Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Viona Tak Lagi Memunggungi Enzio


__ADS_3

Enzio rupanya terbangun pukul 1 malam, ia menuju ke ruang kerja untuk menyelesaikan sedikit pekerjaan nya juga ingin menanda tangani surat perceraianya dengan Caroline, namun saat jari nya memegang pena ia urungkan kembali untuk menanda tangani surat cerai itu. Sepertinya Enzio ada niatan untuk mempermainkan hubungan istrinya dengan sahabat nya Nicholas.


Rasa kantuk belum datang ia sengaja ingin membangunkan gadisnya, rasanya bagi Enzio sedetik pun tidak ada Viona di sisinya terasa hampa.


" Ada apa Tuan, apa yang Tuan pikirkan?" ucap Viona lembut.


Wajah Enzio masih menempel di perut Viona. kedua tangannya melingkar erat di pinggang Viona, dengan pertanyaan Viona, membuat Enzio mendongakkan wajah nya menatap gadisnya.


Viona tersenyum kaku melihat tatapan Enzio, Enzio nampak tersenyum manis pada Viona. Kemudian kedua tangan Viona terdorong ada rasa ingin membelai wajah pasiennya itu, kedua telapak tangan Viona kemudian menangkup kedua pipi Enzio lalu menunduk menatap Enzio.


" Terimakasih Viona."


Viona tersenyum dan mengangguk.


" Kau bukan hanya merawat ku..tapi kau juga penghiburan ku, aku merasakan saat ini aku tidak bisa jauh jauh dari mu."


Enzio lalu menggenggam tangan Viona, ia menciumi punggung tangan Viona lalu menempelkan di pipi nya sambil memejamkan kedua matanya.


Viona menghela nafas lalu menghembusnya pelan.


" Sudah tugas saya, Tuan."


" Apa kau akan meninggalkan ku, Viona?" Enzio menatap wajah Viona.


" Sampai Tuan benar benar sembuh dan bisa berjalan normal, saya akan kembali menjadi perawat di rumah sakit Tuan."


Enzio mengangguk dengan ucapan Viona.


Ada keresahan di hati Enzio, begitupun Viona ia hanya menjalankan tugas saja, tidak lebih.


" Viona..apa kau tidak menyukai ku?"

__ADS_1


Viona mulai resah dengan pertanyaan Enzio.


" Saya..saya." Viona kesulitan menelan Saliva nya untuk menjawab.


" Apa kau membenci ku?"


" Tidak Tuan." Viona menggeleng


" Viona..."


" Iya Tuan."


" Kalau kau jauh dari ku, aku akan rapuh, Viona."


" Eum..Tuan harus tetap semangat, jangan katakan itu. Tuan."


" Hem." Enzio tersenyum.


" Tidurlah Tuan..istirahat ya!"


" Temani saya tidur ya!"


Viona gugup.


" I- ya Tuan."


Enzio berdiri dan di tuntun oleh Viona sampai di ranjang, sampai di ranjang itu, Enzio menarik tangan Viona ia meminta Viona tidur di samping nya.


" Aku ingin kita tidur tanpa penghalang apapun Viona, tanpa..sehelai..kain."


Viona terdiam dada nya mulai berdetak kencang.

__ADS_1


Enzio yang duduk di sisi ranjang tangan nya mulai melepas pakaian tidur Viona satu persatu lalu melepas b*a Viona, di tatapnya Keduanya dada Viona lalu menyusuri perut Viona yang rata, kemudian kedua tangan Enzio melingkarkan di pinggang Viona, Viona merasakan bulu bulu tangan Enzio di kulit tubuhnya. Viona memejamkan matanya, Enzio mengusap belakang Viona dengan telapak tangan nya sangat lembut, wajahnya ia benamkan pada perut Viona sambil mengecupi perut Viona.


Viona terasa geli hingga perut nya kembang kempis menikmati kecupan Enzio, nafas nya terdengar tersendat.


" Hahh..hahh." suara nafas Viona.


Kecupan Enzio menjalar ke bagian dada Viona lidahnya menjilati pucuk pucuk Viona, kedua tangan Enzio masih melingkar erat di pinggang Viona.


Viona semakin tidak berdaya ia sangat menikmati ******* mulut Enzio di pucuk dada nya. Viona masih memejamkan mata


" Haahh..hahh..Tuaann..hahh." Viona mendongakan wajah menghadap langit langit.


Enzio tak hanya melingkar tangan di pinggang Viona, telapak tangannya mulai meremas bokong Viona, lalu meloloskan CD Viona kebawah.


Enzio pun juga terpejam merasakan kehalusan kulit Viona yang ditelapak tangan dan bibirnya.


Enzio mulai menyentuh bagian bawah Viona, bibir nya masih terus mencumbui dada Viona, Viona mendapat kenikmatan 2 kali lipat dari mulut dan jari Enzio. Viona semakin mende*** kedua tangan Viona mencengkeram di kedua bahu Enzio. Viona mulai mengejan merasakan seperti ada sesuatu yang akan keluar.


" Hahhh..Tuaan."


Viona menggelengkan kepala.


" Eughhhh..hahh hhaah."


Viona mendapat pelepasan, tubuhnya mulai terkulai kedua kaki nya terasa lemas ia mendekapkan wajah Enzio ke dada nya, Enzio tersenyum gadis nya mendapat kepuasan tubuh Vionah sudah berkeringat.


Enzio melepaskan baju tidurnya, ia menarik Viona untuk membaringkan dirinya juga Viona. Enzio mulai menciumi wajah Viona dan memagut bibir Viona kali ini Viona membalas ciuman Enzio, Enzio tersenyum gadis nya mulai menerima pagutannya. Enzio tidak akan melakukan penyatuan dengan Viona, ia lagi lagi masih menjaga Viona ia hanya memeluk tubuh Viona saja namun kali ini Viona tidur tidak memunggungi Enzio ia terbaring menghadap Enzio, Enzio merebahkan kepala Viona di lengan nya sebagai bantalan kepala Viona. Kedua nya masih dalam keadaan polos, lalu Enzio menyelimuti tubuh nya juga Viona dan memeluk erat Viona.


" Terimakasih sayang." Enzio mengecup kening Viona yang sudah terpejam.


Lalu keduanya tertidur.,😴😍

__ADS_1


Jangan Lupa like comment juga hadiah nya 👍


__ADS_2