Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Pillow Talk


__ADS_3

Di mansion Enzio.


Enzio dan Viona berdua sudah terbaring di ranjang tempat tidur, keduanya masih ingin berbincang atau pillow talk sebelum sepasang suami istri itu tidur lampu kamar sudah dipadam kan hanya lampu kecil yang cahaya nya sedikit redup tubuh Viona erat di pelukan Enzio.


" Sayang.." Seraya tangan kanan Enzio membelai rambut Viona.


" Heum.." Balas Viona menatap wajah Enzio


" Jagalah kehamilan mu, aku ingin kau sehat dan juga bayi kita."


" Tentu suami ku."


" Aku akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan mu dan juga anak kita..katakan! apa yang kau inginkan?"


Viona tersenyum manja ia menarik nafas dan di hembus nya pelan.


" Haahh eum..suami ku sayang, aku rasa aku sudah memiliki semuanya dari mu, aku kini yang akan memberikan untuk mu ya ini, anak mu yang ada di kandungan ku."


" Terimakasih sayang..kini aku merasa lengkap sudah kebahagiaan ku. Aku akan menjadi seorang Ayah..dan aku janji aku akan bekerja keras lagi untuk mu dan anak anak kita."


" Eum..memang nya kau ingin punya anak berapa dari ku hmm?"


Enzio di berikan pertanyaan dari istrinya seketika ia ingin menggoda istrinya. Enzio merubah posisi tubuh nya miring setengah mengungkung Viona. Enzio menatap wajah Viona dan tersenyum.


" Kau menawarkan berapa anak yang ku ingin kan dari mu?"


Viona mengangguk dan tersenyum.


" Ahh baiklah.."


Enzio lalu wajahnya ia dekatkan hampir menempel pada pipi istrinya, Enzio memberi jawaban dengan membisikkan di telinga Viona namun hembusan nafas Enzio di ceruk leher Viona membuat ia terasa geli.

__ADS_1


" Aku mau 5 atau 6 anak untuk ku hmm?"


" Hah..?"


Viona kaget suara nya setengah kencang dan sedikit memekikkan di telinga Enzio.


" Sayang..pelan kan suara mu kenapa kau teriak?"


" Suami ku..5 atau 6, setengah lusin?"


Enzio tertawa melihat ekspresi wajah istrinya yang sangat serius itu."


" Iya sayang dan aku pun siap memberikan benih setiap hari pada mu.."


" Aghhh..suami ku berarti setiap hari kau meniduri ku hanya karena ingin punya anak 6 dari ku..? o no..tidak suami ku." Viona merengek.


" Kenapa? sayang, uang ku tidak akan habis untuk mu dan anak anak kita."


" Aku serius sayang..mumpung kita masih muda dan kuat, hmm."


Enzio sangat senang menggoda istrinya itu dari dulu.


" Memang nya..aku ini seekor kucing melahirkan anak banyak..oh suami ku yang benar saja." balas nya merajuk


Enzio pun tertawa cekikikan, dengan ucapan Viona. Enzio pun menarik Viona kembali memeluk tubuh Viona dengan erat. Enzio dan Viona memiringkan tubuhnya dan saling berhadapan.


" Aku hanya becanda sayang...berapa pun anak yang kita punya aku akan selalu menyayangi dan selalu mencintai mu dan anak anak kita akan ku beri kasih sayang yang berlimpah."


" Terimakasih suami sayang.."


Viona lalu mengecup pipi Enzio, Enzio pun membalas kecupan di bibir Viona lalu mata nya tertuju pada perut Viona yang masih rata tangan Enzio mengusap usap perut Viona.

__ADS_1


" Akan hadir calon penerus keluarga George." ucap Enzio.


Viona terdiam hanya menatapi tangan suami nya yang terus mengusap usap perutnya pelan, namun usapan tangan Enzio di perut Viona sedikit digeser masih di bawah pusar dan makin lama usapan itu kini berada di lembah Viona, perlahan dan jari jari Enzio mengelus sedikit menekan pada bagian bibir lembah Viona. Dan terasa pada Viona jari tengah Enzio memainkan biji kecil itu masih di luar baju tidur Viona yang tipis.


Viona mulai mengeluarkan suara terdengar di telinga Enzio istrinya melenguh karena jari Enzio terus memainkannya di bawah situ.


" Eugh..suami ku." ucap Viona dengan lenguhan.


" Sayang apa boleh kita melakukan nya?" Enzio bertanya jarinya masih terus bermain di lembah Viona.


" Tidak apa suami ku sayang..asal kau melakukan nya dengan pelan."


" Ahh baiklah aku melakukan nya dengan hati hati."


Merasa istrinya memberikan ijin, tangan Enzio langsung menarik baju tidur istri nya dari bawah sampai lolos lewat kepala Viona. Viona tangan nya membantu melepaskan baju tidur Enzio.


Viona yang memang tidak memakai b*a saat tidur sudah terpampang bulatan dua dada Viona. Namun pucuk pucuk dada Viona sedikit mulai ada perubahan warna.


Enzio menatap kagum pada kedua dada Viona yang agak sedikit membengkak karena hamil.


" Semakin besar sayang." ucap Enzio dengan kedua bola matanya bergerak gerak menatap dada itu.


Viona cekikikan melihat ekspresi wajah suami nya sedang takjub menatapi kedua dada nya, sampai jakun suami nya naik turun.


" Kenapa hanya di lihatin?"


" Kau tidak sabar rupanya?" Balas Enzio sedikit ingin mengerjai Viona.


" Akh..suami ku." Viona merengek.


" Sayang..ini sudah terlihat sedikit membesar bagaimana nanti kalau perut mu sudah hamil besar dada mu ini juga akan bertambah besar..aku takut dada kamu meletus."

__ADS_1


Viona langsung mencubit tangan Enzio dengan candaan suaminya. Viona pun malah tertawa geli.


__ADS_2