MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 44. MUNGKIN KAH SEPERTI DULU?" _ MIDJ


__ADS_3

Setelah merasa puas bermain dan bersilaturahmi di rumah yang selama ini ditempati oleh sang paman, di sana juga ada John Kurniawan sang ayah, Erlita dan ketiga anaknya pun berpamitan untuk pulang. Apalagi saat ini sudah menjelang malam.


"Mas Erlita dan anak-anak pulang dulu ya, lain kali anak-anak pasti akan main lagi ke sini." ucap Erlita kepada John Kurniawan lalu memberi salam kepada John. Erlita berlalu meninggalkan John dan menghampiri Abang Karim dan Mbak Sukarti.


"Kakak ipar, Mbak, kami pamit ya." ucap Erlita diikuti dengan ketiga putra-putrinya. Abian memberikan pelukan hangat kepada ayahnya diikuti dengan Aska. Berbeda dengan Arini. Arini langsung meminta digendong oleh Erlita dan tidak berniat sama sekali untuk memeluk John Kurniawan.


John berupaya untuk menggapai tangan Arini. Tapi ia tidak mampu melakukannya karena dirinya tidak leluasa untuk bergerak. Melihat John yang Ingin menggapai tangan Arini, Erlita mendekatkan Arini kepada John. Tapi sepertinya Arini tidak ingin dekat dengan ayahnya, dan memilih memalingkan wajahnya. Tidak bisa dipungkiri sepertinya Arini Tidak mengenali sosok ayahnya, karena semenjak dia lahir Jhon sama sekali tidak peduli terhadap Arini.


John meneteskan air matanya. Putri satu-satunya tidak Sudi melihat wajahnya lagi. Sudahlah tidak apa-apa. Dia masih kecil, dia belum tahu apa-apa. Mungkin dia tidak mengenalimu menjadi seorang sosok Ayah, karena sejak dulu kamu sama sekali tidak memberikan perhatian sama dia." ucap Abang Karim membuat hati John tersentil oleh kata-kata itu.


"Ya sudah, ini sudah hampir malam kami pamit dulu ya Mas." ucap Erlita sembari berjalan keluar. Karena taksi online yang sudah mereka pesan tiba di depan rumah. Erlita dan ketiga anaknya berlalu dari sana.

__ADS_1


Setelah Erlita dan ketiga anaknya meninggalkan rumah itu, tangis John pecah membuat Abang Karim dan Mbak Sukarti merasa tidak tega melihat adiknya yang tampak menyesali segala perbuatan yang sudah ia lakukan. Tapi apa daya, semuanya sudah terlambat. Perpisahan mereka memang begitu menyakitkan untuk ketiga anak-anaknya.


"Kak, Apa ada kemungkinan aku bisa kembali lagi ke keluargaku?" tanya John penuh harap kepada Abang Karim.


"Tidak ada yang bisa memisahkan anak dengan ayahnya. Erlita juga sudah menyetujui kalau dirinya tidak akan memisahkan Abian Aska, Arini, darimu. Kamu bebas bertemu dengan mereka. Erlita tidak pernah membatasinya. Tapi kalau untuk kembali bersatu dengan Erlita sepertinya sulit bagimu untuk mendapatkan Maaf lagi dari Erlita. setelah kesalahan yang berulang kali yang kamu lakukan." ucap Abang Karim kepada John Kurniawan membuat John Kurniawan semakin menangis histeris.


Abang Karim selama ini membantu John Kurniawan untuk menagih uangnya tapi tidak dengan uang ribanya. Hanya uang pokoknya saja yang diterima oleh Abang Karim. Abang karim tidak menerima suku bunga yang dijanjikan oleh John kepada para nasabahnya.


"Uang dari para nasabah mu sebagian sudah membayar. Tapi Kakak tidak minta suku bunga seperti yang kalian sepakati. Kakak hanya meminta uang pokoknya saja. kakak tidak ingin kamu memakan uang riba seperti yang selama ini kamu lakukan. Lihatlah hasil yang sudah kamu perbuat selama ini."Aku harap kau menerima uang ini dengan ikhlas. bersyukur mereka masih memulangkan uang uang pokoknya sama kamu.


John menganggukkan kepala. "Lalu bagaimana penghasilanku kelak? tidak mungkin Kalian terus menanggung aku seperti ini. Aku juga butuh terapi dan juga pengobatan seperti yang dikatakan oleh dokter. Mungkin dengan terapi, kakiku dapat berfungsi kembali. Walaupun tidak seperti dulu lagi." ucap John dengan sendu.

__ADS_1


Kalau untuk masalah pengobatan dan terapi, kamu tidak perlu khawatir. Gibran sudah berjanji membantu membiayai pengobatan terapi kamu. Jika memang kamu benar-benar bisa merubah sikap dan tingkah lakumu, Gibran pasti ikhlas menolongnya.


Lagian kamu masih bisa bekerja kok. Walau dengan situasi seperti ini. Banyak pekerjaan yang bisa kamu lakukan, seperti yang Mas lakukan saat ini berdagang online. Kamu bisa membantu Mas untuk memasarkan produk yang Mas jual saat ini, dengan menggunakan ponsel kamu. Nanti akan mas ajari." ucap Abang Karim.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2