MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 33. MERASA LEGA_ MUDJ


__ADS_3

Abang Karim dan Mbak Sukarti merasa puas dengan keputusan yang diberikan oleh hakim di proses persidangan perceraian antara Erlita dengan John Kurniawan. Abang Karim merasa malu dengan kelakuan John Kurniawan yang membuat keributan saat di ruang persidangan.


Membuat Abang Karim tak mampu menatap para petinggi persidangan disana. Padahal salah satu jaksa yang bertugas disana merupakan putra kedua Abang Karim. membuat Abang Karim kwatir, putranya akan merasa malu kepada rekan rekannya yang turut hadir dalam proses persidangan itu.


Erlita memeluk ketiga anak-anaknya. Ia merasa bersyukur doa-doanya telah dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Ia tidak menyangka kalau dirinya dapat memenangkan hak asuh anak dan kepemilikan rumah yang ia tempati dalam kasus gugatan cerai yang ia gugat.


Hamdan menghampiri Erlita. "Bagaimana Apa kamu merasa lega proses persidangannya telah usai?" tanya Hamdan kepada Erlita. Erlita mengangguk sambil menatap Hamdan dengan Tatapan yang sulit diartikan."Terima kasih mas. Mas sudah membantuku dalam proses persidangan ini. Mungkin kalau tidak ada Mas Hamdan, Aku tidak akan bisa memenangkan persidangan ini." ucap Erlita tulus.


"Selagi kamu berada di jalan yang benar orang pasti akan membantumu. Aku tidak akan membantumu walaupun kamu sahabat lamaku, Jika kamu memang salah. Tapi yang aku lihat beserta bukti-bukti yang ada, membuat aku yakin kamu bisa memenangkan hak asuh anak anak mu dan juga rumah yang kau tempati selama ini.


"Jujur aku sangat kecewa akan pernikahanmu yang seperti ini. Aku tidak menyangka kau hidup menderita dengan lelaki yang sangat kamu cintai. Tapi ini namanya takdir. Kita tidak bisa terlepas dari suratan takdir. Mungkin usia pernikahanmu dengan John Kurniawan hanya lima belas tahun. Tapi percayalah setelah hujan pasti ada pelangi.


"Aku yakin dan percaya suatu saat kau pasti Menggapai kebahagiaan kamu. Asalkan kamu tetap merawat dan menyekolahkan ketiga anakmu. Kelak, aku yakin kamu pasti bisa." ucap Hamdan sambil mengembangkan senyumnya.


Terlihat Abang Karim dan Mbak Sukarti juga menghampiri keduanya. Arini yang berada di gendongan Mbak Sukarti pun langsung ingin meraih tubuh Erlita.


"Ibu....! ucap Arini dengan nada suara khas anak kecil. Erlita langsung meraih putrinya, lalu memeluk dan memberikan kecupan hangat di wajah cantik putrinya.


"Ini sudah siang sudah waktunya makan siang. Lebih baik kita makan perutku kebetulan sudah lapar."ajak Abang Karim kepada Hamdan, Erlita, Sukarti, dan ketiga keponakannya.


Sungguh sulit bagi Abian melihat perpisahan sang ayah dengan ibunya. Yang menjadi korban perceraian itu bukan orang tua. Melainkan anak-anak. Diantara ketiga anak-anak Erlita, masih Abian yang paham akan apa yang terjadi.

__ADS_1


Terlihat raut kesedihan di wajah Abian melihat ayahnya diboyong oleh pihak terkait karena John tidak menghargai persidangan. membuat dirinya harus mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan.


"Bu, Kalau boleh jujur sebenarnya Abian kasihan kepada ayah. Tapi setelah Abian telaah segala apa yang sudah Ayah lakukan kepada kita, pantas memang Ayah mendapatkan itu semua."ucap Abian kepada Erlita yang mampu membuat Abang Karim terhenyak.


Abang Karim tidak mengira keponakannya Abian paham akan situasi yang terjadi. "Ya Allah ternyata Abian sudah memahami segalanya." gumam Mbak Sukarti di dalam hati. Mbak Sukarti dan Mbak Abang Karim tidak menyadari kalau sang keponakan sudah berusia sebelas tahun, itu berarti sang keponakan sudah beranjak remaja.


Sementara di tempat lain tepatnya di sebuah rumah kontrakan yang selama ini ditempati oleh Yulianti dengan kedua anaknya. Ia menghempaskan seluruh barang-barang yang ada di sana. Karena amarahnya tak dapat ia kontrol sama sekali. Ketika ia mengetahui kalau Erlita yang berhak memiliki rumah yang akan mereka rebut sebelumnya dari Erlita.


"Sialan!!! tahu aku John tidak akan memenangkan hak kepemilikan rumah itu, Aku tidak akan mengorbankan segalanya untuknya."teriak Yulianti sambil menghempaskan apa saja barang yang ia lihat.


Beberapa hari kemudian setelah sidang perceraian antara Erlita dan John. John kembali menghampiri Yulianti ke rumah kontrakannya. Jhon melihat tidak ada Yulianti di sana. Hanya ada kedua anaknya. "Di mana ibu?" tanya John kepada Rizky dan Leo.


"Ibu pergi."


"Nggak tahu, tadi ada yang jemput.


"Laki-laki atau perempuan?


"Laki-laki naik mobil,"


Deg.

__ADS_1


Jantung John langsung berdegup kencang mendengar jawaban Rizki dan Leo kalau Yulianti pergi dengan seorang lelaki dengan menggunakan mobil. Ia berusaha menghubungi Yulianti melalui sambungan telepon seluler. Tapi tampaknya sambungan telepon seluler itu tidak tersambung. membuat John emosi.


"Kalian jangan berbohong ke mana ibu?" tanya John kepada Leo dan rizki yang tampak masih asik menonton di televisi di ruang tengah.


"Ayah bagi duit dong."


"Duit aja yang kamu pikirkan!"


"Ibu belum ngasih uang jajan untuk kami, katanya kami meminta kepada ayah." ucap Leo dan Rizki secara bersamaan.


"Aku bukan ayahmu, Kau Bukan anakku! jadi jangan coba-coba meminta uang kepadaku." teriak John sambil langsung pergi dan menghempaskan pintu membuat Leo dan Rizki terhenyak.


"Ayah kenapa sih tiba-tiba ngomong seperti itu kepada kita?" tanya Leo kepada Rizki. Rizki mengedikan bahunya lalu kembali menonton televisi. Sementara Leo langsung meraih ponsel yang ada di atas meja berniat untuk menghubungi Yulianti.


John melajukan motor NMX miliknya. Ia berniat mencari Yulianti ke tempat tempat yang biasa mereka kunjungi. Tapi begitu Jhon tiba disalah satu cafe tempat Yulianti bekerja, ia melihat keberadaan Yulianti disana, sedang melayani pelanggan layaknya seperti biasa yang dilakukan Yulianti saat Yulianti menjadi waitress di cafe remang remang.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."


__ADS_2