MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 56. PERTANYAAN SENSITIF _ MIDJ


__ADS_3

"Ada apa Erlita? aku mendengar suara tangis cucuku tadi." ucap Ibu Anjani kepada Erlita.


"Biasa bu, anak kecil. Aska tadi bermain dengan Arini di ruang televisi, tapi mereka rebutan mainan. Yang satu tidak mau mengalah membuat Arini menjadi menangis karena dia merasa memiliki mainan itu." sahut Erlita sambil terkekeh.


"Astaghfirullah cucu Ibu kok sampai seperti itu, memangnya mainan apa yang mereka perebutkan?


"Biasalah Bu robot-robotan Ultraman, memang robot-robotan Ultraman itu khusus dibelikan ayahnya untuk Aska. Tapi sepertinya Arini juga menginginkan memainkan robot-robotan Ultraman itu." sahut Erlita yang mampu membuat Nyonya Anjani pun tertawa ngakak.


"Waduh Nanti ibu akan membelikan mainan untuk cucu perempuan cantikku itu, Sepertinya dia menyukai mainan apa ya? tanya ibu Anjani kepada Erlita.


"Aku juga belum memahaminya bu, tapi sepertinya dia senang sekali memainkan alat dokter-dokteran." ucap Erlita kepada Ibu Anjani


"Wah, sepertinya cucu perempuanku itu bercita-cita ingin jadi dokter." sahut Ibu Anjani.


"Iya, terkadang ia juga berceloteh ingin jadi seorang dokter, makanya dia menyukai mainan peralatan dokter-dokteran." sahut Erlita.


"Oh ya Erlita, Bagaimana dengan kabar John Kurniawan saat ini, apa dia baik-baik saja?" tanya ibu Anjani penuh selidik.


"Untuk saat ini, Sepertinya dia baik-baik saja. tapi dia juga sudah melakukan pengobatan hingga ke negeri Jiran Malaysia. Dokter dari Penang mengatakan kalau Mas John Kurniawan akan lumpuh total, dan dia tidak akan bisa sembuh lagi." ucap Erlita yang mampu membuat ibu Anjani terhenyak.


"Kamu serius Erlita, kalau John Kurniawan lumpuh total?" sahutnya.


"Menurut penuturan mas John Kurniawan, seperti itu Bu. Karena dia sudah beberapa kali melakukan pengobatan ke negeri Jiran Malaysia. Tapi itulah pendapat Dokter.

__ADS_1


"Inilah wa inna ilaihi rojiun, Ibu tidak menyangka kalau Jhon akan mengalami kelumpuhan seperti itu di usianya yang masih muda."ucap Ibu Anjani kepada Erlita. Tampak Erlita langsung tertunduk mendengarkan apa yang diucapkan oleh ibu Anjani.


"Entahlah Bu, ini suatu hukuman untuk Mas John atau tidak. Yang pasti aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya, walaupun kami sudah bercerai. Tapi tetap saja dia itu ayah kandung dari ketiga anakku." sahut Erlita.


"Kasihan sekali dia ya sekarang, jadi apa dia tetap tinggal di rumah Karim?


"Iya bu, mau tinggal di mana lagi? kalau tidak tinggal di san, tidak mungkin juga tinggal di sini. Soalnya kami tidak muhrim."


Tapi untungnya sekarang Mas John Kurniawan sudah bekerja dari rumah memasarkan produk-produk olshop milik Abang Karim dan Mbak Sukarti. Dan alhamdulillah saat ini Mas John Kurniawan mendapatkan keuntungan yang lumayan, sehingga dirinya dapat membantuku untuk membiayai sekolah anak-anak ini. Dan dia juga membiayai pengobatannya sendiri tanpa harus meminta bantuan kepada Abang Karim." sahut Erlita.


"Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya. Berarti dia tidak bekerja koperasi lagi? karena bagi agama kita, itu dosa besar. Memakan uang riba itu, hukumnya fatal." sahut Ibu Anjani.


"Sudah tidak lagi Bu, Dia hanya memasarkan produk-produk olshop milik Abang Karim dan Mbak Sukarti. Dan alhamdulillah konsumen Mas John saat ini sudah berada di mana-mana."


"Sudahlah Bu, Yang Lalu biarlah Berlalu. Tidak perlu diingat-ingat lagi, Aku saja sudah melupakannya. Jika aku mengingat itu semua, mungkin melihat wajah John saja aku muak. Tapi walaupun begitu Aku berusaha ikhlas Apalagi aku memiliki tiga orang anak dari dia." sahut Erlita yang dibalas anggukan dari ibu Anjani.


"Iya, Ibu akui kamu memang wanita yang sangat luar biasa.


"Tapi Ibu ingin bertanya sesuatu kepada kamu, dan ini sepertinya pertanyaannya agak sensitif. Sebelumnya ibu minta maaf sama kamu ya Erlita.


"iya Bu, Ibu mau tanya apa sama Erlita ?jika Erlita bisa menjawab, pasti Erlita jawab." sahut Erlita.


"Apa kamu tidak berniat untuk menikah lagi?

__ADS_1


"Sepertinya Hamdan sangat mencintai kamu, dia begitu perhatian terhadap kamu dan juga ketiga anakmu. Mengapa kamu tidak mencoba membuka hati untuk pria lain? Apakah kamu merasa trauma akan perlakuan John Kurniawan? tanya ibu Anjani kepada Erlita penuh selidik


Erlita hanya mengembangkan senyumnya, "Aku hanya menganggap Mas Hamdan itu, adalah sahabatku, sahabat baikku. Dia teman lama saat kami duduk di bangku SMA.


"Iya, aku mengetahui itu. Tapi dari raut wajah dan cara dirinya menatap Kamu, sepertinya Hamdan sangat mencintai kamum Apa kamu tidak merasakannya?


lagi lagi Erlita hanya membalas dengan senyuman. "Entahlah Bu, untuk saat ini Erlita belum memiliki niat untuk mencari pengganti John Kurniawan. Erlita masih fokus ingin menyekolahkan Abian, Aska dan Arini." sahut Erlita.


"Ya sudah, kalau memang itu keputusan kamu Ibu hanya bisa berdoa agar kamu tetap bahagia dan ketiga anakmu berhasil kelak. jika ketiga anakmu berhasil kelak, pasti orang-orang akan salut kepadamu." ucap Ibu Anjani kepada Erlita.


Tiba-tiba saja suara deringan ponsel Milik ibu Anjani terdengar jelas di telinganya. Ibu Anjani meraih ponsel yang ada di saku celananya. Lalu ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya adalah suaminya sendiri.


"Erlita sepertinya aku harus balik ke rumah, Om Kamu mungkin sudah tiba, jadi Ibu balik dulu ya." ucap Ibu Anjani sambil membayar belanjaannya kepada Erlita.


"Iya Bu, ini barang belanjaannya dan ini kembaliannya." sahut Erlita sambil mengembangkan senyumnya. Ibu Anjani berlalu meninggalkan Erlita. Sementara Abian datang kembali menghampiri Erlita.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN.

__ADS_1


__ADS_2