Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Smith Geram Pada Enzio


__ADS_3

Hai my readers..


Terimakasih yang sudah follow like n hadiahnya, makin semangat nih saya nya Author lagi bikin novel baru lagi Judul nya " I Apologize " ok! Merawat Tuan Arrogan masih lanjut..! cekidot👉


Eh..iya masih banyak ya adegan endul nya khusus 21+ for adult yang belum cukup umur di geser dulu...


😍😋


Ponsel Enzio yang di letakan di meja ia genggam, sebelum mulai bekerja ia ingin menelpon,Viona. Ibu jarinya mencari kontak nama Viona yang sudah di ganti oleh Enzio menjadi, Vio calon istri ku.


Viona yang sedang berada di ruang perawat saat bicara berdua dengan sahabatnya Mia, berhenti sesaat karena ponselnya berdering. tangannya langsung merogoh ponsel nya di kantong seragam, ia tersenyum pada layar ponsel ada panggilan dari, EnzioTuan Galak.


" Halo.."


" Halo sayang, kau sedang dimana?"


" Di rumah sakit, kenapa?"


" Kenapa menjawab nya seperti itu?"


" Eum..sedang di rumah sakit, sayang."


" Kita harus bicarakan pernikahan kita."


" Kapan Zio sayang ingin bertemu?"


Mia yang berada di samping Viona hanya senyum senyum saja.


" Iya baiklah..Zio sayang."


Pembicaraan Viona dan Enzio di ponsel di tutup. Viona membuang nafas pelan.


" Si Tuan galak?" ucap Mia.

__ADS_1


" Iya..dia seperti anak abege saja, huff."


" Kenapa?"


" Sepulang habis bertemu dengan ku, dia menelpon ku terus."


Mia terkekeh.


" Ya sudah aku pulang dulu, Mia."


" Ok."


Viona dan Smith sedang bicara di ruangan, Dokter Spesial Ortopedi, Viona sedang meminta restu pada Ayah angkat nya mengenai pernikahan nya dengan Enzio. Smith sedang menunggu Enzio.


" Kau sudah siap menikah dengan Enzio?"


" Iya Papa Smith."


" Kenapa terburu buru?" ucapnya lembut.


" Apa kau sudah melakukannya lebih jauh dengan Enzio?"


Viona langsung terdiam ia gugup, mata nya tidak berani menatap Smith.


" Iya Viona?"


Viona menelan Saliva nya ia mengangguk. Tenggorokan Smith tercekat dengan pengakuan putri adopsinya itu, ia membuang nafas kasar. Viona mulai menangis, inilah kelemahan Smith tidak bisa melihat Viona menangis.Tapi ia juga geram dengan Enzio.


" Maaf Papa Smith."


" Ya sudah Papa tinggal menunggu Enzio."


TOK TOK

__ADS_1


Enzio sudah datang karena sudah di tunggu oleh Dr. Smith dan Viona. Enzio kemudian masuk namun ia melihat Viona sedang menangis.


" Selamat siang Dokter Smith."


" Duduk lah Enzio!"


Enzio mengangguk lalu duduk di samping Viona.


" Kenapa kau ingin menikah dengan Viona?"


" Karena saya sangat mencintai putri anda, Dokter."


Smith mengangguk.


" Menurut pengakuan Viona kau sangat arogan suka kasar pada Viona, dan saya sendiri pun sudah melihat kau selama sakit di rawat kau suka perlakukan Viona kasar. Saya selama membesarkan Viona tidak pernah memarahi dan mengasari putri saya, saya sebenarnya ragu bila Viona menikah dengan kau, Enzio."


Enzio mengangguk.


" Kalian berdua sudah melakukan nya lebih jauh, kau memaksa Viona, Enzio?"


Enzio seperti tertohok dengan ucapan Smith.


" Dokter jangan kuatir, saya bertanggung jawab pada putri Dokter, saya akan membahagiakan Viona, karena Viona wanita yang tepat untuk saya."


" Kenapa Viona?"


" Dia sangat sabar menghadapi saya, dia lembut perhatian dan penurut, saya tidak akan pernah menyakiti Viona saya jamin itu."


Smith mengangguk.


" Baik..jangan sampai kau membuat Viona menangis."


" Tenang saja Dokter..putri anda wanita yang luar biasa. Saya suka dengan Viona Karena dia merawat saya dengan baik."

__ADS_1


" Segeralah kalian berdua menikah..saya lepas putri saya karena kau yang bertanggung jawab sekarang."


" Terima kasih Dokter


__ADS_2