MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 14. HEALING _MIDJ


__ADS_3

Hamdan sudah mengetahui apa yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga Erlita selama ini. Entah dari mana ia mengetahui yang pasti Erlita sama sekali tidak mengetahuinya.


Kali ini Hamdan benar-benar nekat ingin bertemu dengan Erlita dan ketiga anaknya. Ia juga mendapatkan informasi tempat tinggal Erlita saat ini dari Pian sahabat Erlita.


"Aku akan datang menemui Erlita, aku akan buka mata hatinya melihat suaminya yang tidak punya hati itu." gumam Hamdan di dalam hati. Sejujurnya semenjak SMA Hamdan sudah sangat lama mencintai Erlita.


Tetapi Erlita sama sekali tidak mengetahuinya. Karena Hamdan tidak pernah mengungkapkannya langsung. Erlita selama ini menganggap Hamdan hanya sebagai seorang sahabat. Yang selalu membantu dirinya jika Erlita kewalahan mengerjakan tugas-tugas dari guru.


Sayangnya Erlita tidak seberuntung Hamdan. Hamdan berhasil meraih gelar sarjana Hukum di sebuah ibukota negara. Sehingga Hamdan menjadi seorang pengacara. Selama ini Erlita sama sekali tidak mengetahui kabar tentang Hamdan.


Semenjak lulus SMA, Erlita memilih untuk langsung bekerja di kota, mengingat keadaan ekonomi keluarga yang ada di desa tidak memadai untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Hingga Erlita memilih untuk langsung bekerja saat dirinya lulus SMA.


Berbeda dengan keluarga Hamdan yang terlahir dari keluarga berada. Ayah Hamdan merupakan seorang Hakim, sementara ibunya memiliki toko pakaian dan sepatu. Keadaan ekonomi mereka memang tergolong yang lumayan.


Hamdan memiliki cita-cita menjadi seorang pengacara. Dan cita-citanya akhirnya terkabulkan, sayangnya Hamdan tidak bernasib baik saat menjalin hubungan rumah tangga dengan istrinya. Ia harus menelan pil pahit saat istrinya harus menghadap Sang khalik, karena mengalami kecelakaan sekitar dua tahun yang lalu.


Kini Hamdan hidup seorang diri. Ia memilih menghabiskan waktu dengan bekerja dan bekerja. Ia kembali ke kota Medan, karena kebetulan ada kasus yang Ia tangani di kota Medan.


Tetapi walaupun Hamdan di kota Jakarta, Hamdan terus mencari tahu tentang kabar Erlita. Bahkan pengkhianatan suami Erlita juga dia ketahui yang entah dari mana informasinya. Sedangkan orang tua Erlita saja tidak mengetahui tapi bisa Hamdan ketahui.


****


John kembali ke rumah, seperti biasa Erlita selalu melayani suaminya saat dirinya sudah pulang walaupun enggan berbicara dengannya. Ia melakukan semua itu hanya untuk memenuhi keinginan Putra sulungnya.


Diam, itu pilihan yang tepat untuk Erlita saat ini. Karena jika dirinya berbicara dengan John maka rasa sakit yang amat dalam yang ia rasakan semakin menyesak di hati.

__ADS_1


John menghampiri Erlita yang sedang membantu putranya mengerjakan PR. saat putrinya Arini bermain-main sendiri, Erlita juga sambil mendendangkan sebuah lagu anak-anak, yang sering ia dendangkan agar Arini merasa nyaman dan merasa Kalau Erlita tetap berada di sampingnya.


Wajah polos putrinya yang masih sangat terlalu kecil, dan tidak mengetahui apa-apa membuat Erlita tetap bertahan tinggal di rumah itu. Seandainya bisa memiliki pilihan lain, dia akan pergi meninggalkan rumah itu dan membiarkan putra-putrinya begitu saja tinggal bersama John.


Tapi ia tidak melakukannya. Karena Erlita tidak ingin putra-putrinya kekurangan kasih sayang darinya. Entahlah, terbuat dari apa hati Erlita saat ini. Hingga dirinya mampu menjalani hari-harinya dengan tingkah laku suaminya yang masih tetap saja tidak bisa melepaskan wanita yang menjadi selingkuhannya.


"Mati rasa, itu yang dirasakan Erlita saat ini terhadap suaminya. Tak ada cumbu mesra dan ke romantis lagi sama seperti dulu mereka lakukan. Kini John memilih lebih lama tinggal bersama Yulianti dibandingkan istri dan anak-anaknya. tapi Erlita tetap bertahan hanya untuk memenuhi permintaan putranya.


"Ya Allah aku bertahan di sini hanya untuk anak-anakku. Tolong kuatkan aku ya Allah, aku tak mampu berdiri seperti ini tanpa belas kasihmu. Semua yang terjadi di kehidupanku itu atas kehendakMu. Aku yakin dan percaya engkau tidak akan memberikan cobaan yang begitu berat jika aku tidak dapat menjalaninya." doa Erlita dalam hati. sembari menatap Abian, Aska, dan Arini.


Pernah terbesit di hati Erlita membalas perlakuan suaminya terhadapnya. Tapi ia justru tidak kuat. Bukan tidak banyak lelaki yang menyukai Erlita. Apalagi saat ini Erlita masih muda. Walaupun dirinya sudah memiliki anak 3.


Malam hari telah tiba John kembali tak pulang ke rumah. Erlita sama sekali tidak menunggu suaminya lagi. Ia memilih untuk merebahkan tubuhnya lalu berusaha memejamkan matanya. Ia membayangkan apa yang dikatakan Hamdan kepadanya yang ingin bertemu dengannya.


Erlita pun memutuskan untuk menemui Hamdan. Tetapi dengan syarat ia harus membawa ketiga anak-anaknya. "Apakah Hamdan mau bertemu denganku jika aku membawa ketiga anakku?" gumamnya dalam hati.


Erlita tersenyum membayangkan bagaimana hari-hari mereka saat duduk di bangku sekolah. Ia sejenak melupakan permasalahan rumah tangganya terhadap John. Bahkan hati Erlita sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Hamdan kali ini.


Ia ingin sekali bertanya kepada Hamdan Bagaimana cara Hamdan menggapai cita-citanya hingga menjadi seorang pengacara kondang. Kebetulan hari ini hari Minggu, jadi Abian tidak masuk sekolah.


Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Erlita terdengar jelas di telinga Abian. Abian melihat nomor ponsel yang menghubungi mamanya langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel Erlita.


"Hallo, selamat pagi sapa Abian di dalam sambungan telepon selulernya.


"Selamat pagi ini dengan om Hamdan, Kau pasti Abian, bukan? tebak Hamdan membuat Abian mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Dari mana Om tahu nama saya Abian?" tanya Abian kembali.


"Tidak dari mana-mana, Om mengetahuinya dari telepati Om." ucap Hamdan berniat untuk bergurau kepada Abian.


"Maaf om, kalau boleh tahu Om siapa ya?" tanya Abian.


"Kenalkan, saya Om Hamdan. Om ingin berbicara dengan mama kamu, apa Mama kamu ada?" tanya Hamdan penuh selidik.


"Ada, Kalau Om ingin berbicara dengan mama tunggu sebentar ya." ucap Abian sambil berlari menghampiri Erlita yang sedang mempersiapkan menu makanan untuk mereka.


"Hallo,Ada apa mas?


"Kamu siap-siap gih, aku akan menjemput kalian.


"Mas tidak keberatan Kalau aku membawa ketiga anakku bertemu dengan kamu?" ucap Erlita yang tanpa khawatir kalau Hamdan tidak akan merasa nyaman Jalan dengannya saat itu.


"Tidak apa-apa biar aku kenal juga dengan mereka dan lagian pasti akan semakin seru." sahut Hamdan yang mampu membuat Erlita menjadi terdiam. Ia tidak memiliki alasan lagi menolak bertemu dengan Hamdan.


Erlita mengajak Abian dan kedua putra putrinya membersihkan diri terlebih dahulu. lalu bertukar pakaian karena sebentar lagi Hamdan akan menjemput mereka. Tidak menunggu lama setelah Erlita dan putra-putri yang sudah bersiap untuk berangkat, mobil milik Hamdan sudah tiba di pekarangan rumah.


Erlita membantu ketiga anaknya masuk ke dalam mobil milik Hamdan, setelah memastikan Erlita dan ketiga anaknya duduk dengan nyaman baru Hamdan melajukan mobil miliknya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2