MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 28. ARINI SAKIT_MIDJ


__ADS_3

Hari ini Erlita terpaksa harus menutup warung sembako miliknya. Karna tiba tiba saja Arini demam tinggi dan harus di rawat di rumah sakit. Erlita meminta bantuan kepada tetangganya Ibu Anjani, untuk membantu dirinya menghantarkan ke rumah sakit.


"Pikiran Erlita kalut. Ia bingung harus berbuat apa sekarang. Apalagi, saat ini Erlita berpikir kalau uang yang ia pegang tidak akan cukup membayar biaya rumah sakit Arini jika Arini harus di rawat inap. "Ya Allah apa yang harus aku lakukan sekarang? jika putriku Arini harus dirawat di rumah sakit pastilah uang yang aku pegang saat ini tidak akan cukup."gumam Erlita dalam hati sembari memperhatikan putrinya yang sedang diperiksa oleh dokter.


ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Arini. Dokter menggelengkan kepalanya,


"Sejak kapan hari ini demam Bu?"tanya sang dokter kepada Erlita.


"Malam tadi sudah mulai demam, tapi setelah aku berikan obat dari apotek demamnya turun. Tiba-tiba siang ini kembali naik suhu tubuhnya, sehingga aku langsung membawa ke sini. Apalagi Arini muntah-muntah dan terlihat demamnya semakin tinggi."ucap Erlita memberitahu kepada sang dokter.


"Maaf Bu, kami harus melakukan tes darah terlebih dahulu agar kami dapat memastikan kondisi kesehatan Putri Ibu. Karena kami menemukan kejanggalan sedikit. Sepertinya Putri Anda terkena demam berdarah. Tapi untuk memastikannya, kami harus terlebih harus cek ke laboratorium dulu." ucap sang dokter.


"Ya Allah, bagaimana ini jika memang benar putriku terkena demam berdarah, pastilah putriku harus dirawat inap di sini. Semoga hasilnya baik-baik saja ya Allah." doa Erlita dalam hati sembari mengelus rambut putrinya yang masih berusia tiga setengah tahun itu.


Ia merasa tidak tega melihat di punggung tangan putrinya tertancap jarum infus, untuk membantu menurunkan suhu tubuh Arini.


Sementara di tempat lain, Abian dan Aska yang baru pulang dari sekolah terhenyak melihat warung sembako milik ibunya tutup dan pintu rumah juga terkunci. "loh Ibu di mana ya Kak, kok warung kita tutup? rumah kita juga tutup? tanya Aska kepada Abian.


"Kakak juga tidak tahu dek, Ibu tidak ada bilang apa-apa ke Kakak pagi tadi sebelum kita berangkat ke sekolah." ucap Abian.


Ibu Anjani yang lebih dulu pulang dari rumah sakit setelah menghantarkan Erlita dan Arini ke rumah sakit, ia langsung menghampiri Abian dan Aska yang tampak kebingungan mencari keberadaan Erlita dan juga Arini.

__ADS_1


"Abian.....Aska....., Pasti kalian mencari ibu kalian ya? tanya ibu Anjani kepada Abian dan juga Aska yang masih duduk di teras rumah.


"Iya Oma, ibu dan adik Arini di mana, ya?


"Ibu kamu dan adik Arini sekarang berada di rumah sakit. Tadi demam Adik kamu naik lagi sehingga ibu kamu membawa Arini ke rumah sakit. Oma sendiri yang langsung menghantarkannya.


Kalian lebih baik ganti baju dulu, habis itu makan ya. Oma pegang kunci rumah kalian, tadi ibu kalian menitipkannya kepada Oma." ucap Ibu Anjani langsung membuka pintu rumah yang selama ini ditempati oleh Erlita dan ketiga anaknya.


Entah mengapa rasa sedih menimpa Abian dan juga Aska, ketika mengetahui sang adik harus dilarikan ke rumah sakit. "Kak, Aska ingin melihat adik Arini di rumah sakit, Aska kangen Adik Arini dan juga Ibu."ucap Aska sambil meneteskan air matanya.


Abian meraih tubuh adiknya kepelukannya. "Sabar ya dek, kita tunggu kabar dari Ibu. Kita doakan saja Adik Arini baik-baik saja." ucap Abian sambil terus memeluk adiknya Aska.


Masih terlalu kecil Abian harus terpaksa hidup mandiri dengan Aska. Tapi itu bukan masalah buat Abian, Ia tidak ingin terlihat sedih di hadapan adiknya Aska. Agar Aska tidak larut dalam kesedihannya. Ia berusaha menghibur Aska dan memberikan motivasi agar adiknya tidak cengeng dan harus kuat.


Sementara di tempat lain, John sama sekali belum mengetahui apa yang terjadi kepada putrinya. Ia merasa bahagia bersama Yulianti dan kedua anak Yulianti. Entahlah, apa yang ada di dalam pikiran John. tidak ada firasat untuknya kondisi kesehatan putrinya yang saat ini harus berjuang melawan sakitnya di rumah sakit.


"Kapan Mas menceraikan istrimu itu? Aku tidak sabar lagi ingin memilikimu seutuhnya. Mas selalu mengatakan sabar dan sabar. sejak dulu Mas mengatakan seperti itu kepadaku. Mau sampai kapan aku harus menunggu Mas?


John tidak langsung menjawab. Ia terdiam, Entah mengapa pikirannya saat ini tidak karuan. Tiba-tiba suara deringan ponsel milik John terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Kalau bang Karim yang menghubungi dirinya. Jhon mengerutkan keningnya.


" Ada apa bang Karim menghubungiku?" gumamnya dalam hati. Daripada penasaran, Ia pun memilih menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Bang Karim.

__ADS_1


"Halo ada apa Kakak menghubungiku siang-siang begini?" tanya John di dalam sambungan telepon selulernya


"Kamu di mana sekarang?


"Aku lagi di luar mengutip, kebetulan ada nasabahku mau bayar hutang hutangnya kepadaku."ucap John di dalam sambungan telepon selulernya.


"Kau ini bagaimana? anakmu sekarang harus dirawat di rumah sakit, tapi kau enak-enakan di situ. Tidak perlu membohongiku, kau lagi bekerja mengutip atau apapun itu, Kakak sudah mengetahui apa yang kamu lakukan selama ini. Kau tidak perlu menutup-nutupinya lagi dariku. Kau memang tidak akan pernah berubah. Jujur kakak sangat malu melihat tingkah lakumu itu.


"Maksud kakak apa?


"Tidak perlu kau berpura-pura tidak tahu, walaupun adik iparku tidak memberitahuku apa yang selama ini kau lakukan di luar sana, dan kau lepas dari tanggung jawabmu sebagai seorang suami dan ayah, aku mengetahuinya semua. Jangan salahkan aku kalau aku yang meminta Erlita untuk menggugat cerai kamu. Aku sangat malu memiliki adik sepertimu yang tidak tahu bersyukur dan tidak tahu diuntung.


Sekarang juga kau pulang atau tidak? kau berniat ingin menceraikan Erlita, bukan? oke, sebelum kau menceraikan Erlita, maka Erlita sendiri yang akan menggugat cerai kamu lebih dulu. Aku sudah mengantongi bukti-buktinya tentang apa yang kau lakukan di luar sana, mulai kau menikah dengan Erlita. dan dia juga mengantongi bukti-bukti perselingkuhanmu dengan wanita murahanmu itu. ingatlah jika kau bercerai dengan Erlita, maka akan Kakak pastikan bahwa kau akan menyesal seumur hidup." ucap Abang Karim penuh penekanan. Karena Ia memang sudah gerah melihat tingkah laku adiknya yang sama sekali tidak memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anak-anaknya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."

__ADS_1


__ADS_2