Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Like Father Like Son


__ADS_3


Hai Readers ku..author lagi bikin karya yang ke 4 yaa..! sudah rilis semoga sukaakk👌❤️😍🙏👍



❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Ok lanjut👉


5 bulan sudah usia Quinn, Nicholas melangkah masuk ke gedung kantor Enzio dengan Quinn di gendongannya, dengan bangga nya ia akan menunjukan putra nya pada Enzio sekaligus ia ingin menggoda sahabat nya itu,


" Ok..Quinn kita temui uncle mu yang sangat menyebalkan mommy mu." ucap nya pada Quinn.


Nicholas datang ingin menggangu Enzio bekerja selain tangan nya menggendong Quinn tangan satunya lagi menenteng tas berisi perlengkapan Quinn, susu botol dan popok juga 3 potong baju Quinn yang di siapkan oleh Caroline, sedangkan Caroline hanya menunggu di rumah memasak untuk Nicholas dan Quinn.


Bapak muda yang tampan dan gagah itu selalu tersenyum pada karyawan Enzio saat melangkah menuju ruangan Enzio. Quin memang sangat lucu dan menggemaskan rambut Quinn sangat lebat warna rambut kuning jagung bermata biru hidung nya sudah terlihat bangir pipinya yang chubby belum lagi lipatan lipatan pada kedua tangan dan kaki nya seperti roti sobek, Quinn sangat montok. Tak ayal para karyawan Enzio yang bekerja di meja yang di sekat menjadi perhatian mereka, mata mereka melirik melihat Quinn dan tersenyum gemas pada Quinn.


TOK TOK


Nicholas mengetuk pintu dahulu.


" Masuk..!" ucap Enzio dari dalam ruangan.


" Uncle mu pasti sangat sibuk..kita ganggu Uncle Zio bekerja." ucap nya sembari mendorong pintu. " Dan berikan pipis pertama mu pada nya." lanjutnya sambil melangkah.


Enzio menoleh melihat kedatangan Nicholas, ia mengerutkan dahinya. Enzio langsung berdiri terkejut dengan kedatangan sahabatnya bersama anak kecil.


" Hei..kau datang tiba tiba tanpa memberitahuku dulu." sambil menatap Nicholas yang menghampirinya.


" Quinn ingin berkenalan dengan mu."


" Quinn? siapa anak ini, Nick?"

__ADS_1


" Anak ku..siapa lagi? Quinn ini Uncle Zio."


Enzio mendekati Quinn, ia menatapi wajah Quinn dan tersenyum pada anak itu."


" Dan kau kesini..? tunggu! ini anak mu dengan Carol mu?"


" Tampan bukan anak ini?"


" Asal jangan sifat nya saja."


" Ck..sifat ku paling asik bukan?"


" Boleh aku menggendong nya."


" Yeahh...! Quinn ingat yang tadi Daddy katakan!" ucap nya seolah olah anak itu mengerti.


Enzio menggendong Quinn, dengan gemasnya pada anak itu ia menciumi wajah Quinn.


" Wajah nya mirip dengan Carol mu, Nick."


Enzio matanya langsung mendelik pada Nicholas.


" Tidak tidak..wajah Quinn paduan dengan kalian berdua lebih mirip pada wajah mu."


" Dan kau mengakuinya kalau aku tampan."


" Quinn..Daddy mu memang sangat percaya diri dan Perayu ulung."


" Dan lebih unggul bukan." balas Nicholas.


" Daddy mu sangat menyebalkan Quinn."


Nicholas tertawa lebar.

__ADS_1


" Kapan Vio mu hamil menyusul Carol?"


" Euh? Aku tidak tahu..setiap hari aku memberi benih ku."


Quinn pun menangis.


" Ow..Quinn haus biar aku ambilkan susu botol nya."


Dan tanpa di sadari Enzio, Quinn pipis terasa basah di telapak tangan nya.


" O' No..Nick! sepertinya Quinn mu pipis, kemeja ku basah."


" Aku memang menyuruh Quinn, Quinn sangat menurut pada ku." Nicholas tersenyum senang.


" Kau letakkan Quinn di sofa aku akan mengganti celananya." lanjut Nicholas.


" Memang nya kau tidak memakai kan popok, Nick?" sembari meletakkan Quinn di sofa.


" Aku sengaja..aku lepas popok nya di mobil."


" Ck..brengsek kau Nick. Dan kau Quinn kalian berdua berhasil mengerjai ku."


" Kami berdua memang kompak."


" Yeah like father like son." balas Enzio kesal.


Enzio hanya berdiri menatapi Nicholas yang sedang memakaikan popok dan celana Quinn. Enzio dan Nicholas sedang di sofa itu setelah Nicholas memakaikan popok Nicholas kembali untuk pulang.


" Ok Zio kami pulang dulu."


" Huh..kau mengganggu saja."


" Yeah nikmati saja pipis Quinn, barangkali setelah ini Vio mu mengandung."

__ADS_1


" Cepat kau pergi dari sini, lain kali pakaikan popok biar aku bisa menggendong nya." sembari membukakan pintu untuk Nicholas.


__ADS_2