MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB 70. MENIKAH LAGI_ MIDJ


__ADS_3

"Erlita kamu sudah menjanda lebih dari setahun. Sepertinya kamu sudah pantas membuka lembaran baru. Apa kamu masih mengharapkan John Kurniawan untuk rujuk Kembali kepadamu? tanya Mbak rianti yang merupakan sepupu Erlita.


Mbak rianti selama ini tinggal di kota Jakarta. ia datang ke kota Medan karena ingin menghadiri pesta pernikahan adiknya.


Erlita tidak langsung menjawab. Ia menatap Mbak Rianti dengan tatapan penuh tanya.


"Erlita, tidak salah kamu menikah lagi jika memang ada laki-laki yang cocok untuk kamu. Kamu Harus berpikir di hari tuamu kelak, karena ketiga anakmu tidak selamanya hidup bersama kamu. Seperti Abian misalnya, dia sudah duduk di bangku SMA dan sudah tidak akan lama lagi ia akan tamat. Jika ia melanjutkan perkuliahannya ke luar kota maka kamu pasti akan merasa kesepian.


Apalagi seperti yang kamu katakan sebelumnya, Kalau Abian memiliki cita-cita menjadi seorang polisi. Mudah-mudahan keponakanku itu menggapai cita-citanya. Satu persatu anak kamu pasti akan pergi dari hadapanmu. Apakah kamu bisa hidup sendiri kelak? Tolong kamu pikirkan keputusanmu. Jika memang ada lelaki yang cocok dan pantas untukmu, Tidak masalah kamu menikah lagi. Toh kamu sudah bercerai dengan John Kurniawan.


Tapi sekali lagi aku ingatkan kepadamu. berhati-hatilah memilih seorang pria yang akan menjadi pendamping hidupmu. Karena Mbak tidak ingin kamu gagal untuk kedua kalinya. Jujur ketika Mbak mendengar perceraian kalian, Mbak sangat kecewa mendengarnya. Tapi setelah Mbak mendengar cerita yang sebenarnya, Mbak justru bersyukur kalau kalian akhirnya bercerai.


Mbak nggak menyangka kalau John tega menyakiti hatimu. Karena Mbak mengetahui betapa John sangat mencintaimu saat kalian masih pacaran. Entahlah, hati orang Siapa yang tahu kapan dia berubah. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, kamu jangan larut dalam kesendirianmu. Ingat juga hari tuamu kelak." ujar Mbak Rianti kepada Erlita.


Erlita lagi-lagi masih terdiam, belum mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya kepada kakak sepupunya itu. Di satu sisi apa yang dikatakan Mbak rianti memang benar adanya. Tapi di satu sisi Erlita merasa trauma terhadap laki-laki . Karena Erlita sudah sangat sulit mempercayai setiap lelaki. Ia sudah menganggap lelaki itu sama saja, sama-sama membuat dirinya akan sakit hati. Sehingga Erlita memilih untuk tetap sendiri dan menjalani hari-harinya apa adanya.


Tak ingin sakit hati untuk kedua kalinya, itulah alasan Erlita untuk tetap sendiri. Bukan tidak banyak lelaki yang datang menghampiri Erlita, tapi Erlita Kekeh dalam pendiriannya. Hamdan yang sudah sangat lama mencintai Erlita bahkan Elita sudah sangat mengetahui itu, sejak mereka duduk di bangku SMA. Tapi Erlita juga sulit menerima Hamdan menjadi pendamping hidupnya, yang sudah jelas-jelas statusnya seorang duda tanpa anak. Hamdan duda bukan karena bercerai, tapi mungkin karena jodohnya hanya 2 tahun dengan istrinya dan istrinya lebih dulu menghadap sang khalik.

__ADS_1


"Kenapa kamu terus diam saja Erlita? Lagi-lagi Mbak Rianti bertanya kepada Erlita.


"Tidak ada apa-apa kak, hanya saja sulit bagi Erlita menerima seorang laki-laki di kehidupan Erlita untuk saat ini. Entah nanti-nanti Erlita belum mengetahui." ucap Erlita menjawab segala pertanyaan Mbak Rianti yang dibalas anggukan dari Mbak Rianti.


Mbak Rianti juga tidak bisa memaksakan kehendaknya, Karena semua itu tergantung kepada Erlita. Hanya saja Mbak Rianti ingin mengingatkan adik sepupunya itu, kalau dirinya juga akan membutuhkan seorang pria di masa depannya.


Tanpa mereka sadari semua pembicaraan antar Mbak Rianti dan juga Erlita didengar oleh Abian. Membuat Mbak Rianti langsung menundukkan kepala, ia mengira kalau Abian tidak menyukai dirinya meminta kepada Erlita menikah kembali.


Sejujurnya Abian juga tidak menyukai ibunya terus hidup sendiri, karena Abian juga ingin jika ada seseorang ada yang dapat melindungi ibunya, ketika dirinya sudah tidak hidup bersama dengan ibunya. Karena suatu saat nanti, Abian tidak mungkin akan tetap berada bersama Erlita.


"Minta maaf untuk apa Tante? tante tidak salah kok, Abian juga menginginkan hal yang sama seperti yang tante inginkan untuk ibu. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan kehendak, Ibu berhak menentukan Jalan hidupnya." ucap Abian sambil menatap Erlita dengan tatapan penuh tanya.


"Sudahlah, ngapain bahas itu lagi. lebih baik kita bahas yang lain saja."ujar Erlita sambil bangkit dari tempat duduknya berlalu ke dapur meninggalkan Mbak Rianti dan Abian di sana.


"Bu, Ibu mau ke mana?" tanya Abian penuh tanya.


"Ibu tidak kemana-mana, hanya mau ke dapur. ini sudah hampir siang kita harus makan siang juga kan?" jadi ibu harus memasak makan siang untuk kita. Tolong kamu jaga warung ya." ujar Erlita yang dibalas anggukan dari Abian.

__ADS_1


Tampak Mbak Rianti menatap Abian seolah dirinya meminta penjelasan dari Abian, bagaimana selama ini Erlita menjalani hari-harinya tanpa seorang suami dan menghidupi ketiga anaknya sebagai wanita single parent.


"Sudah tante, tidak perlu dipikirkan. Ibu memang tidak ingin lagi menikah. Menurut apa yang dia katakan sebelumnya, ibu hanya ingin Kalau kami berhasil dia mati-matian menyekolahkan kami. Berharap Kami bertiga dapat menggapai cita-cita kami masing-masing. Doakan saja tante, agar Abian meraih cita-cita Abian. Karena sudah tidak lama lagi Abian akan lulus dari SMA. seperti yang dikatakan oleh Kakak Gibran, ia mendukungku untuk melamar menjadi seorang polisi dan ibu juga menyetujuinya. mudah-mudahan Allah memberikan jalan agar aku dapat menggapainya.


Begitu juga dengan cita-cita kedua adikku mereka juga memiliki impian yang sangat luar biasa. Jika kami berhasil kelak, Ibu pasti bangga dan bahagia melihat kami ketika anaknya berhasil, walaupun hanya Ibu seorang yang yang mengasuh dan membiayai kehidupan kami sehari-hari. Walaupun sesekali akhir-akhir ini ayah membantu biaya sekolah kami." ucapnya kepada mbak Rianti yang tampak hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Abian.


Rianti merasa bangga memiliki adik sepupu teguh dalam pendiriannya seperti Erlita. Ia pun akhirnya mendukung segala keputusan Erlita yang tetap akan menyekolahkan ketiga anaknya, hingga ketiga anaknya menggapai cita-cita mereka masing-masing, seperti yang dikatakan Abian sebelumnya. Kalau Erlita tidak menginginkan ketiga anaknya merasakan pahitnya kehidupan. Sama seperti yang dia rasakan Erlita selama ini.


Sulit bagi Erlita, untuk mencari sesuap nasi dan juga menyekolahkan ketika anaknya. Terkadang Erlita harus gali lobang tutup lubang terlebih dahulu, asalkan dia tetap bisa menyekolahkan anaknya. Entahlah rezeki Allah memang yang mengatur. Tapi untuk saat ini kondisi ekonomi Erlita, sudah semakin membaik. Apalagi Abian sudah memiliki pemasukan, walaupun tak seberapa. setidaknya bisa membantu pengeluaran untuk Abian.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2