MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 84. PERTEMUAN AYAH DAN ANAK_ MIDJ


__ADS_3

"Maaf Bu, Tante, om saya tidak bisa ikut karena saat ini aku harus bertugas kembali." ucap Abian kepada Erlita Faisal dan juga Helena.


"Sudah tidak apa-apa sayang, bertugas lah dengan amanah ya, ingat jaga diri. Jangan lupa selalu menunaikan ibadahmu." ucap Erlita sembari kembali memeluk Putra sulungnya.


Abian berpamitan kepada Erlita dan juga Gibran setelah selesai memeluk rindu Erlita yang sangat ia rindukan. Sehingga tabian meminta Erlita untuk datang menemui dirinya di saat jam istirahatnya.


"Kalau begitu Abian pamit Bu, kakak, Om, Tante." ucapnya sambil membungkukkan badannya berlalu melambaikan tangannya. Erlita menatap kepergian putranya hingga tubuh putranya menghilang dari pandangannya.


"Ya sudah kalau begitu kita langsung saja, menjenguk Rizki, Tante." ujar Gibran mempersilakan Helena, Faisal, dan juga Erlita masuk ke dalam mobil miliknya. Erlita duduk di bangku depan tepat di samping kemudi bersama Gibran. Sementara Helena dan faisal duduk di bangku. Di sepanjang perjalanan, Faisal terus saja meneteskan air matanya. Ia tidak dapat membayangkan Bagaimana penderitaan Putra sulungnya itu merasakan dinginnya balik jeruji besi.


"Ya Allah, betapa berdosanya aku telah membiarkan Putraku merasakan hal pahit seperti ini." gumam Faisal merutuki dirinya sendiri merasa bersalah. Karena selama ini telah menelantarkan putranya. Tapi apa boleh buat, keadaan yang membuatnya seperti itu, hak asuh anak jatuh ke tangan Yulianti membuat putranya harus dipenjara.


"Jika saja aku tidak meninggalkan Putraku, Mungkin dia tidak akan mengalami seperti ini." ucapnya kepada Helena.


"Sudahlah mas, tidak perlu menyalahkan diri mas sendiri. Ini namanya takdir.


"Jujur aku tidak bisa mengampuni Yulianti, jika aku bertemu dengannya, aku tidak akan memaafkannya." ucap Faisal kepada Helena membuat Helena pun menatap suaminya dengan tatapan iba.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga menit, akhirnya mereka tiba di lapas yang lokasinya lumayan jauh dari pusat perkotaan kota Medan. Gibran memarkirkan mobil miliknya di parkiran telah lapas. Ia Pun menghampiri petugas yang berjaga disana.


Setelah berbicara sebentar dengan petugas yang ada di sana, petugas itu mempersilahkan Gibran untuk menunggu dan mempertemukan Rizki dengan ayahnya Faisal.


"Rizky ada tamu untukmu." ucap salah satu petugas menghampiri Rizki. Membuat Rizki terhenyak. Ia bingung tamu siapa yang dimaksud oleh petugas kepolisian itu yang datang menghampirinya.


"Siapa yang menjengukku sekarang, sementara Leo ada di Dumai." gumamnya dalam hati. Sementara Kuncoro yang selnya tidak jauh dari Rizki, menatap Rizki dengan tatapan tajam. Ia seolah-olah ingin menelan Rizky hidup-hidup. Kuncoro marah menyalahkan Rizki atas penangkapan terhadapnya.


"Siapa yang menjenguk saya Pak?" tanya Rizki .


"Silakan temui saja, mungkin kamu akan mengenalnya." sahut petugas kepolisian kepada Rizki yang tampak Rizki menggunakan pakaian tahanan. Rizky berjalan beriringan dengan petugas Kepolisian menemui Faisal, Helena, dan juga Gibran di sana.

__ADS_1


Rizky mengerutkan keningnya melihat kehadiran Erlita dan Gibran yang bertugas menangkap dirinya saat itu. Sementara sepasang suami istri yang duduk di sana tidak Ia kenal sama sekali.


"Selamat siang Rizki, Bagaimana kabarmu saat ini? apa kamu baik-baik saja?" ucap Gibran langsung menghampiri Rizki. Rizky menatap Gibran dengan tatapan sendu. Ia mendongakkan kepalanya ketika Gibran menghampiri dirinya.


"Oh iya, kedatangan saya ke sini ingin mempertemukan kamu dengan seseorang." ucap Gibran sambil mempersilakan Rizki duduk di hadapan Faisal dan juga Helena.


"Rizky menatap Faisal dengan tatapan penuh tanya. Ia sama sekali tidak mengenal pria itu lagi.


"Anakku...." tangis Faisal sambil langsung memeluk Putra sulungnya. Rizky bingung Siapa sosok yang memeluk dirinya. Sehingga ia sama sekali tidak membalas pelukan Faisal.


"Maaf, anda Siapa?" tanya Rizki


Faisal menangis histeris karena putranya sudah tidak mengenali dirinya lagi.


"Ini ayah nak, kamu tidak kenal sama ayah?" ucap Faisal sambil terisak


Erlita menghampiri Rizky, Rizky tenang ya nak, dia Faisal Ayah kandungmu. Ayahmu masih hidup. Tidak seperti yang dikatakan oleh ibumu kalau ayahmu sudah meninggal.


Rizky mendongakkan kepalanya.


"Ibu tahu dari mana Kalau lelaki ini ayah saya?" tanya Rizki penuh selidik kepada Erlita.


Perlahan Erlita pun menceritakan masa lalu Faisal dengan Yulianti. Ia sengaja menceritakannya langsung agar rezeki percaya terhadap kenyataan yang ada.


Jika Faisal yang menceritakan hal yang sebenarnya. Mungkin Rizki tidak akan percaya. Sehingga Erlita berinisiatif untuk menceritakannya dan itu juga ditanggapi oleh Helena. Helena meraih tubuh Rizky kepelukannya yang sudah tampak kurus dan tak terurus.


"Maafkan kami nak, terlambat untuk mencari kamu. Jujur selama ini memang ayah dan ibu mencari keberadaanmu. Tapi kami belum menemukan titik terang di mana keberadaanmu. Apalagi di saat usia kecil kalian masih dibawah umur, hak asuh kalian jatuh ke tangan Yulianti. Dan sepertinya Ibu Kamu sengaja menghilangkan jejak kalian, agar Ayah kalian tidak mengetahui keberadaan kalian.


Kamu jangan mengira kalau Ayah kamu tidak mencari kalian selama ini, Ia selama ini terus mencari dan mencari. Tapi hasilnya nihil, hingga hari ini Ibu bertemu dengan tante Erlita dan tante Erlita yang memberitahu semuanya kepada tante dan juga Ayah kamu." ucap Helena kepada Rizki. Rizki nggak langsung menjawab. Dia masih tetap terdiam seolah dia tidak percaya akan apa yang didengarnya saat ini.

__ADS_1


"Kalau memang, kamu Ayahku, kenapa baru sekarang kamu mencariku?" pertanyaan itu yang dilontarkan oleh Rizki kepadanya.


"Seperti yang ibu kamu bicarakan barusan, dulu ayah juga mencari kalian. Tapi ayah gagal menemukan kalian, sepertinya Ibu kalian berusaha untuk memisahkan kalian dari ayah."ucap Faisal kembali memeluk Rizki.


Tangis Faisal dan Rizki pun pecah di ruangan itu. Membuat Gibran dan juga Erlita merasa tidak tega melihat Faisal yang sangat merindukan Putra sulungnya Rizki. Begitu juga dengan Rizki, Ia pun sangat merindukan figur seorang ayah.


Setelah selesai melepas rindu kepada Rizki tampak Faisal berbicara dengan Gibran, Setelah Rizki dibawa kembali masuk ke dalam sel tahanan. Faisal memohon kepada Gibran agar dapat dibebaskan dengan uang jaminan yang diberikan Faisal kepadanya.


Gibran tampak tidak tega. Di samping usia Rizki yang masih muda, ia juga melakukannya tanpa mengetahui risiko yang sebenarnya.


"Begini saja Om, Nanti akan saya coba berbicara kepada atasan. Bagaimana jalan terbaiknya. Jika memang Rizki dikabulkan untuk menjadi tahanan luar dengan uang jaminan yang Om berikan, Gibran akan mengabari Om. Dan semoga saja permohonan Om dikabulkan oleh atasan saya dan juga oleh pihak terkait." ucap Gibran kepada Faisal dibalas anggukan dari faisal.


Helena juga tidak merasa sungkan mengeluarkan kocek yang lumayan banyak sebagai uang jaminan untuk kebebasan Rizki. asalkan Rizki dapat Bebas kembali dan mereka bisa hidup bersama. Faisal berjanji akan mendidik Rizki supaya lebih baik


Faisal benar-benar berharap kalau pihak kepolisian mengabulkan permohonannya.


"Terima kasih Erlita, berkat bantuan kamu aku dapat bertemu kembali dengan Putra sulungku. Saat ini aku ingin mencari keberadaan Putraku di kota Dumai, entah bagaimana caranya aku pun belum mengetahuinya." ucap Faisal kepada Erlita.


Tanpa mereka sadari Alina, Mbak Nining, dan Leo datang ke lapas berniat untuk menemui Rizki. Terlihat Alina berbicara dengan petugas yang berjaga di sana membuat petugas itu pun mengerutkan keningnya.


"Maaf sepertinya Rizky belum bisa menerima tamu saat ini. Karena baru saja ia menerima tamu." ucap petugas itu kepada Alina membuat Leo dan Alina langsung mengerutkan keningnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2