
Satu bulan Caroline mendekam di penjara, perut nya mulai terlihat sedikit membuncit tubuhnya terlihat kurus wajah nya pucat tidak ber make-up namun kecantikan wajah nya tidak pudar. Selama mendekam di penjara Caroline tidak bisa makan selalu mangalami muntah muntah ia sangat lemas.tubuhnya.
Seorang sipir penjara wanita membawakan makanan dan susu untuk Caroline, tetap saja ia tidak mau menyentuh makanan itu.
" Nyonya harus makan biar janin anda sehat."
Caroline mencium bau susu saja sudah mual perutnya kembali bergejolak dari pagi sampai siang hari ia selalu muntah muntah.
Sipir wanita itu meletakkan makanan untuk Caroline lalu segera meninggalkan Caroline yang terbaring lemah.
Sipir penjara wanita saat melangkah keluar bertemu dengan seseorang yang ingin mengunjungi Caroline.
" Bagaimana keadaannya?"
" Dia sama sekali tidak mau.makan,Tuan."
" Apa makanan yang di beri tidak sesuai dengan selera dia."
" Makanan sama semua yang di beri tahanan wanita tidak di bedakan."
" Mulai hari ini bedakan makanan nya harus spesial."
" Iya baiklah..ini karena titah Tuan saja."
" Terimakasih."
__ADS_1
Caroline yang terbaring masih meringkuk di tempat tidur di kasur yang tipis. Saat ia memejamkan mata terdengar oleh nya suara pintu sel terbuka dan suara derap langkah mendekatinya ia membuka kan mata.
" Caroline."
Caroline mendengar suara yang memanggilnya yang tidak asing di telinga nya langsung menoleh pada suara yang memanggilnya.
" Nick?"
Caroline langsung bangun tapi tubuh nya terasa lemas. Nicholas yang melihat Caroline terenyuh hatinya. Namun bagaimana lagi Caroline tetap bersalah ia harus menjalankan hukumannya, walaupun dia bersahabat sangat kental dengan Enzio, tapi Enzio tidak mau berubah, dengan keputusannya.
Nicholas membantu Caroline yang ingin duduk di sisi ranjang. Matanya melihat lekat lekat pada Caroline yang terlihat sangat tidak terurus tubuhnya. lalu Ia melihat makanan yang di sediakan untuk Caroline di ambilnya.
Nicholas memang hanya di beritahu oleh Enzio kalau Caroline bersalah dan sudah di tahan di penjara wanita. Nicholas hanya sedikit kekhawatirannya pada Caroline saat itu, namun mendengar Caroline telah hamil oleh nya Nicholas kecewa pada Enzio. Karena Enzio lama mendiamkan Nicholas tidak di beritahukan kalau Caroline telah mengandung benih Nicholas
" Carol makan! jangan kau siksa dirimu, kasihan bayi kita."
Nicholas matanya tertuju pada perut Caroline lalu tangan nya mengusap perut Caroline ia tersenyum. Caroline terdiam melihat perlakuan Nicholas membuat dirinya seperti ada kekuatan saat sentuhan tangan Nicholas mengusap perut nya.
" Aku tidak mau terjadi apa apa pada bayi kita, Carol..sekarang makan!"
Nicholas lalu membantu Caroline menyuapi makan, sedikit demi sedikit Nicholas menyuapi makan. Caroline mengunyah makanan itu tapi kini hati nya mengapa sekarang ia ada rasa nafsu makan.
" Kenapa kau perhatian seperti ini, Nick? jangan berlebihan."
Nicholas menarik nafas berat lalu di hembusnya, ia akan menjawabnya.
__ADS_1
" Kau sedang mengandung anak ku..wajar aku harus perhatian pada ibunya."
Caroline tersenyum ia tidak bisa membedakan lagi mana bicara Nicholas yang tulus dan hanya main main dengan nya.
" Apa aku tidak salah dengar?"
" Aku hanya bersyukur aku bisa punya anak."
Caroline tertawa lepas, benar saja Nicholas hanya perhatian pada calon anaknya saja.
" Aku akan mengurus anak kita sampai besar."
Caroline terdiam, ia memikirkan bila nanti anaknya lahir apa Nicholas masih mau mengunjunginya atau jangan jangan Nicholas tidak akan pernah datang lagi bersama anak kandungnya bagaimana pun ia ingin melihat tumbuh kembang anak kandung nya.
" Kalau anak ini sudah lahir apa kau masih mau mengunjungi ku bersama anak ini?"
Nicholas merasa memang dirinya bajingan tapi ia juga tidak akan pernah memisahkan Anak dari ibunya.
" Carol..aku bajingan aku bejad tapi percaya padaku kau masih tetap melihat anak kita."
" Hem..kita lihat nanti."
" Carol setelah anak ini lahir..kita menikah."
" Apa aku bisa percaya pada mu, Nick?"
__ADS_1
" Hahhh..kau ini..terserah kau, kau mau percaya atau tidak? tidak penting bagi ku, kau jaga saja kehamilan mu, aku ingin menjadi seorang Ayah dan kau menjadi seorang Ibu..simpel kan? jangan berfikir macam macam pikirkan saja kesehatan anak kita dan kau juga."
Caroline terdiam, lalu Nicholas kemudian tangan nya merangkul Caroline di dekap nya erat lalu mencium kening dan pucuk rambut kepala Caroline.