Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Uang Pelicin


__ADS_3

Dengan permintaan persyaratan Nicholas, Enzio langsung menatap tajam pada Nicholas, Nicholas pun sama sama menatap Enzio dengan wajah yang serius, Enzio terlihat tidak mau menyetujuinya.


" Kau tidak mau mengeluarkan..Ibu dari anak ku dari dalam sel tahanan, Zio?"


Enzio membuang nafas ia langsung memutuskan tatapan tajam pada Nicholas wajah dinginnya berpaling, ia mendiamkan Nicholas.


" Zio..Kerjasama dengan Mr.Hiroyuki adalah sebuah peluang yang sangat besar..kau tentu tahu peluncuran produk produk nya sangat di gemari di seluruh dunia, siapa yang tidak kenal dengan produknya apalagi peluncuran produk nya sangat inovatif. Ini kesempatan yang belum tentu terjadi dua kali, kalau sampai goal saja...beuhh! semua pengusaha akan bertekuk lutut pada mu, Zio..Dan kau semakin menjadi ' A billion Man." Nicholas iming iming.


Enzio langsung mengalami pergolakan batin, antara kerjasama bisnis yang menggiurkan dengan permintaan syarat sahabatnya.


" Waktu persyaratan dari Mr. Hiroyuki untuk dipenuhi hanya dua hari saja..Zio."


Enzio mengerutkan kedua bibir nya, ia hembuskan nafas lalu wajah nya menoleh pada Nicholas. Nick dan Zio kini beradu tatap, tatapan Nick berharap Enzio menyetujui syarat nya sedangan Enzio tatapannya ada dendam yang masih menyulutinya tapi ia sangat yakin dengan ucapan Nicholas.


Bagaimana?" ucap Nick dengan mengangkat satu alisnya.


syarat perjanjian bertukar itu, membuat Enzio akhir nya menyetujui nya.


" Baik Nick.. aku menyetujui nya, tapi aku akan menjadi kan Carol mu...menjadi tahanan rumah."


Nicholas lega walaupun Carol menjadi tahanan rumah, itu terasa sangat lebih baik.

__ADS_1


" Terimakasih Zio..." ucapnya senyum.


" Ok Nick..kau tinggal kerahkan semua tenaga dan pikiran mu agar kita bisa bekerjasama dengan Hiroyuki."


" Tenang Zio..Hiroyuki nampak menyukaiku aku suka gaya dia."


" Kita mulai persiapkan." balas Enzio.


Enzio lalu mengajak Viona dan Nicholas untuk kembali. Nicholas langsung ke kantor Enzio mereka akan langsung mengadakan rapat besar di kantor Enzio. Viona kembali pulang di antar oleh supir Enzio.


Selama dua hari Enzio dan Nicholas bekerja keras mulai dari tatanan administrasi kantor, Sampai pengelolaan gedung perusahaan seluruh divisi dan keselamatan kesejahteraan karyawan mereka revisi ulang, agar memenuhi syarat untuk bisa bekerjasama dengan Perusahaan asal Jepang.Semua karyawan setiap Divisi bekerja keras sampai lembur.


Kini tiba Mr. Hiroyuki beserta jajarannya berkunjung ke perusahaan Enzio. Mereka menelaah setiap bagian devisi perusahaan Enzio. Setelah itu Mr.Hiroyuki akan mereview nya.


" Mr. Zio dan Nicholas kami siap bekerjasama."


" Trimakasih Mr. Hiroyuki." ucap Enzio


 "Arigatou gozaimazu Ganbaru " balas Nicholas.


Mr. Hiroyuki pun tersenyum dan membungkukkan badan dengan ucapan balasan Nicholas.

__ADS_1


Dalam sel tahanan wanita.


Nicholas melebarkan langkahnya menuju sel tahanan wanita setelah 2 Minggu ia belum mengunjungi Caroline, nampak wajahnya sangat ceria ia akan membawa berita baik untuk Caroline. Sebelum nya Nicholas yang akan berkunjung Caroline bertemu dengan sipir tahanan wanita bertubuh gemuk itu


" Selamat siang Tuan."


" Siang.."


" Tuan ingin bertemu dengan Nyonya Caroline?"


" Tentu..."


" Jangan lupa pelicin nya, Tuan." sipir itu mengerakkan ibu jari dan jari tengah.


Nicholas tersenyum ia sudah mengerti. Nicholas langsung mengeluarkan 10 lembar uang dolar. Sipir wanita memajukan bibirnya menerima uang dari Nicholas ia merasa kurang.


" Masih kurang?"


" Tentu Tuan..uang tutup kuping, kuping saya selalu ternoda mendengar desa**n Tuan."


Nicholas terkekeh tangannya kembali mengeluarkan uang di dompetnya. Sipir wanita langsung sumringah menerima uang yang cukup besar dari Nicholas.

__ADS_1


" Silahkan Tuan."


" Ok..Terimakasih."


__ADS_2