dengan John Kurniawan, sangat kesel melihat wanita itu merasa bahagia saat ini.


"Dasar wanita sok suci."gumamnya dalam hati sambil memicingkan matanya ke arah Erlita dan Hamdan. Apalagi ia melihat Hamdan tampak dekat dengan Arini yang sedang berceloteh sambil menikmati es krim yang dipesan oleh Hamdan sebelumnya.


"Ingat, aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia. Aku ingin tahu sejauh Apa hubungan kamu dengan pria itu. Aku akan kembali merebut laki-laki yang dekat dengan kamu. Enak saja! aku lihat lelaki itu tampak berkelas dan memiliki uang yang banyak. Mungkin dengan aku mendekatinya dan menjalin hubungan dengannya, aku bisa meninggalkan Baskoro." gumam Yulianti terbesit di dalam hatinya ingin merebut Hamdan dari Erlita. Ia mengira Kalau Hamdan itu merupakan kekasih atau calon suami Erlita menggantikan John Kurniawan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2