
"Lihat Bu, Arini dan Aska makan dengan lahap. Habis makan mereka Langsung tertidur." ucap Abian sambil tertawa ngakak memberitahu apa yang dilakukan oleh Aska dan Arini saat ini.
Erlita mendengar apa yang dikatakan oleh Abian pun langsung tertawa. "Syukur deh kalau mereka makan dengan lahap, dan saat ini sudah tertidur. Itu artinya mereka sudah lelah tadi berantemnya." sahut Erlita sambil terkekeh.
"Ya udah Bu, Lebih Baik Ibu istirahat aja dulu. biar Abian yang menggantikan Ibu menjaga warung. Lagian PR Abian sudah selesai kok. Menjaga warung sambil memasarkan produk olshop milik Paman Karim bisa juga kan, jadi ibu Lebih Baik istirahat sekarang."ucap Abian meminta kepada ibunya agar segera mengistirahatkan tubuhnya yang mulai tadi pagi tidak ada istirahat sama sekali.
"Ya udah, ibu titip warung ya nak." ujar Erlita
"Sip Bu, selamat istirahat." Erlita hanya mengembangkan senyumnya menata Putra sulungnya itu yang tampak dewasa. Abian memang sangat paham akan situasi ibunya. Ia mengetahui kalau Erlita sudah tampak kelelahan mulai pagi tadi ia sama sekali belum ada istirahat.
Sementara di tempat lain tampaknya Leo masih menunggu kehadiran sang kakak di rumah. Tapi sudah pukul dua belas malam, Rizki tak kunjung pulang ke rumah membuat Leo mengkhawatirkan sang kakak. Leo mencoba menghubungi Rizki. Tapi tak kunjung ada jawaban, membuat dirinya pun semakin khawatir.
"Di mana Kamu Kak, Kenapa Kakak tidak pulang sudah larut malam seperti ini? pertanyaan demi pertanyaan timbul dihati Leo. Tiba-tiba Leo teringat surat yang dihantarkan oleh guru kelas Rizky ke rumah kontrakan yang selama ini ditempati oleh Leo dengan rizki.
Leo meraih surat itu lalu membacanya perlahan. "Astaga ternyata selama ini Kak Rizki tidak masuk sekolah. Jadi Kak Rizki selama ini ke mana?
Leo semakin khawatir. Ia terus menghubungi Rizki sampai akhirnya Rizki mengangkat sambungan telepon selulernya.
"Hello, ada apa Leo? tidak perlu menghubungi kakak. Kakak baik-baik saja, kamu makan saja dulu. Kan ada uang yang sudah dikirimkan ibu kepada kita, ngapain kamu mikirin Kakak." jawaban itu yang dilontarkan oleh Rizki kepadanya, membuat Leo sedikit kesal. Padahal Leo sudah sangat mengkhawatirkan rezeki.
"Apa yang kakak lakukan di luar sana? Kakak pulang aja dulu. Aku ingin bicara kepada kakak.
"Iya, nanti Kakak pulang kamu bawel banget sih?"
"Aku minta lima belas menit lagi kakak harus sudah tiba di rumah.
"Sekarang yang menjadi kakak itu, aku atau kamu? kok kamu yang perintah-perintah kakak."
__ADS_1
"Bukan begitu kak, tapi ini untuk kebaikan Kakak. Mengapa Kakak sudah berhari-hari tidak pulang ke rumah?
"Untuk apa kakak pulang ke rumah, Oh yang ada hanya kamu dan kakak di rumah. Sementara Ibu sudah tidak ada di rumah memperhatikan kita. Kita cuci baju sendiri, masak sendiri, dan semuanya kita lakukan sendiri-sendiri. Jadi lebih baik Kakak duluan ini saja.
"Kak, jangan seperti itu. Apapun yang terjadi Kakak pulanglah dulu sekarang. Leo ingin berbicara kepada kakak." ucap Leo memohon kepada Rizki.
"Okey, kalau begitu nanti Kakak pulang. Tapi setelah ini ya." sahutnya
"Memangnya Kakak di mana sekarang? kasih tahu saja sama Leo, biar Leo jemput
"Memangnya kamu mau jemput pakai apa? kamu itu masih anak kecil, tidak usah ikut campur urusan kakak." ucap Rizki. Leo pun langsung terdiam.
Rizky langsung mematikan sambungan telepon selulernya kepada Leo. Ia pun berpamitan kepada teman-temannya, agar segera kembali ke rumah.
"Gush Aku pulang dulu ya, soalnya adikku sudah menghubungiku dan meminta kepadaku, agar aku segera pulang. Sepertinya ada sesuatu yang penting." ucap risky kepada teman-temannya.
"Okey gush itu aku pasti, akan datang tapi pasti happy kan
"Happy dong, kita nanti malam ke club.'
"Duit dari mana lu, ke club nanti malam?"
"Makanya kalau dekat-dekat sama aku tidak perlu khawatir Kalau masalah duit, kamu mau punya duit banyak seperti itu. Ayo ikut aku, pasti kamu punya uang banyak." ucap pria berusia 22 tahun itu kepada Rizki.
"Memangnya kerjaan apa yang mudah mendapatkan uang banyak?
"Nanti, aku kasih tipsnya sama kamu. Kamu tenang saja." sahut pria itu kepada Rizki. "Sekarang kamu pulang dulu, dan temui Adik kamu.
__ADS_1
Rizky pun berlalu menaiki ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya. Menuju rumah kontrakan yang selama ini mereka tempati. Kini sudah jam 02.00 dini hari, Rizki tiba di rumah. Tampak Leo yang tak kunjung bisa tidur menunggu sang kakak duduk di ruang tamu sambil mengotak-atik ponselnya.
"Ngapain kamu belum tidur sampai sekarang? "Apa kamu tidak sekolah?
Seharusnya aku yang bertanya kepada kakak kakak ke mana saja selama ini mengapa baru ini pulang itu harus aku telepon dulu
"Dan Tolong Kakak Jawab dengan jujur, apa Kakak sekolah selama ini?
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Tolong Jawab dengan jujur Kak, aku butuh kejujuran dari kakak.
"Kakak sudah malas sekolah, tidak ada gunanya."
"Kenapa kakak malas sekolah, ibu kan selalu mengirimkan uang untuk biaya sekolah kita."
"Sudahlah, kamu tidak perlu memaksaku untuk sekolah. Yang pasti aku tidak ingin sekolah lagi." ucap Rizky sambil langsung masuk ke dalam kamar lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kak, Leo belum selesai berbicara jangan seperti ini."
"Besok saja bicaranya, Aku sudah capek. Kamu juga harus segera tidur, karena besok kamu pergi ke sekolah." sahut Rizki sambil langsung memejamkan matanya. Leo hanya Menggeleng-geleng kan kepalanya menatap sang kakak yang sudah membandingkan tubuhnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN.