Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Rumah Baru Nicholas


__ADS_3

Sejak pertemuan mereka di rumah sakit Dr.Smith hubungan antara Enzio dan Caroline kembali menghangat tak ada lagi perseteruan, dendam dan amarah. Perlahan mereka menyadari dan menerima kesalahan nya masing masing, mereka kini hanya mengutamakan keluarga saja. Mereka sudah mendapatkan kebahagiaan dengan pasangan nya masing masing di tambah kehadiran anak dalam rumah tangga Enzio dengan Viona, Nicholas dengan Caroline.


Bulan pun sudah berganti, Enzio dan Viona sudah menyiapkan kelahiran anak pertama mereka sedangkan Nicholas dan Caroline akan ada lagi kehadiran anak yang kedua, Caroline kini sedang mengandung 3 bulan.


Enzio sudah mengetahui jenis kelamin di perut Viona, jenis kelamin anak Enzio adalah laki laki betapa senang dan bangga nya Enzio akan mendapatkan anak laki laki pertama tandanya akan menjadi penerus perusahaan Enzio nantinya.


Viona dan Enzio sudah menyiapkan kamar untuk bayi mereka. Nicholas pun sama tak kalah bahagia nya ia kembali membeli rumah yang besar dengan punya banyak kamar khusus untuk anak anak Nicholas dan Caroline nantinya, rumah yang sangat nyaman untuk keluarga Nicholas Hugo.


Carol dan Nicholas sedang melihat lihat rumah baru mereka, sesuai dengan selera Caroline. Rumah itu masih dalam tahap renovasi, rumah berlantai 2 dan besar dengan halaman yang luas.


" Bagaimana, kau suka dengan rumah ini? apa sudah sesuai dengan selera mu?"


" Emm..sangat sesuai dengan selera ku."


Pandangan Caroline memutari seluruh interior ruangan rumah itu, dari lantai, tembok sampai langit langit.


" Kau ingin lihat ruangan lainnya? ayo kita lihat!" ajak Nicholas sambil tangan nya merangkul tubuh Caroline.


Nicholas membawa Caroline ke ruangan dapur, sampai di bagian ruangan dapur kelopak mata Caroline mengerjap ia sangat kagum dengan interior dan desain dapur itu.


" Wow..! dapur ini sangat mewah aku bakalan betah di dapur, Nick."


Nicholas langsung tergelak tertawa lebar, rangkulan nya terlepas saat Caroline melangkah menelusuri bagian bagian dapur interior nya sangat modern dan perlengkapan dapur yang serba elektronik.


" Berapa biaya yang sudah kamu keluarkan Nick?"


" Hmm..tidak banyak, tapi kalau kau mau tahu aku sudah mengeluarkan biaya untuk keseluruhan rumah ini milyaran."


" Hah?" Ekspresi Caroline terkejut tidak percaya.


" Apa kau sedang mendapat tender yang besar?" lanjut Caroline bertanya tangan nya sambil membuka pintu lemari es hanya dengan sentuhan telapak tangan.


" Kerjasama dengan Enzio tentu nya."

__ADS_1


" Kau dan Enzio memang sangat cocok, dalam berbisnis."


" Kau mau lihat bagian di luar nya?"


Caroline mengangguk, Nicolas dan Caroline akan menuju bagian luar rumah dimana para tukang sedang bekerja membuat taman dan sebagian membuat kolam renang.


" Bagaimana?"


" Aku takut nanti Quinn kecebur di kolam tanpa pengawasan ku."


Nicholas kembali tertawa, istri nya ini memang sangat perhatian pada anak dan juga dirinya.


" Kenapa kau berfikir seperti itu?"


" Ya tentu saja apalagi Quinn anak itu sangat aktif aku kewalahan."


" Kita harus punya pengasuh khusus anak anak kita kalau begitu."


" Nanti uang mu akan habis Nick."


" Bukan begitu..tapi untuk saat ini aku belum membutuhkan, aku bisa mengurus Quinn dengan kedua tangan ku sendiri."


Nicholas mengangguk.


" Mm..baiklah, tapi kau juga sedang mengandung apa tidak terganggu aku takut kau kelelahan."


" Nanti aku pikirkan Nick."


,


,


,

__ADS_1


,


,


,


,


,


Enzio sedang berada di rumah sakit Viona akan melahirkan nampak wajah Enzio terlihat tegang memikirkan keselamatan Viona dan bayinya. Rumah Sakit Dr. Smith memang sangat lengkap dengan fasilitas. Namun tetap saja bagi Enzio jangan sampai ada kesalahan saat Dokter menangani Viona melahirkan. Smith yang berada di samping Enzio ikut membantu menenangkan Enzio.


" Tenanglah jangan tegang..semua akan baik baik saja berdoa saja! semoga operasi cesar Viona lancar."


" Iya Dokter Smith.. karena ini pengalaman baru Viona melahirkan anak pertama kami."


" Saya tahu..saya sangat percaya pada Dr. Riana ia adalah Dokter yang sangat kompeten menangani ibu yang melahirkan, begini saja kau ku ijinkan masuk ke ruangan operasi."


" Memang boleh?"


Smith tersenyum sebagai pemilik rumah sakit tentu saja ia mengizinkan Enzio.


" Tentu saja.. di dalam ruang operasi kau bisa memberi dukungan semangat untuk istri mu.."


" Terimakasih Dr. Smith." Enzio tersenyum nampak wajah tegang nya sedikit berkurang. Ia sangat ingin dekat dekat berada di samping Viona.


Dalam ruangan operasi Enzio memakai baju khusus di ruangan operasi berwarna hijau kebiruan lengkap dengan topi dan sarung tangan karet. Ia hanya berdiri di samping Viona tak sedikit pun kedua kaki nya bergeser tangan kanan Enzio terus memegang tangan Viona sambil tangan kiri nya mengusap usap lembut pucuk rambut kepala Viona.


Viona sangat tenang Enzio berada di samping nya, Dr. Riana nampak gesit dan sangat sabar menangani operasi secar Viona. Hingga menit berlalu terdengarlah suara bayi Enzio menangis, Dr Riana langsung menggendong bayi yang masih sangat merah itu dan tangan Zuster langsung memberi kain untuk alas bayi itu lalu di berikan kembali pada Dr. Riana, Dokter itu akan menunjukkan bayi mungil itu pada Enzio dan Viona.


" Selamat yaa Tuan Enzio Viona, bayi kalian sangat sehat dan normal."


Enzio dan Viona nampak kagum pada bayi itu di gendongan Riana, tangan Enzio menyentuh kepala dan pipi bayi itu dan mengusapnya pelan.

__ADS_1


" Sayang..lihat bayi kita." Ucap Enzio.


Enzio menoleh pada Viona yang tersenyum bahagia, Ia ingin mengecup pipi bayi itu.


__ADS_2