Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Pengharum Mobil


__ADS_3

Viona mengantar Enzio sampai mobil


" Aku berangkat dulu sayang."


Ketika supir Enzio buka pintu mobil , harum pewangi mobil menyeruak keluar wanginya sampai di penciuman Viona, namun sangat tidak enak di hidung Viona saat mengantar Enzio sampai di sisi mobil. Viona langsung menutup hidup dengan tangan nya, rasa mual nya makin menjadi.


" Oekk..."


" Kenapa sayang." ucap Enzio berhenti menunda masuk kedalam mobil.


" Pengharum mobil nya kok tidak enak sih..di penciuman ku."


" Pengharum mobil?"


" Iya suami ku..di penciuman ku semakin mual dengan pengharum mobil ini."


" Ya sudah nanti biar aku suruh supir ganti dengan pengharum yang lain."


Viona mengangguk dan menjauh dari mobil agar tidak sampai harum mobil Enzio di hidung Viona.


" Hati hati ya di jalan." ucapnya sambil menutup hidungnya.


" Iya sayang.." Enzio menghampiri Viona lalu mencium kening Viona.


Setelah mobil Enzio melaju, rasa di perut dan tenggorokan Viona tidak dapat di tahan lagi dengan cepat Viona melangkah ke kamar mandi lantai dasar lalu menumpahkan semua isi di perut nya yang terasa bergejolak.


" Oekk..oeek.." sembari tangannya membuka kran washtofel.


Pelayan rumah mendengar Nyonya rumah muntah muntah bergegas menghampiri Viona.


" Nyonya..kenapa?"


Pelayan langsung berdiri di sisi Viona yang sedang membungkuk tangannya langsung memijit pelan pada bagian tengkuk leher Viona.


" Entah lah Livia..dari kemarin saya merasakan tubuh saya tidak enak dan sekarang ingin muntah.


" Apa Nyonya salah makan?"

__ADS_1


Livia khawatir takut ada kesalahan karna biar gimana pun dirinya yang membantu Viona memasak di dapur.


" Saya merasa biasa saja pada makanan, cuma baru saja mencium pengharum mobil suami saya tidak enak di hidung."


" Pengharum mobil Nyonya?" Livia mengerutkan dahinya tidak mengerti.


Viona mengangguk sambil tangannya menerima tisu dari Livia membersih kan mulut nya.


" Sebaiknya Nyonya periksa ke dokter..sekalian mengunjungi Ayah Nyonya..kalau Nyonya mau biar saya temani."


Viona seketika rindu dengan Ayah angkatnya dengan saran Livia, karena selama menikah dirinya belum sempat mengunjungi Ayah angkatnya di rumah sakit.


" Iya ya Livia..ya sudah kita kerumah sakit Ayah saya..kau sudah bereskan dengan urusan di dapur?"


" Sudah Nyonya.."


" Saya ganti pakaian dulu.." ucap Viona.


" Tapi Nyonya..apa tidak bilang Tuan dulu."


" Suami saya lagi di jalan kalau saya telepon..suami saya bisa kembali kerumah belum sampai di kantor, saya tidak mau mengganggu pekerjaannya."


,


,


,


,


,


,


Dr.Smith Hospital.


" Kau kenapa..? kau terlihat pucat Viona?" ucap Mia.

__ADS_1


" Aku mau memeriksakan tubuh ku terasa tidak nyaman dari kemarin..mual dan tadi sebelum ke sini aku muntah muntah."


" Muntah kenapa..kau kelelahan?"


" Tidak juga..aku hanya mencium pengharum mobil Enzio terasa sangat mual."


" Hemmm..kau ini masa tidak tahu gejala seperti ini, baru setahun tidak bekerja jadi perawat kau sudah lupa."


" Lupa bagaimana Mia?"


" Jangan jangan kau hamil."


" Hah..ya ampun, kenapa aku jadi tidak peka sih."


" Barangkali kamu sudah telat haid..kamu langsung saja periksa pada Dr. Riana, dia baru datang."


" Ya sudah aku jadi penasaran..apa benar yang kau katakan tadi."


" Aku mau periksa pasien dulu ya..!" balas Mia.


" Ok Mia..o iya apa Papa Smith sudah datang?"


" Sepertinya belum..tadi malam beliau pulang tengah malam karena operasi pasien kecelakaan."


Viona mengangguk.


" Ok Mia..aku kerumah Papa Smith saja setelah periksa ke Dokter Riana."


" Baiklah Viona, sampai ketemu nanti ya!"


Keduanya lalu berpisah Viona berjalan beriringan dengan Livia ke ruangan Dr.Riana.


" Selamat ya sayang..kau mengandung janin mu sudah berusia 3 minggu." ucap Riana tersenyum sangat manis.


" Owhh..ya Tuhan! aku bahagia sekali Riana, pasti suami ku sangat senang mendengarnya."


" Kau buat kejutan saja untuk suami mu."

__ADS_1


" Iya Riana..aku suka dengan ide mu itu, nanti aku kirimkan foto tespack nya." ucap Viona dengan ekspresi tidak sabar.


__ADS_2