MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 21. ULANG TAHUN ABIAN _MIDJ


__ADS_3

Abian menatap Erlita dalam dalam. "Ya Allah berikan lah mama kesehatan, dan kekuatan dalam menjalani hidup ini. Aku tidak ingin Mama kenapa napa ya Allah. Berikan kebahagiaan buat mama. Dan berikan Hikam kepada papa, agar papa kembali kejalan yang benar ya Allah." doa Abian dalam sholatnya saat sholat isya telah tiba.


Abian juga sudah mulai mengajari Aska berdoa, memohon kepada Allah SWT, agar Erlita sabar dan tabah akan jalan hidup keluarga mereka. Dan sepertinya Aska sudah mulai bisa belajar sholat dengan baik. Erlita selalu membimbing anak anaknya, agar tidak melupakan kewajibannya sebagai umat beragama.


Dua hari kemudian, genap sudah usia Abian sepuluh tahun. Tampak hari ini Erlita memasak makanan kesukaan Abian. "Ayam goreng crispy dan capcay yang mengunggah selera Abian.


"Wah, mama masak enak nih." ucap Abian ketika dirinya sudah pulang dari sekolah.


"Iya sayang, mama masak ayam goreng crispy dan capcay makanan kesukaan kamu. kan, hari ini kamu ulang tahun, jadi Mama sengaja masak makanan kesukaan kamu." ucap Erlita sambil meraih tubuh putranya ke pelukannya. "Selamat ulang tahun putra sulung Mama." ucap Erlita sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan Abian.


"Terima kasih Ma, Abian kira mama lupa ulang tahun Abian. Karena tadi pagi mama sama sekali tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuk Abian." ucap Abian menatap lekat Erlita.


"Tidak dong Sayang, mana mungkin mama lupa hari ulang tahun kamu. Lagian mana sengaja tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada kamu pagi tadi, karena kamu kebetulan lahir pukul 11.30 siang. Jadi Mama sengaja mengucapkannya siang ini." ucap Erlita Sambil tertawa cengengesan menatap putranya.


Aska datang menghampiri sang kakak. Lalu memberikan pelukan hangat memberi salam kepada Abian. " Selamat ulang tahun kakakku yang tampan." ucap Aska dengan nada suara khas anak kecil.


"Terima kasih juga adikku yang tampan." sahutnya sambil membalas pelukan sang adik. Erlita menggendong tubuh mungil Putri Arini. "Selamat ulang tahun Kakak Abianku yang tampan." ucap Erlita menirukan suara khas anak kecil wanita, mewakili Arini.


"Terima kasih adikku yang cantik." ucap Abian memberikan kecupan di wajah cantik adik perempuannya. Abian mengganti dinas sekolahnya, lalu kembali menghampiri Erlita dan kedua adiknya yang sudah berada di ruang makan. Tampak Abian dan Aska antusias menyantap menu makanan yang dihidangkan oleh Erlita.


"Ma, mungkin papa sudah melupakan Abian. sampai di hari ulang tahun Abian saja papa Tidak balik ke rumah." ucap Abian sambil meneteskan air mata di wajah tampannya.

__ADS_1


"Jangan menangis, kau Putra sulung mama. kamu harus kuat apapun yang terjadi menerpa hidupmu. Kalian bertiga kekuatan mama, sehingga Mama masih bertahan di sini. Jujur kalau tidak ada kalian, Mungkin mama sudah cepat meninggalkan Papa kamu."ucap Erlita.


Ia benar-benar mengorbankan hati dan perasaannya demi ketiga anak-anaknya. Erlita sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan oleh suaminya di luar sana. Yang ia inginkan saat ini kelak dirinya bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga ketiga anaknya berhasil.


Sungguh disayangkan, hati Erlita juga bagai tertusuk duri tajam ketika Abian mengatakan kalau John Kurniawan sudah tidak mengingat Mereka lagi. John Kurniawan begitu tega di hari ulang tahun putra pertamanya tidak kembali ke rumah, dan memilih menghabiskan waktu dengan wanita simpanannya.


Darah dagingnya sendiri sama sekali tidak dibiayai, Sementara darah daging orang lain dibuat mewah olehnya. "Sudahlah sayang lebih baik kamu berdoa agar kita sehat-sehat. Allah tidak tidur, Allah pasti mendengarkan doa-doa umatnya yang tulus memohon kepadanya. Doakan ayah kamu kelak dapat berubah." ucap Erlita sambil mengelus pundak putranya.


Sementara di tempat lain, John sedang menikmati menu makanan di salah satu restoran bersama Yulianti. "Mas kapan kamu menceraikan istri kamu? tanya Yulianti kepada Jhon.


"Bagaimana mungkin aku menceraikannya sekarang, jika aku menceraikan dia sekarang maka tidak menutup kemungkinan rumah yang sekarang ini ditempati oleh mereka akan jatuh ke tangannya, dengan alasan tempat teduh ketiga anak-anakku." ucap John Kurniawan kepada Yulianti.


"Memangnya Untuk apa kamu minta uang tambahan?"


"Make up, lipstik dan skin care aku sudah habis mas." ucap Yulianti sambil langsung mengalungkan tangannya di jenjang leher John Kurniawan.


John Kurniawan meraih dompet yang ada di saku celananya lalu memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu kepada Yulianti. "Terima kasih Mas." ucapnya sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan Jhon. Mereka benar-benar menikmati menu makanan yang dihidangkan di sana.


Tiba-tiba suara notifikasi ponsel milik John terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel Erlita yang mengirimkan pesan Whatsapp. "Putra sulung mu ulang tahun, tapi kau sama sekali tidak mengingatnya. Sekalipun kau menyakiti hatiku, Tolong jangan sakiti hati putramu." pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Erlita kepada John yang mampu membuat John terhenyak.


Ia Pun meminta kepada Yulianti agar mereka segera kembali. "Kita pulang sekarang, ada nasabah yang memintaku untuk segera mengutip uang pinjamannya." ucap John beralasan. Yulianti pun langsung bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan keluar bergandengan tangan dengan John.

__ADS_1


Setelah menghantarkan Yulianti ke rumah yang selama ini ditempati mereka, John langsung berpamitan kepada Yulianti, lalu ia melajukan motor miliknya menuju rumah yang ditempati Erlita dan juga ketiga anak-anaknya.


Suara Deruan motor terdengar jelas di telinga Abian. Abian melihat motor sang ayah terparkir di halaman dari kaca nako. sementara Erlita masih sibuk melayani pelanggan yang memeli di warung sembako miliknya.


"Tak ada sambutan senyum manis dari Abian menyambut sang ayah. Ia memilih untuk menjaga adiknya Arini karena Erlita sedang sibuk melayani pembeli.


"Bobok dedek .... bobok Sayang, bobok dedek.... bobok Sayang." lagu itu yang didendangkan oleh Abian ketika menggoyang ayunan Arini. Berharap Arini dapat tertidur pulas setelah menghabiskan susu formula yang diberikan oleh Erlita kepada Arini.


John masuk ke dalam rumah. "Abian, mama kamu di mana?


"Bekerja, jaga warung, kalau mama tidak jaga warung kami mau makan apa pa? Apa papa ngasih uang belanja untuk kami? tidak kan." sahut Abian tanpa menoleh ayahnya.


"Bobok dedek..... bobok Sayang, bobok dedek.... bobok Sayang." lagi lagi Abian mendendangkan lagu itu sambil menggoyang ayunan Arini. Terlihat Arini sudah memejamkan matanya dan tertidur pulas. Abian mengecup kening adiknya. Tidur adikku sayang, agar mama bisa mencari nafkah untuk kita." ucap Abian sambil mengelus wajah cantik adiknya.


Sementara Aska yang sedang bermain mobil-mobilan di depan ruang Tv dihampiri oleh John. "Loh papa pulang? Papa Dari mana saja selama ini, kenapa tidak pernah pulang ke rumah? Tanya Aska dengan nada suara khas anak kecil. John tidak dapat menjawab pertanyaan Aska. Masih terlalu kecil Aska mengetahui permasalahan rumah tangga mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2