MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 81. CURIGA_ MIDJ


__ADS_3

"Kamu dari mana saja?"


"Kenapa baru pulang Hingga jam segini?" tanya Nyonya Siti Halimah kepada Yulianti yang tampak terlalu lama membelanjakan bahan makanan ke supermarket.


Padahal jarak antar supermarket ke rumah, tidak terlalu jauh. Hal itu yang membuat Nyonya Siti Halimah sedikit curiga terhadap Yulianti.


Tapi Yulianti berusaha untuk menutupi kebohongannya.


"Maaf Nyonya, jalanan tadi lumayan macet. Di samping itu kasirnya mengantri sehingga aku agak lama sedikit." ucap Yulianti berbohong.


"Ini tidak lama sedikit lagi, tapi lama bangat. Kamu dari mana saja sih?


"Tidak darimana mana Nyonya, hanya saja seperti yang aku katakan sebelumnya, kalau jalanan macet dan kasir mengantri di supermarket." sahut Yulianti


Nyonya Siti Halimah menatap Yulianti mencoba mencari kebohongan di sana. Tampak Nyonya Siti Halimah sudah mulai curiga terhadap Yulianti. Tapi untuk saat ini nyonya Siti Halimah belum memiliki bukti apa apa. Ia tidak mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Yulianti di luar sana.


Ia juga sudah merasa curiga kalau Yulianti memiliki hubungan khusus dengan suaminya, mengingat sikap dan tingkah laku suaminya terhadap Nyonya Siti Halimah, sangat berubah drastis. Mulai dirinya pergi ke Singapura untuk melakukan pengobatan.


"Jika dia berbohong, maka tidak selamanya kebohongan itu kekal. Aku akan menyelidikinya dengan caraku sendiri." gumam Nyonya Siti Halimah di dalam hati.


Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Nyonya Siti Halimah terdengar jelas di telinganya. Ia yang sedang duduk di atas sofa langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja, melihat yang menghubungi dirinya merupakan nomor ponsel suaminya.


"Tumben Abi menghubungiku di jam sekarang, padahal sudah beberapa bulan terakhir ini dia jarang menghubungiku kalau dia berada di kantor." gumang Nyonya Siti Halimah di dalam hati. Tapi daripada penasaran, Nyonya Siti Halimah pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada tuan Zulkifli.

__ADS_1


"Halo Assalamualaikum Abi,"Sapa Nyonya Siti Halimah


"Waalaikumsalam umi, lagi apa sekarang?" tanya Tuan Zulkifli penuh selidik.


"Tidak ngapa-ngapain Abi, hanya saja ingin menonton televisi saja di ruang tamu. Ada apa tumben menghubungiku jam segini Abi?"


"Apa salah, Abi menghubungi umi jam segini? tanya Tuan Zulkifli


"Tidak, hanya saja akhir-akhir ini, Abi Sudah jarang sekali menghubungi Umi, apalagi saat Umi berada di Singapura menjalani pengobatan di sana,Abi sudah jarang sekali menghubungi Umi seperti ini. Sehingga umi bertanya-tanya dalam hati." ucap Nyonya Siti Halimah yang mampu membuat Tuan Zulkifli terhenyak. Ternyata istrinya itu menyadari kalau ada jarak diantara mereka akhir-akhir ini.


"Maaf umi, bukan Abi sengaja melakukan itu, tapi Umi tahu sendiri, kalau Abi selama ini sangat sibuk di kantor. Tapi untuk saat ini Abi tidak terlalu sibuk, sehingga Abi bisa menghubungi Umi saat ini." ucap Tuan Zulkifli meyakinkan Nyonya Siti Halimah.


Meski masih mengganjal di dalam hati nyonya Siti Halimah, tapi Nyonya Siti Halimah berusaha untuk percaya kepada suaminya. Entahlah, sepertinya suaminya menyembunyikan sesuatu. Tapi apa? Nyonya Siti Halimah sama sekali tidak mengetahuinya.


Sementara Yulianti yang mendengar percakapan antara Nyonya Siti Halimah dengan Tuan Zulkifli tampak menatap Nyonya Siti Halimah dengan tatapan tajam dari kejauhan. Seolah-olah dirinya tidak ingin mendengar Nyonya Siti Halimah berbicara dengan Tuan Zulkifli. Ada rasa cemburu dihatinya kalau Tuan Zulkifli memperhatikan istinya. Padahal di tidak sadar yang istri sebenarnya itu nyonya Siti Halimah bukan dirinya.


Yulianti menginginkan Nyonya Siti Halimah enyah dari muka bumi ini. Agar dia berkuasa dirumah itu. "Kalau saja dia mati sekarang, pasti aku akan menjadi Nyonya di rumah ini, bukan malah pembantu seperti ini." gumam Yulianti dalam hati sambil senyum sumringah. Membayangkan kalau dirinya akan menjadi nyonya besar di rumah majikannya sendiri.


****


"Ini saatnya aku mencari kedua Putraku..Aku tidak akan membiarkan mereka hidup terus bersama Yulianti." gumam seorang pria berusia sekitar 45 tahun yang sedang duduk termenung di sebuah balkon rumah yang selama ini ia tempati. Semenjak ia berpisah dengan mantan istrinya beberapa tahun yang lalu, dia tidak pernah berkomunikasi lagi dengan kedua putranya.


Penghinaan istrinya terhadapnya membuat dirinya meninggalkan istrinya dan memilih untuk bercerai kala itu. Apalagi kebiasaan buruk mantan istrinya, yang kerap sekali berselingkuh di belakangnya dengan alasan dia tidak mampu memberikan kehidupan layak terhadap mantan istrinya, sehingga dengan terpaksa pria itu Akhirnya memilih untuk bercerai.

__ADS_1


Pria itu bernama Faisal Basri yang dulu berprofesi sebagai buruh bangunan di sebuah proyek. Apalagi terkadang Faisal bekerja dan terkadang tidak. Membuat Yulianti selalu meremehkan suaminya. Ia merasa kalau suaminya tidak mampu menghidupi kehidupan mereka sehari-hari.


Padahal Faisal selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik, jika ada pekerjaan dia tidak pernah menolak sekalipun itu upahnya terlalu kecil menurutnya. Tapi daripada tidak ada penghasilan, Faisal selalu mengerjakannya agar dia dapat menafkahi istri dan kedua anaknya.


Tetapi tetap sama saja. Di mata Yulianti suaminya tetap saja salah tidak sempurna. hingga Dia memiliki alasan untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain, dengan alasan lelaki itu bisa memberikannya kemewahan dan memberikan apa yang ia inginkan.


Merasa tidak tahan lagi, karna berulang kali dikhianati oleh Yulianti, sehingga Faisal memilih untuk bercerai. Karena Faisal tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Sehingga masuk kedua anaknya jatuh ke tangan Yulianti. Apalagi kedua anaknya saat duduk masih di bawah umur.


Faisal harus menelan pil pahit jauh dari kedua putranya. Ia pun bertekad merantau ke ibukota berniat untuk merubah nasib, berawal jadi buruh bangunan di ibukota iya akhirnya memberanikan diri untuk mulai menjadi seorang pemborong.


Dan saat ini sudah memiliki perusahaan sendiri, yang bergerak di bidang properti. Apalagi setelah ia menikah dengan Putri dari seorang pengusaha kaya raya, putri dari seorang bos tempat Faisal bekerja kala itu.


Membuat hidup Faisal saat ini berubah drastis.Saat Ia hidup bergelimangan harta sekarang. Dengan persetujuan dari sang istri, ia Pun berniat mencari kedua putranya. Ia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi terhadap Rizki.


Faisal berniat untuk kembali ke kota Medan, mencari keberadaan putranya Bersama sang istri.


"Apa kamu yakin Sayang kalau kedua Putra kamu masih berada di kota Medan? tanya Helena kepada Faisal.


"Tidak ada salahnya sayang, kita mencari mereka awalnya dari Medan. Mungkin dari sana, kita akan mendapat petunjuk keberadaan mereka saat ini di mana." ucap Faisal yang dibalas bukan dari Helena.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2