MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 9. HARTA WARISAN _MIDJ


__ADS_3

Setelah kesepakatan itu dilakukan dan akhirnya tanah itupun sudah laku terjual sebesar 1 miliar dan uang itu dibagi dua oleh sang kakak. 500 juta untuk bagian John dan Yang 500 juta lagi bagian Abang Karim. Sesuai dengan perjanjian kepada sang kakak, akhirnya John membeli sebuah rumah sederhana untuk mereka tempati. Sekarang mereka tidak tinggal di rumah kontrakan lagi.


John juga sudah memulai usaha koperasi dan Erlita kembali mengembangkan usaha warung sembako miliknya. Hingga kondisi ekonomi sudah berangsur angsur membaik mereka akhir-akhir ini sudah semakin membaik.


Beberapa bulan kemudian usia kandungan Erlita sudah menginjak 9 bulan itu artinya Erlita akan segera melakukan proses persalinan.


Pukul 02.00 dini hari Erlita sudah merasakan rasa sakit yang begitu tidak bisa tertahan lagi. Ia melihat suaminya belum kembali. Padahal sudah pukul 02.00 dini hari.


Sambil meringis kesakitan Erlita berjalan keluar rumah menggedor pintu tetangga. berharap tetangga ada yang bisa membantu dirinya. Setidaknya untuk menghantarkan Erlita ke klinik terdekat.


Dengan menggunakan becak bermotor tetangga, akhirnya Erlita dibawa ke sebuah klinik yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah yang mereka tempati. Sementara kedua putranya ia titipkan kepada tetangga.


Kebetulan John sudah tidak berada di rumah. ia lebih memilih menghabiskan waktu untuk bermain judi di salah satu warung yang lokasinya lumayan jauh dari rumah yang selama ini mereka tempati.


Ketika tiba di klinik, Erlita mencoba menghubungi suaminya. Tapi tak kunjung tersambung, hati perih di saat proses persalinan akan dimulai suaminya malah tidak ada di sampingnya.


Tetangga Erlita yang begitu iba,melihatnya mencari keberadaan suami Erlita. Tapi mereka juga tidak menemukannya. Bingung harus melakukan apa saat ini. Air bening mengalir bercucuran di wajah cantik Erlita. menahan rasa perih campur aduk dengan sakit hati akan tingkah laku suaminya. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak yang memilih untuk kuat. Berharap ia dapat melakukan persalinan dengan baik.

__ADS_1


Salah satu dokter yang bekerja di klinik itu memeriksa kondisi kesehatan Erlita yang ternyata Erlita tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal. Sehingga dokter itu merujuk Erlita ke salah satu rumah sakit. "Maaf kondisimu saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal. Kamu harus segera dioperasi. tenagamu sudah tidak memungkinkan lagi." ucap dokter itu kepada Erlita.


"Apa kau memiliki BPJS? tanya dokter itu kepada Erlita dibalas anggukan dari Erlita. "Ia dokter, Aku memiliki BPJS. Tapi sepertinya limit karena telah terlambat membayarnya. "Tidak apa, nanti itu bisa diurus. Segeralah berangkat ke rumah sakit. Aku akan merujuk kamu ke sana. Di mana suamimu? Mengapa sampai sekarang belum datang?" tanya dokter itu penuh selidik. Karena sudah merasa kasihan melihatku yang menjerit kesakitan.


"Maaf dokter, aku tidak mengetahui Di mana keberadaan suamiku sekarang. Tolong rujuk aku sekarang aku akan segera menghubungi orang tuaku." Erlita meraih ponsel yang ada di atas nakas, lalu mencoba menghubungi nomor ponsel orang tuanya dan meminta kepada orang tuanya untuk segera berangkat ke kota. Yang kebetulan kedua orang tua Erlita berada di desa.


Jantung kedua orang tua Erlita berdetak kencang. Apalagi ketika ia memberitahu proses persalinan kali ini harus dilakukan secara sesar. Membuat kedua orang tuanya pun langsung meminta kepada salah satu pemilik mobil yang ada di desa itu, untuk menghantarkan mereka ke loket agar mereka segera berangkat menemui Erlita di kota.


Sungguh miris kondisi Erlita saat ini sangat memprihatinkan. Tak ada satu keluarga yang mendampinginya di rumah sakit. Dokter menggelengkan kepala. "Yang sabar ya Bu, Ibu harus kuat demi anak ibu." ucap dokter yang bertugas menangani Erlita mencoba untuk menguatkan Erlita.


Beberapa jam kemudian, operasi tak kunjung dilakukan hingga kondisi Erlita pun semakin memburuk, tetangga yang berusaha mencari keberadaan suami Erlita, kini sudah menemukan John yang sedang berada di sebuah warung sedang asyik berjudi. Lalu "Kamu ini bagaimana, istrimu sudah mau melahirkan tapi kau asik-asik berjudi di sini! di mana otakmu."ucap salah satu pria yang begitu menaruh iba kepada Erlita.


"Mana suaminya sudah datang, apa belum? tolong ditandatangani agar operasinya segera dilakukan. Kalau tidak ini bisa berakibat fatal." ucap salah satu suster yang datang menghampiri Erlita. John yang baru tiba di rumah sakit langsung menghampiri suster.


"Saya suaminya suster." sahutnya sambil langsung meraih selembar kertas dan membubuhi tanda tangan di sana. Pertanda persetujuan dilakukannya tindakan operasi terhadap istrinya.


"Anda dari mana saja Pak? kenapa baru sekarang datang?kondisi kesehatan istri dan anak anda dipertaruhkan di sini." ucap Suster itu sambil menggelengkan kepala lalu kembali masuk ke ruang operasi.

__ADS_1


Tepat pukul 19.30 menit operasi persalinan dilakukan di salah satu ruang operasi terlihat kondisi Elita sudah semakin drop. Membuat dokter dan suster yang menanganinya sedikit khawatir. Ibu harus yang kuat, Jangan berpikir yang macam-macam. Pikirkan bagaimana kondisi anak ibu, banyak yang menyayangi ibu. Dan anak-anak ibu pasti menunggu Ibu." ucap salah satu suster di sana untuk mengingatkan Erlita supaya tetap kuat dan sadarkan diri.


Erlita menganggukkan kepala. Setelah memberikan suntikan obat bius dan memastikan kalau Erlita tidak merasakan apa-apa lagi di bagian yang akan dilakukan pembedahan, dokter dan suster yang bertugas di sana pun langsung melakukan tindakan operasi dan akhirnya operasinya berjalan dengan lancar.


"Selamat ya bu, anaknya seorang perempuan dan terlihat cantik dan sehat." ucap dokter dan suster yang bertugas menangani Erlita. dia jam kemudian Erlita dipindahkan ke ruang rawat inap. Setelah dipastikan kalau pendarahan terhadap Elita sudah tidak ada lagi. "Ya Allah terima kasih Kau benar-benar sangat baik aku mampu menjalani proses persalinan yang begitu berat ini." gumam Erlita berdoa.


Saat sudah berada di ruang rawat inap terlihat Ibu Rosma sudah berada di sana ia memeluk putrinya. "Kau pasti kuat, Aku tahu kamu wanita yang sangat kuat." ucap Ibu Rosma sambil memberi selamat kepada Erlita begitu juga kepada John. Orang tua Erlita sama sekali tidak mengetahui sikap buruk John yang sebenarnya. Karena selama ini Erlita selalu tertutup kepada orang tuanya, tidak pernah cerita tentang pertikaian rumah tangganya.


Beberapa hari kemudian akhirnya Erlita diperbolehkan pulang ke rumah. Bersama seorang putrinya. tampaknya Abian sangat bahagia menyambut adik perempuannya. Begitu juga dengan Aska yang masih terlalu kecil harus kembali memiliki seorang adik.


Sejujurnya Aska tidak ingin memiliki adik untuk saat ini. Karena dirinya masih ingin dimanja oleh Erlita. Tapi ketika Aska Melihat adik perempuannya, ia menjadi bahagia tanpamu wajah polos bocah kecil itu, terlihat senang melihat kehadiran adik perempuannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2