
Devan sudah membawa Viona kesebuah restoran yang mewah, sebelumnya Devan sudah mereservasi meja untuk dua orang. Sampai di restoran, pelayan langsung menyambut Devan dan Viona dengan ramah pelayan langsung membawa pasangan itu pada meja yang sudah tertata sangat rapih dan indah. Ada sebuah lilin juga dua gelas kaki panjang yang masih kosong dan botol sampanye. Viona tersenyum matanya melihat pada meja itu.
Devan mempersilahkan Viona tangan nya menarik kursi untuk Viona duduk.
" Silahkan Viona!"
" Terimakasih Devan."
Devan duduk berhadapan dengan Viona, Makanan yang di pesan Devan sudah dihidangkan. Devan dan Viona mulai menikmati makan malam yang terkesan sangat romantis. Devan kemudian mengajak Viona minum sampanye, tangan nya memegang gelas kaki panjang itu meminta Viona untuk bersulang toast. lalu sama sama menyesap sampanye.
Kembali pada tujuan Devan mengajak Viona makan malam, Devan ingin mengungkapkan isi hatinya saat ini juga ia meletakan dulu gelas sampanye itu, dan mulai bicara.
" Viona."
" Iya..Devan."
" Aku ingin bicara hal yang penting pada mu."
" Kenapa Devan?"
Devan meraih tangan Viona lalu menggenggam tangan Viona dan di kecup nya punggung tangan Viona. Viona sendiri bingung Devan telah menggenggam tangannya.
__ADS_1
" Viona..aku mencintai mu."
" Euh."
" Maukah kau mejadi kekasih ku?"
Viona seketika membisu, ia tidak tahu harus bicara apa.
Namun di dalam restoran, ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dari kejauhan. Orang itu diam diam membidik beberapa foto dan merekam mereka dari kamera ponsel. lalu orang yang sudah merekam dan memfoto itu menatapi Devan dan Viona tersenyum dengan mengangkat satu alisnya.
" Well..akan aku tunjukan pada seseorang foto foto ini." ucapnya dengan senyuman smirk.
Enzio di ruangan kerjanya sedang duduk di belakang meja terlihat serius menatap layar laptopnya, lalu ponselnya yang di letakan di meja berdering tanda pesan masuk, namun Enzio masih mendiamkan ponsel nya.😍
Enzio sudah menutup laptopnya kemudian tangannya meraih ponselnya untuk melihat jam sudah pukul 9 malam waktunya Enzio istirahat, ponsel nya kembali berdering tanda pesan masuk. Ibu jari Enzio menggeser pada aplikasi pesan ada chat yang masuk dari mantan istrinya. Caroline mengirimkan beberapa foto foto dan rekaman. Enzio penasaran ia memutar dan membuka gambar foto foto itu membuat kedua bola mata Enzio terbuka lebar lebar, ia menatap nanar pada foto foto dan rekaman itu. Foto Viona berdua dengan Devan sedang berada di sebuah restoran. Foto foto yang di kirim Caroline berurutan dari mulai Viona di persilahkan duduk oleh Devan, foto Viona dan Devan menikmati makan berdua, foto Viona sedang bersulang toast dan foto terakhir Devan menggenggam tangan Viona dan di kecup oleh Devan. Enzio darahnya mulai mendidih, rahangnya mengeras sampai giginya gemeletuk.
Gadis nya telah berkhianat dengan temannya Devan. Setiap foto di perbesar dengan ibu jari dan telunjuk Enzio. Enzio kini sudah membenci Devan.
" Sialan kau Devan..kau pengkhianat Viona." Ucapnya geram.
😍
__ADS_1
" Kau mau jadi kekasihku Viona?" Devan masih menggenggam tangan Viona.
" Eumm..aku..aku tidak tahu Devan." Viona menarik tangannya yang di genggam Devan.
" Ok..maaf mungkin kau sedikit terkejut.. karena memang aku mengajak mu makan malam tapi juga aku ingin mengungkap isi hati ku ini..sebelum kau kembali besok. Dan aku tidak meminta mu menjawab sekarang juga."
Devan merasa Viona sepertinya tidak peka terhadap perlakuannya selama ini. Devan kini seketika dirinya menjadi sangat bodoh.
" Maaf Devan..aku sungguh tidak tahu."
Mendengar jawaban Viona, mata nya menurun ia mengerutkan bibirnya, rasanya ia belum berhasil menggenggam hati Viona, namun nampak nya dari raut wajah Viona ada sesuatu yang mengganjalnya.
" Ya sudah...kita akhiri makan malam ini apa kau masih ingin jalan sebelum kita kembali pulang?"
" Tidak Devan karena besok pagi aku sudah pergi."
" Biar aku yang mengantar mu besok, kau tidak keberatan kan?"
" Justru nanti merepotkan mu."
" Tidak sama sekali Viona."
__ADS_1
" Baiklah!"