
" Silahkan Nona Viona!" ucap pelayan wanita.
" Terimakasih."
Pelayan itu membungkuk lalu undur diri dari pintu kamar Viona. Viona kembali matanya mengedari seluruh ruangan kamar yang disediakan untuk nya, lumayan mewah menurut Viona. Viona mengecek kebersihan kamar itu lalu melihat pada kamar mandi.
Viona mengangguk karena memang sangat bersih seluruh ruangan kamar dan kamar mandi serta harum. Viona sangat memperhatikan kebersihan dirinya tidak betah melihat kotor sedikit pun apalagi dirinya seorang perawat.
Tak lama suara pesawat telpon di meja nakas tempat tidur nya berdering, Viona bergegas mengangkat gagang pesawat telpon itu.
" Halo."
Suara Enzio.
" Iya Tuan."
" Ini telpon guna aku bila membutuhkan mu."
" Baik Tuan."
Gagang telepon itu kembali di letakkan, Viona kemudian menaruh koper di atas ranjang tidur dan membuka isi kopernya lalu mengeluarkan semua pakaian dan keperluan nya lalu ia masukan kedalam lemari selesai merapihkan pakaian pakaian nya, Viona mandi karena sudah lengket pada tubuhnya.
Telepon berdering di meja nakas tempat tidur Viona.
" Iya Tuan."
" Baik.." Viona meletakan gagang telepon.
Viona bergegas menemui panggilan Enzio di kamar nya.
" Iya Tuan."
__ADS_1
Viona masuk keruang kamar pribadi Enzio, Enzio menatap kagum penampilan Viona yang tidak berseragam perawatnya Viona menggunakan pakaian terusan sampai bawah lutut pada pinggang nya tali serut atasnya berkerah lengan panjang.
Manis sekali penampilan Viona di mata Enzio warna pakaian itu sangat kontras pada warna kulitnya yang putih. rambutnya ia kuncir setengah.
" Saya ingin mandi tolong bantu saya."
" Baik Tuan."
Viona mengunci pintu kamar pribadi Enzio lalu segera menghampiri Enzio di kursi roda ia membantu melepaskan seluruh pakaian Enzio lalu mendorong kursi roda Enzio masuk ke dalam kamar mandi, ia meletakan segala peralatan mandi Enzio agar Enzio dapat menjangkau nya. Satu hal yang Enzio kagumi Viona tidak merasa malu dan tergoda pada tubuh bugil Enzio, Walau Enzio sudah beberapa kali menggoda Viona.
" Viona."
" Iya Tuan."
" Apa kau punya kelainan?"
" Eum..maksud Tuan?"
" Sudah berapa kali saya katakan Tuan, tidak usah saya jelaskan lagi."
Enzio terkekeh.
" Apa jangan jangan kau penyuka sesama jenis?"
" Apa?" saya masih normal, Tuan."
Enzio mengangguk dan tertawa.
" Syukurlah!"
" Kalau Tuan sudah selesai, panggil saya Tuan."
__ADS_1
" Tolong siapkan pakaian tidur ku."
" Iya Tuan, apa Tuan tidak ingin makan malam?"
" Aku makan di kamar saja."
" Baik Tuan."
Enzio mulai menikmati mandinya, lalu Viona menyiapkan pakaian tidur Enzio. Saat Viona membuka pintu lemari ada beberapa pakaian wanita, sepertinya pakaian pakaian itu yang Viona duga adalah pakaian istrinya Enzio.
Hatinya mulai resah karena merasa tidak pantas bila ia berada satu kamar dengan Enzio walau Enzio adalah pasien yang di rawatnya diriya selalu bertanya tanya kemana istrinya? Viona khawatir apabila istri Tuan Enzio tiba tiba muncul dan mendapati diri nya berada di dalam kamar suaminya.
Ia tidak mau di cap pelakor atau sebutan wanita penggoda walau dirinya tetap bekerja secara profesional. Tanpa sengaja mata Viona menangkap bingkai foto yang di balik, tangannya meraih foto itu foto wanita cantik berada dekat meja rias, Viona memandangi foto istri Tuan Enzio sedang tersenyum.
lalu mata Viona melihat lihat peralatan satu set make up rias wajah serta botol botol cream kecantikan dan minyak wangi tangan Viona masih memegang bingkai foto itu. Namun..
" Apa yang sedang kau lakukan di situ Viona?"
" Eugh?" Viona kaget ia langsung membalikkan badan menghadap Enzio
" Maaf Tuan?"
Viona langsung pucat karena Enzio mendapati dirinya sedang kepo pada benda benda di hadapan nya. Enzio mendekat pada Viona, Enzio dalam keadaan masih sangat basah air nya masih menetes pada rambut dan kursi roda itu tangan nya menutup bagaian bawah nya terlihat wajah Enzio sangat marah Enzio tidak suka Viona berdiri di ruangan khusus ganti dan ber-make up.
Viona kemudian dengan cepat meletakan bingkai foto itu namun ia meletakkan foto itu berdiri lalu segera menghampiri Enzio.
" Mari saya bantu keringkan tubuh Tuan."
Namun Enzio berlalu dari hadapan Viona yang sudah berdiri dekat kursi rodanya, Viona hanya mengekor kursi roda Enzio ketempat dimana Viona berdiri di meja rias itu. Viona hanya menatapi Enzio apa yang akan Enzio lakukan? rupanya Enzio mengambil foto itu lalu ia taruh dalam laci membuat Viona heran dan bertanya tanya ada apa dengan foto itu? kenapa Enzio menaruh foto itu di simpan dalam laci?
Viona sudah takut melihat wajah Enzio terlihat murka dan ekspresi wajah nya ada rasa kecewa dan sedih.
__ADS_1