Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Testpack


__ADS_3

Viona berpamitan pada Nyonya Elsa dan Tuan Alex pagi harinya.


" Nyonya dan Tuan..saya berterimakasih sudah di percayakan untuk merawat Tuan Alex dan sudah menerima saya dengan baik."


" Kami yang berterimakasih Viona..kau merawat suami saya sampai membaik dan sehat."


" Sudah tugas saya Nyonya..kalau ada keluhan Nyonya jangan segan segan menghubungi saya."


" Iya Viona."


" Terimakasih banyak Viona." ucap Tuan Alex.


" Sama sama Tuan Alex..saya harus kembali."


" Mom..Dad aku akan mengantar Viona."


" Iya Nak..hati hati di jalan ya!"


" Iya Mom."


Devan mengantar Viona sampai di kediaman Viona.


" Kau tinggal di sini." Devan melihat lihat kediaman Viona nampak dari luar.


" Iya Devan, terimakasih Devan sudah mengantar ku."


" Iya Viona..o iya kalau tidak keberatan apa aku boleh berkunjung ke tempat mu, yaa terus terang saja mungkin sekalian mengajak mu jalan karena aku sudah tahu tempat mu."


Viona tersenyum.


" Tidak apa apa Devan..kita tetap berteman kok."


Deg.


,

__ADS_1


,


,


,


Devan hatinya merasa mencelos dengan ucapan Viona yang hanya menganggap dirinya berteman saja.


" Iya tentu Viona..aku kembali ke kantor, jaga dirimu baik baik."


Viona mengangguk, Devan kemudian melangkah meninggalkan Viona lalu kembali masuk ke mobil nya. Setelah mobil Devan hilang dari pandangan Viona, Viona masuk ke kamar nya yang sudah sangat ia rindukan.


Viona akan memulai harinya beraktifitas ia kembali menjadi perawat di rumah sakit. Pagi hari nya ia bangun, sebelum mandi ia mengambil testpack memeriksa urin nya semenjak kejadian itu ia sangat was was kalau dirinya bisa saja hamil benih dari Enzio karena Enzio melakukan hingga 3 kali mengeluarkan pelepasan nya di rahimnya, Enzio saat itu benar benar sangat mendapat kan kepuasan dari Viona, sampai tubuhnya sangat lelah.


Viona mulai melepas kan seluruh pakaiannya tubuh bugilnya masih terdapat tanda merah di bagian kedua dadanya, bahu dan di perutnya.


Viona sudah menyimpan beberapa testpack di kamarnya. Viona takut kalau sampai hamil itu artinya ia tidak bisa menjaga kepercayaan yang di berikan oleh Ayah angkat nya, Dr.Smith.


Setiap pagi dan sore Viona rutin memeriksa urin nya dengan tespack. Setiap tes urin Viona merasa lega belum ada tanda tanda muncul garis dua, sampai Minggu ke tiga Viona masih di nyatakan dirinya baik baik saja. Ia sudah mendapat datang bulan Viona kini merasa tenang.


Enzio sendiri pun sama belum bisa melupakan kejadian memaksa Viona merenggut keperawanan Viona. Di kantor Enzio sering termenung ada perasaan bersalah pada gadisnya nya ia merasa sangat hampa hatinya setiap hari ia memikirkan Viona saja.


Erick dan Sam masuk keruangan Enzio, masing masing membawa informasi tentang Viona dan laporan masalah perusahaan. Enzio tidak bisa bertemu dengan Viona nomor nya pun sudah lama Viona blokir.


" Selamat siang Tuan Zio."


Enzio mengangguk.


" Bagaimana kau sudah menemukannya?"


" Sudah Tuan, Zio."


" Apa itu?" Enzio sangat tidak sabar.


" Viona sudah bekerja di rumah sakit Tuan Zio sudah hampir 3 Minggu."

__ADS_1


" Ok..Terima kasih."


Enzio hari itu juga langsung menuju rumah sakit Dr. Smith ia akan menemui gadis nya itu.


" Tuan mau langsung ke rumah sakit?"


" Iya Erick."


Enzio benar benar ingin menemui Viona, Sampai di Dr. Smith Hospital, Enzio bertemu dengan Dr. Smith memakai baju seragam operasi langkah nya terhenti ketika seseorang memanggil nya.


" Dr. Smith."


" Enzio..apa kabar?"


" Baik Dokter."


" Kau sudah nampak sehat dengan kedua kaki mu."


" Iya Dokter, terimakasih."


" Apa ada keluhan?"


" Tidak ada Dokter sejauh ini baik baik saja."


Dr. Smith tersenyum.


" Lalu..?"


" Saya kesini ingin menemui Viona, di mana putri anda?"


" Saya sebenarnya ingin bicara banyak pada anda Enzio mengenai Viona tapi..saya tidak punya waktu lagi, karena saya harus mengoperasi pasien saya."


" Ok..lalu sekarang apa Viona hari ini sedang bertugas?"


" Setahu saya hari ini Viona libur."

__ADS_1


" Baik Dokter besok saya akan kembali. terimakasih untuk waktunya."


Enzio merasa belum puas belum menemui Viona, Enzio akhirnya memutuskan untuk menemui Viona di kediaman nya.


__ADS_2