Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Viona Siuman


__ADS_3

Masih dalam pencarian siapa penabrak Viona, polisi baru menemukan keberadaan mobil yang di pakai untuk menabrak Viona melalui GPS namun mobil itu polisi menemukan berada di pembuangan khusus mobil dan sudah di remuk kan.


Enzio baru tiba di mansion nya hanya 30 menit Enzio kembali ke rumah sakit Enzio masih menunggu informasi dari kepolisian dan kabar dari rumah sakit.


,


,


,


,


" Viona.."


" Viona.."


Suara seorang wanita yang sangat lembut dan bergema memanggil Viona rambut Viona tergerai dan tertiup angin pelan ia berdiri badan nya memutar mencari suara wanita yang memanggilnya.


" Viona.."


Viona melangkah mencari sumber suara itu.


" Viona.."


Suara wanita itu semakin dekat terdengar, Viona terus melangkah dan melangkah. Setelah matanya mendapati suara itu ia menatap sosok seorang wanita yang cantik seperti dirinya, berpakaian serba putih rambut nya ikal panjang tertiup angin lembut sambil tersenyum pada nya.


" Viona anak ku..kemarilah sayang!" pintanya sangat lembut dengan kedua tangan nya di rentangkan.


Viona melihat wajah seorang wanita namun ia tidak mengenalnya, tapi kenapa hatinya ia sangat merindukan wanita itu dan ingin memeluknya. Dan mengapa wanita itu mengakui dirinya adalah anaknya.


Viona terus menatapnya dan terus mendekati wanita itu yang tersenyum sangat manis. Viona pun membalas senyumnya, hingga Viona berdiri berhadapan dengan menyisakan jarak sedikit pada wanita itu, kedua tangan wanita itu terangkat lalu menangkup kedua pipi Viona dan meneteskan air matanya. Viona matanya tidak berkedip sedikit pun karena terpana dengan wajah wanita itu.


" Viona anakku." dengan tatapan yang lembut.

__ADS_1


" Mama.."


Wanita itu mengangguk pelan dan masih tersenyum pada Viona.


" Kau Mama ku?"


" Maafkan Mama mu!"


" Mama."


" Kembali lah Viona..belum waktunya."


,


,


,


,


Viona menarik nafas dari mulut nya bersamaan kedua kelopak mata Viona terbuka, ia menatap langit langit kamar, bulu matanya nya yang panjang lurus di kedua kelopak matanya berkedip lalu kedua bola matanya bergerak mengedari seluruh ruangan, Viona seperti menetralisir pikiran di otaknya. Ia mulai sadar dirinya sedang berada di ruangan instalasi rawat inap. Viona masih diam membisu namun ia merasakan di tangan kanan nya terasa sedang di genggam oleh tangan seseorang, Enzio.


Ya..Enzio sedang menemani Viona ia duduk di sisi ranjang Viona, kedua tangan Enzio sedang menggenggam tangan kanan Viona. Enzio memejamkan mata nya namun tak tertidur ia sedang merasakan kehangatan genggaman tangan Viona. Enzio belum menyadari bahwa Viona telah siuman dan sudah membukakan mata.


" Enzio."


Viona memanggil Enzio dengan suara yang lembut dan pelan terdengar sangat lemah. Enzio langsung membukakan mata dari pejaman nya, ia sedikit pertegas pendengarannya.


" Enzio.."


Enzio wajahnya langsung menoleh pada wajah Viona ia melihat Viona telah membuka kedua matanya. Enzio tersenyum.


" Viona..sayang, kau sudah bangun?"

__ADS_1


Enzio beranjak dari kursi lalu membungkuk menatap senyum bahagia pada Viona, begitu juga kedua mata Viona menatap Enzio. Wajah Enzio ia dekatkan ke wajah Viona ia langsung mengecup bibir Viona.


" Sayang.." sambil membelai wajah Viona."


" Kenapa dengan diri ku?"


" Tidak kenapa kenapa..sayang kau jangan banyak bicara dulu." pinta Enzio.


Enzio keluar ingin memanggil Dokter Smith, Dokter Smith sedang duduk termenung di panggil oleh Enzio.


" Dokter Smith."


Smith melihat Enzio yang menghampirinya dengan wajah Enzio terlihat sangat girang, Smith langsung berdiri.


" Ada apa Enzio?"


" Dokter, Viona telah siuman."


Smith langsung mengembangkan senyumnya.


" Saya temui Viona."


Smith dan Enzio langsung melangkah cepat masuk ke ruangan instalasi rawat inap Viona, Smith tak sabar ingin memeluk putri angkatnya itu. Smith mendekati Viona tersenyum bahagia.


" Sayang..kau sudah sadar."


Smith langsung mengecup kening Viona.


" Papa Smith."


" Iya..kau jangan berfikir apa apa dulu!"


Enzio yang berdiri di samping Smith, ikut membelai rambut Viona.

__ADS_1


" Enzio kau jaga Viona, saya akan memanggil Dokter Gerald."


" Iya Dokter."


__ADS_2