Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Berharap Viona Mengandung


__ADS_3

Enzio masih ingin mereguk manisnya bercinta bersama Viona, bagi Enzio pertempuran nya di meja tadi baru permulaan saja. Segala yang di miliki Viona sudah menjadi candu untuk nya, tak sabar rasanya ia ingin segera menikahi gadisnya yang berselisih 11 tahun dengan nya. Dari rambut sampai ujung kaki tidak di lewatkan oleh Enzio se inci pun untuk tidak di cumbunya. Bibir hidung mata Viona selalu di kecupnya, leher jenjang Viona selalu dijilat dan di hisapnya, bahu gadisnya di beri tanda merah bahkan kedua dada Viona yang bulat dan sekal tak lepas dari kedua tangannya yang terus menangkup dan mere*** nya. Pada bagian kedua paha Viona selalu di usap sampai bokong di rem**nya, ia sangat gemas dengan bokong Viona. Malam ini Ia akan menuangkan benihnya sebanyak Enzio mampu dan puas.


Enzio akan bercinta dengan Viona, dengan bermacam macam gaya, jika nanti gadisnya yang meminta di puaskan, Enzio mau gadisnya yang berada di atasnya.


Viona sudah mencintainya, tak ragu lagi bagi Enzio Viona yang akan menjadi istrinya akan dia manjakan apapun yang Viona mau akan selalu di penuhinya, tapi Enzio juga mau Viona harus tunduk dan patuh padanya. Viona gadis yang sangat lembut tapi juga tidak lemah, ia pun suka melawan dirinya karena Enzio sering membuat Viona kesal. Rencana Enzio setelah Viona menjadi istrinya ia akan meminta Viona berhenti menjadi perawat Viona akan di jadikan ratu menjadi Nyonya Enzio George di mansion nya. Kelak Viona hamil dan punya anak Enzio yakin Viona bisa merawat anak anaknya dengan baik.


Selesai bercinta yang kedua di kamar mandi, Enzio mengajak Viona untuk berendam di bathtup. Enzio mendekap tubuh polos Viona yang direbahkan di dada nya yang bidang.


" Sampai berapa lama kita berendam?" rengek Viona.


" Kenapa?" balas Enzio sambil mengecupi pucuk rambut kepala Viona.


" Nanti bisa sakit flu."


" Kalau aku sakit kau yang merawat ku, sayang." ucapnya manja.


" Bagaimana kalau aku yang sakit?" tanya Viona.


" Aku bawa ke Dokter saja gampang kan." ledek Enzio.


" Kalau aku demam aku bisa menyembuhkan sendiri, tak perlu ke Dokter."

__ADS_1


" Kalau aku sakit, aku juga tidak perlu ke Dokter di rawat di rumah saja kau yang menyembuhkan kan ku."


" Iya..aku akan menyuntik mu dan memasang jarum infus..kau saja takut sama jarum."


Enzio tertawa lebar, memang benar ia memang takut dengan jarum suntik saat ia di rawat Viona memasukan kembali jarum infusan di tangan nya yang di cabut sendiri sudah gemetaran.


Enzio akhiri ritual berendam nya dengan Viona, Keduanya membilas busa busa yang masih menempel di tubuh mereka. Dari berendam tadi junior Enzio sudah mengacung tegak. Waktu yang di tunggu tunggu Enzio ia akan menghabisi Viona di ranjang tempat tidur. Enzio belum juga surut gairah nya bercinta dengan Viona malah semakin meningkat daya birahinya. Enzio kembali mengendong Viona ala bridal sampai di ranjang yang berukuran besar.


Enzio telah mengungkung Viona tidak bosan bosan Enzio menatap wajah Viona yang semakin hari semakin cantik apalagi saat wajah Viona menikmati penyatuannya, Viona memejamkan mata terlihat sangat menggairahkan. Enzio mulai memagut bibir Viona sambil mere**s dada kiri Viona.


" Mendes***lah yang hebat..itu membuat ku bergairah sayang." sambil jari jarinya memainkan pucuk dada Viona.


" Aku tidak bisa nafas." Viona cemberut.


Enzio malah tertawa.


" Kau membuatku gemas sayang."


Enzio memberi jeda pada Viona hanya 5 menit lalu Enzio kembali dengan aksinya ia akan menenggelamkan bagian kerasnya kedalam lembah Viona, dari tempo lambat sampai tempo cepat, penyatuan nya di ranjang sangat lama mendapat pelepasan. Enzio meminta Viona berubah gaya Ia akan melakukan penyatuan nya dengan posisi Viona memunggungi nya junior Enzio melesak dari balik tubuh Viona paha kanan Viona di angkat dengan gaya seperti itu Enzio leluasa memainkan dada kanan Viona.


Setelah itu Enzio menarik pinggang Viona, mengajak Viona bercinta dengan gaya d*gie saat Viona menumpu dengan kedua lutut dan kedua tangan nya menampakkan bokong Viona yang bulat, sebelum junior Enzio melesak kedalam ia menatapi bokong Viona dengan kedua telapak tangannya mere**s bokong indah itu.

__ADS_1


" Akhhh.."


Viona mengerang saat bagian keras Enzio mulai di benamkan.


" Akhhh..hahh hahh..."


Enzio langsung memacu dengan cepat sangat nikmat bagi Viona ini pertama kali Viona bercinta dengan gaya d*gie hanya beberapa menit Viona sudah mendapat kan pelepasan terasa junior Enzio seperti di pijit bagian kerasnya, Enzio masih bisa bertahan ia membiarkan Viona mendapatkannya.


Tubuh Viona di tarik Enzio, ia langsung memeluk tubuh Viona dari belakang sambil menciumi tengkuk leher Viona, nafasnya terengah engah.


" Nikmat sayang?" ucapnya di ceruk leher Viona.


Viona mengangguk. Macam macam gaya bercinta malam itu di akhiri dengan gaya konvensional Enzio masih terus berpacu mengaduk lembah Viona sampai keringat bercucuran, Enzio akan segera mendapat pelepasan ia langsung meraup bibi Viona sambil pinggulnya di gerakkan maju mundur.


" Akhhhh..ssstt." Enzio mengerang matanya terpejam.


Ia tumpahkan semua benih benihnya di dalam rahim Viona sampai tetesan terakhir, ia berharap banyak setelah penyatuannya dengan Viona, Viona cepat mengandung benihnya. Semoga saja harap Enzio.


Setelah mengatur nafasnya tubuh Enzio merosot dari tubuh Viona tangan nya langsung menarik selimut menutupi tubuh polos nya dan Viona, Enzio mendekap tubuh Viona. Viona melingkarkan tangannya di pinggang Enzio.😋😍👍


Jangan lupa vote dan hadiah buat Author, Happy reading. Author ingatkan baca bagian endul di samping pasangan jadi kalau kepingin tinggal di tegrep

__ADS_1


__ADS_2