
Keesokan harinya, John Kurniawan kembali menghampiri Erlita di rumah, yang selama ini ditempati Erlita. Sebelumnya Abang Karim dan Mbak Sukarti sudah berembuk dengan John Kurniawan. Sesuai dengan permohonan John Kurniawan ingin dirinya rujuk Kembali dengan Erlita. John memohon kepada Abang Karim dan Mbak Sukarti agar bersedia membantu dirinya berbicara kepada Erlita berharap Erlita bersedia rujuk Kembali dengannya.
Saat Erlita sedang sibuk melayani para pembeli di warung sembako miliknya suara di mobil milik Abang Karim terdengar jelas di telinganya. "Ada apa Abang Karim dan Mbak Sukarti datang ke sini. Padahal kemarin saat pesta pernikahan Gibran sudah bertemu, Ada apa ya, apa ada sesuatu yang penting?" gumang Erlita dalam hati.
Ibu Anjani juga memperhatikan mobil milik Abang Karim sudah tiba di pekarangan rumah. "Erlita sepertinya mantan suami kamu, dan kakaknya datang tuh." ucap Ibu Anjani yang merupakan tetangga Erlita memberitahu kepada Erlita tentang kedatangan Abang Karim
"Iya aku juga mendengar suara mobilnya."sahut Erlita Sembari memberikan barang belanjaan ibu Anjani.
"Oh, iya Bu, ini belanjaannya dan ini kembaliannya. ucap Erlita sembari langsung memberikan barang belanjaan ibu Anjani. Setelah Ibu Anjani menerima barang belanjaannya, Ia pun berpamitan dari Erlita dan Erlita pun menghampiri Mbak Sukarti yang sudah berada di teras rumah
Sementara Aska dan juga Arini sedang bermain di rumah tetangga, yang kebetulan seumuran dengan mereka.
Erlita melihat Abang Karim menurunkan kursi roda milik John Kurniawan, lalu Abang Karim juga mau apa John duduk di kursi roda.
Setelah mereka masuk ke dalam rumah, Erlita berlalu ke dapur sekedar membuatkan minuman atau cemilan kecil.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Erlita kembali menghampiri Mbak Sukarti. Abang Karim dan John Kurniawan yang sudah berada di ruang tamu dengan membawakan tiga cangkir teh dan juga cemilan.
"Silakan Mbak silakan mas." ucap Erlita sembari menyuguhkan minuman dan cemilan itu.
"Oh iya, Di mana Aska dan Arini?" tanya John Kurniawan kepada Erlita
"Oh, Aska dan Arini sedang bermain di rumah tetangga, katanya bosan main di rumah terus, habis ngerjain PR kebetulan anak tetangga mengajak mereka bermain, nggak salah juga mereka bersosialisasi dengan anak tetangga. Apalagi setelah mereka sudah belajar. Aku sengaja memberikan mereka sedikit kebebasan untuk bersosialisasi dengan teman-temannya." ucap Erlita memberitahu.
"Erlita, ada sesuatu yang ingin Mbak bicarakan dengan kamu? Apa kamu ada waktu sebentar?
"Maaf Mbak, tapi sebentar saya tutup warung dulu nanti takutnya saat Mbak berbicara ada orang pembeli. Nggak enak kan, berbicara diganggu."ucap Erlita
Jujur Erlita bertanya-tanya dalam hati melihat raut wajah serius dari Mbak Sukarti, yang ingin membicarakan sesuatu kepadanya. Ia bingung apa yang akan dibicarakan oleh Mbak Sukarti terhadapnya. Tapi dia nggak mau menduga-duga. lebih baik dia langsung mendengar saja langsung dari Mbak Sukarti.
Setelah Erlita menutup warung sembako miliknya, ia kembali menghampiri Mbak sukahati, Abang Karim, dan juga John Kurniawan yang masih setia menunggunya di ruang tamu. Erlita duduk tepat di samping Mbak Sukarti. Mbak Sukarti menatap Erlita dengan tatapan seksama.
__ADS_1
"Ada apa Mbak? apa yang ingin Mbak bicarakan kepada Erlita? tanya Erlita penasaran
"Begini, Erlita. Mbak, sama Mas Karim dan John sudah berembuk tadi malam. Sebelumnya adik Jhon sudah bicara keda Mbak dan mas Karim, Kalau Jhon menginginkan kalian rujuk kembali dengan kamu, dia memohon kepada Mbak dan Mas Karim , untuk membicarakan ini kepada kamu Erlita. Itupun terserah kamu, mbak tidak bisa memaksakan kehendak kami terhadap mu." ucap Mbak Sukarti kepada Erlita.
"Iya Erlita, mas benar benar menginginkan kita rujuk kembali. Mas benar-benar sudah menyesal telah berulang kali menyakiti hatimu. Mas mohon, maafkan Mas. Mas ingin rujuk kembali dengan kamu." ucap Jhon menimpali pembicaraan Mbak Sukarti.
Erlita menghela napas panjang, dia tidak langsung menjawab. Beberapa menit kemudian Erlita angkat bicara.
"Sebenarnya aku sudah memaafkan mas dari dulu, tapi sepertinya kalau mas menginginkan kita rujuk kembali, maaf mas! Erlita tidak bisa. Erlita sudah nyaman dengan kehidupan Erlita yang sekarang.
Kalau masalah anak anak, dari dulu Erlita tidak pernah melarang mas bertemu dengan Mereka bukan? jadi Erlita rasa ngak perlu rujuk juga mereka tidak kekurangan kasih sayang kok. Dan sekali lagi maaf mas, Erlita tidak bisa." sahut Erlita dengan tegas.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN