Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Kagum Pada Viona


__ADS_3

Viona mulai berontak Viona mengepalkan kedua tangan nya memukuli bagian belakang badan Enzio. Merasa risih dengan tangan Viona yang terus memukuli nya, tangan kekar Enzio mengunci kedua tangan Viona di atas kepala Viona.


" Maafkan aku Viona..aku harus berbuat ini." ucapnya menatap dalam dalam mata Viona


Air mata Viona masih mengalir, Ia memohon pada Enzio untuk menghentikan perbuatan bejat nya.


" Aku mohon Tuan..jangan!"


Bagian keras ujung Enzio sudah mulai masuk, Enzio harus membuat gadisnya tenang dan terbuai ia mencium bibir Viona sangat lembut.


Enzio masih mendengar Viona terus terisak, ia sudah tidak perduli ingin memiliki Viona seutuhnya rasa nafsu yang besar, cemburu juga terlalu sayang nya pada Viona sudah menyatu pada diri Enzio. Amarah nya sudah di ubun ubun karena Devan.


Enzio terus memberi rangsangan pada Viona, Viona terisak tapi juga mende**h, saat bibir nya memainkan pucuk dada Viona, sambil pinggul Enzio mulai mendorong pelan, Enzio merasa kan sangat sempit bagian dalam Viona. Ia memejamkan mata sangat nikmat rasa nya. Benar benar gadisnya masih Virgin.


" Menangis lah Viona, aku sudah tidak perduli."

__ADS_1


Enzio langsung menghentakkan pinggul nya dengan kencang ia menenggelamkan junior nya sampai keseluruhan. Saat itu Viona teriak meringis merasakan sakit yang luar biasa.


" Akkhhhh..hahh..hhaah."


Enzio langsung meraup bibir Viona, memagut nya lembut sambil terpejam sangat beda rasa nya milik gadisnya itu.


Enzio lalu menatap wajah Viona yang terisak namun pandangan nya tak mau melihat Enzio. Enzio mulai mengerakkan pinggul nya kembali memundurkan junior nya lalu mendorong. Viona kembali meringis sakit,


Enzio kembali memaggut bibir Viona.


Viona diam menangis sesegukan. Viona tidak bisa berbuat apa apa lagi Enzio sudah mengambil milik berharganya. Dirinya menyesali meminta Enzio jalan di hari liburnya.


Enzio masih terus menggerakkan pinggul nya, menikmati milik gadisnya ia sudah mengambil keperawanan Viona yang sudah lama ia jaga. Tapi dirinya berjanji Enzio akan memberikan segala nya untuk Viona ia akan membuat Viona bahagia dirinya memang sudah sangat mencintai Viona.


" Aggghhh..sangat nikmat, sayang." ucap nya sambil menatap wajah Viona

__ADS_1


Enzio kembali mendapatkan kebutuhan biologisnya bayangkan sudah berapa bulan lamanya junior Enzio belum di mendapat kan lawan lagi😀, Terakhir ia meminta sebelum nya pada mantan istrinya yang tidak mau me layani nya sampai akhirnya Enzio kecelakaan lalu dirawat dan seterusnya ia masih menahan diri pada Viona, dan sekarang ini wajar ia melakukan nya dengan Viona walau dengan paksaan ia merasakan nikmat yang luar biasa. Apalagi melakukan nya pada gadisnya yang masih virgin.


Enzio masih terus penyatuannya pada Vioana sambil menatap wajah Viona yang terlihat membenci dirinya. Enzio tidak perduli pada tatapan Viona. Suka atau tidak baginya Viona sudah dimiliki nya. Enzio mulai mengejan ia akan mendapat pelepasan.


" Eugkkkkk..." Enzio memejamkan mata.


Hingga berapa detik junior nya berkedut dibagian dalam Viona, ia menumpahkan banyak benih di rahim Viona. Nafasnya terengah engah lalu mencium kening Viona.


Sampai beberapa detik Enzio mulai mencabut nya perlahan, terlihat Enzio cairan kentalnya bercampur darah. Ia kagum pada Viona tapi dirinya juga bangga mendapatkan Viona. Seumur hidup nya baru ini mendapatkan wanita cantik muda dan masih gadis. Enzio akan semakin sayang pada Viona bahkan akan memanjakannya. Ia yakin Viona adalah istri nya kelak yang bisa menjaga dan merawatnya dengan baik.


" Lihat aku Viona!"


Viona menangis, Enzio menghapus air mata Viona dan membelai wajah Viona lalu mengecup kedua mata Viona.


" Aku mencintai mu, Viona..dengar itu!"

__ADS_1


__ADS_2