MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA

MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA
BAB B3. TANGIS FAISAL _ MIDJ


__ADS_3

Mendengar cerita pilu keretakan rumah tangga Erlita dengan John Kurniawan, Faisal dan Helena benar-benar terkejut. Ia tidak menyangka kalau mantan istrinya itu yang memicu keretakan rumah tangga Erlita.


"Apa kamu tahu Yulianti tinggal di mana sekarang ini?" tanya Faisal menggebu-gebu karena dirinya ingin sekali mengetahui keberadaan kedua putranya.


"Kalau Yulianti, Saya tidak mengetahui di mana dia tinggal saat ini. Tapi..... Erlita sengaja tidak melanjutkan ucapannya membuat Faisal semakin penasaran.


"Tapi apa Erlita?" tanya Helena yang semakin penasaran.


"Kasihan kedua Putra kamu, kehilangan kasih sayang darimu Dan Yulianti. Membuat hidupnya tak karuan. Kalau kamu ingin bertemu dengan Rizki, dia saat ini sedang berada di dalam penjara. Karena terjerat jaringan narkoba.


Sedangkan Leo kabar terakhir yang aku terima, ada teman Yulianti membawanya ke kota Dumai, dan memutuskan untuk sekolah di sana. Itu terakhir yang aku tahu informasinya. Tapi untuk saat ini, aku sudah tidak tahu lagi kabar terbaru tentang leo. Yang aku tahu kabar terbaru tentang Rizki.


Rizki masih berada di penjara dan hakim memberi vonis hukuman selama lima belas tahun penjara. Karena pihak kepolisian menemukan barang bukti sabu seberat 1 kg yang ia bawa untuk dihantar kepada pemesan barang itu. Dulu yang menangani kasus itu, merupakan keponakanku sendiri, Gibran namanya." ucap Erlita memberitahu hal yang sebenarnya kepada Faisal.


Faisal Langsung menangis histeris. Ia tak mampu membopong bobot tubuhnya mendengar kabar Kalau saat ini Putra sulungnya itu harus mendekam di penjara, karena kekurangan kasih sayang dari orang tua, hingga dirinya terjerumus ke pergaulan bebas.


"Apakah yang kamu katakan ini benar Erlita?" tanya Helena yang tidak percaya begitu saja.


"Tante, apa yang dikatakan Ibu saya benar adanya. Kakak sepupu saya sendiri yang saat itu bertugas untuk menangani kasus peredaran narkoba di daerah, di mana Rizki tertangkap.


Sebelumnya Kak Gibran sama sekali tidak mengenal siapa sosok Rizki, yang sebenarnya. Kami juga terhenyak ketika mendengar berita kalau Rizki tertangkap polisi. Dan yang menangkap itu merupakan kakak sepupu saya sendiri. Tapi namanya sebuah kesalahan, harus benar-benar dihukum. Kak Gibran hanya menegakkan hukum saja. ucap Abian kepada Helena dan juga Faisal.


Faisal tak mampu berkata-kata. Ia hanya terdiam air matanya menetes begitu deras membuat Helena tidak tega menatap suami yang sangat ia cintai. Ia pun memeluk suaminya mencoba memberikan kekuatan kepada suaminya agar suaminya tabah mendengar kabar pahit tentang Putra sulungnya itu.


"Mas tenang dulu, kita dengarkan dulu penjelasan Erlita bagaimana. Nanti, kita akan melihat Rizki dan kita akan cari jalan keluar bagaimana jalan terbaiknya." ucap Helena mencoba menenangkan suaminya.


"Tolong bawa kami menemui Rizki." ucap Faisal memohon kepada Erlita.


Erlita tidak langsung menjawab. Ia pun merespon sel miliknya mencoba menghubungi Gibran. Berharap Gibran dapat membantu mereka mempertemukan rezeki dengan Faisal bersama dengan Helena.

__ADS_1


Kring


Kring


Kring


Suara deringan ponsel milik Gibran terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponsel yang tergeletak di atas meja kerjanya. Gibran melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya, nomor Erlita.


Karena penasaran, ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Erlita, mengingat Erlita jarang sekali menghubunginya jika itu tidak dalam keadaan darurat.


"Hallo Assalamualaikum Tante." sapa Gibran dari ujung telepon


"Waalaikumsalam nak Gibran, Kamu apa kabar saat ini? apakah kamu masih bertugas?"


"Iya Tante, Gibran masih bertugas. Dan sebentar lagi jam istirahat." Gibran memberitahu


Begini nak Gibran, Tante ingin bertemu dengan kamu, dan tante ingin meminta bantuan kamu, boleh?" tanya Erlita penuh dengan nada memohon


"Kamu bisa nggak datang ke cafe yang lokasinya tidak jauh dari asrama Adik kamu?" tanya Erlita.


"Memangnya ada apa ya, Tan?" tanyanya penasaran.


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu, Dan kalau boleh dia mau minta tolong kepadamu." ucap Erlita yang mampu membuat Gibran semakin penasaran.


"Ada apa sih, Tante?"ucap gibran balik bertanya kepada Erlita.


"Cepat datang kamu kemari, daripada kamu penasaran. Tolong bantu Tante kali ini ya." ucapnya dengan nada memohon membuat Gibran langsung bangkit dari tempat duduknya, berlalu dari ruang kerjanya menuju parkiran mobil. Lalu Gibran melajukan mobil miliknya menuju Cafe Di mana keberadaan Erlita,Abian, Faisal dan juga Helena.


Sambil menunggu kedatangan Gibran, Faisal terus bertanya kepada Erlita apa saja yang terjadi ketika Yulianti menjalin hubungan dengan John Kurniawan, yang merupakan mantan suami Erlita sendiri.

__ADS_1


Erlita pun menceritakan semua apa yang dilakukan Yulianti sampai terakhir kali Yulianti perang mulut dengan John Kurniawan di depan rumah Erlita, saat itu dan ia juga meminta kepada John untuk segera menceraikan Erlita di hadapan Erlita sendiri. Membuat Faisal benar-benar merasa malu melihat Erlita yang merupakan teman istrinya saat ini.


Setelah melakukan perjalanan kurang lima belas menit kemudian, Gibran tiba di cafe itu. Saat Abian melihat kehadiran Gibran di pintu Cafe, ia langsung melambaikan tangannya agar Gibran mengetahui keberadaan mereka.


Ketika Gibran melihat Abian melambaikan tangannya, Ia pun langsung melangkah cepat menuju di mana tempat duduk Abian, Erlita, dan entah siapa teman mereka duduk saat ini. Gibran sama sekali tidak mengetahuinya


Gibran memberi salam kepada Erlita. Tak lupa, Ia juga memberi salam kepada Helena dan juga Faisal, yang lebih tua darinya. Kemudian Gibran pun berpelukan dengan Abian yang saat ini mereka sama-sama satu profesi menjadi seorang polisi.


Gibran yang datang dengan menggunakan seragam polisinya, juga tersenyum menatap adiknya yang juga menggunakan seragam kepolisiannya. Tapi berbeda dengan pangkat yang dimiliki Gibran saat ini. Pangkat Gibran lebih tinggi dibandingkan Abian.


"Wah..." kamu keren banget pakai baju ini dek, jujur kakak bangga sama kamu. Sekali ngelamar, kamu langsung lulus dan diterima menjadi seorang polisi. Tidak seperti kakak dulu. Dulu Kakak sampai beberapa kali melamar menjadi seorang polisi baru lulus setelah beberapa kali melakukannya. ucap Gibran sambil sedikit terkekeh.


"Ada apa Tante, sampai memanggilku datang ke sini? sepenting apa sih,Tan?" ucapnya sambil langsung merangkul Erlita. Ia memperlakukan Erlita layaknya Mbak Sukarti seperti ibunya sendiri.


"Kamu duduk dulu sayang," baru tante cerita sama kamu. Ngak enakan tante cerita kalau kamu masih berdiri seperti ini." ucap Erlita membuat Gibran langsung terkekeh. maklumlah tante, seorang polisi itu biasa berdiri. Iya kan,dek? ucapnya menimpali pembicaraannya kepada Abian. Sontak Abian langsung menganggukkan kepalanya.


Setelah Gibran duduk dengan tenang dan memesan minuman untuknya, Erlita pun perlahan bercerita kepada Gibran dan memberitahu siapa sosok Faisal yang sebenarnya. Membuat Gibran pun langsung terhenyak. Ia terdiam menatap Faisal dengan tatapan penuh tanya.


Lalu Erlita pun memberitahu maksud dan tujuannya memanggil Gibran agar Faisal dapat bertemu dengan Rizki, dan jika boleh ia ingin meminta bantuan kepada Gibran agar hukuman rezeki diperingan. Jika boleh Rizki dibebaskan dengan uang jaminan yang diberikan oleh Faisal kepada dinas Kepolisian.


Setelah Gibran mendengarkan semuanya, Gibran menghela nafas panjang.


"Aku akan mencoba bicara dengan atasan, tapi untuk saat ini yang bisa aku bantu mempertemukan om dan tante kepada Rizki. kalau om dan tante ingin bertemu dengan Rizki,.saya akan mengantarkan om dan tante." ucap Gibran kepada Faisal yang membuat Faisal sedikit merasa lega. Ternyata keponakan Erlita bersedia untuk membantunya mempertemukan Faisal dengan Rizky Putra sulungnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2