
Enzio sudah melepas seluruh kain yang melekat di tubuh Viona, Nampak tubuh gadisnya sangat menggairahkan Viona benar benar cantik juga indah dimata Enzio ia semakin yakin gadis yang sudah di bawah kungkungnnya tidak akan pernah dia lepas.
" Kau memang cantik Viona ini benar benar yang sesungguhnya."
Viona sendiri sudah sangat muak dengan sikap Enzio.
" Saya benci Tuan yang sesungguhnya." ucapnya terisak.
Mata Viona menatap benci pada Enzio, Enzio semakin melekatkan wajah nya sampai hidung nya menyentuh hidung Viona. Viona memalingkan wajah tak mau menatap Enzio.
" Kau membenciku Viona?"
" Saya menyesal merawat Tuan." ucapnya pelan.
" Aku yang beruntung, tidak menyesal, sayang."
Enzio belum ingin melakukan penyatuan nya pada Viona walau kini keduanya sudah bugil, Enzio hanya menggesek kan bagian kerasnya bawah pusar Viona. Dirinya masih menjaga Viona sampai di waktu yang tepat.
" Bantu aku Viona!"
" Eugh?"
Enzio mulai menggerakan pinggul nya itu pun sudah nikmat rasa nya.
" Cepat bantu aku keluarkan pelepasan ku!"
Viona menggeleng tidak mau.
" Apa kau mau aku melakukan nya sekarang Viona?"
" Eumm..ja-jangan Tuan."
__ADS_1
" Gunakan mulut mu, Cepatlah!"
Enzio turun dari tubuh Viona, kemudian merebahkan tubuh nya tangan nya memegang batang juniornya Enzio meminta Viona untuk melips servis bagian yang sudah berdiri keras seperti kayu.
Sedangkan Viona memang sudah sering melihat junior Enzio cuma yang diminta Enzio membuat Viona bingung dengan menggunakan mulutnya.
" Tidak mau Tuan."
Enzio tersenyum gadisnya ini masih lugu ia akan mengajari Viona.
" Kau jijik?"
" Eumm.." Viona mengangguk.
" Baiklah kalau begitu..bersiaplah!"Enzio bangun kembali.
" Baik Tuan!"
" Puaskan aku dengan mulut mu."
Viona ragu mendekati wajah nya pada junior Enzio, bibirnya ragu ragu mulai menyentuh di batang Enzio.
" Tuan saya tidak mau." Viona menjauhkan wajah nya.
" Ini akan nikmat Viona kau nanti akan ketagihan melakukannya."
Enzio sudah tidak sabar ingin mengerjai Viona untuk mengulum bagian kerasnya.
" Ayo Viona!"
Viona Kembali memajukan wajah ny dan mulai menyentuh bagian keras Enzio dengan bibirnya.
__ADS_1
" Buka mulut mu Viona!"
Viona mulai memasukan bagian keras Enzio kedalam mulutnya pelan, saat mulut Viona mulai buka mulut tangan Enzio dengan cepat memegang kepala Viona menenggelam kan bagian kerasnya kedalam mulut Viona kedua tangan Enzio langsung menahan kepala Viona.
" Agghhh..yeah begitu Viona." Enzio langsung terduduk.
Kedua tangan nya memegang kepala Viona dengan gerakan tarik turun. Viona sendiri sudah mau muntah.
" Aggghh..terus Viona."
Viona hanya memejamkan mata pipinya sudah mulai keram. Enzio masih terus menahan kepala Viona dengan gerakan tarik turun. Hingga 10 menit Enzio mulai mengerang merasakan akan keluar pelepasan nya.
" Egghhhh.."Enzio mengerang
Dan Enzio sudah mendapat kan pelepasan walau hanya dari mulut Viona. Viona bergegas untuk membersihkan cairan kental Enzio dikamar mandi, Viona merasa mual di perutnya dan ingin muntah.
" Owekk..owekk." terasa aneh di lidah Vioana.
Enzio tersenyum lebar melihat wajah Viona yang merah dan juga cemberut padanya
" Tuan sebaiknya saya keluar, Tuan istirahat lah!"
😍😍😍
Hingga sampai beberapa hari Viona masih merasa mual bila ia makan rasa nya makanan di mulut susah untuk di telan nya karena masih terus terbayang cairan kental Enzio.
" Kau masih mual?"
" Iya Tuan." ucap nya kesal pada Enzio.
" Nanti kau akan terbiasa, heum."
__ADS_1
Enzio hanya tertawa apalagi wajah Viona selalu cemberut padanya.