Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Kau Mendengar Ku, Viona


__ADS_3

Viona mengangguk, lalu membantu Enzio membaringkan tubuhnya. Setelah terbaring Enzio memanggil Viona yang akan meninggalkan Enzio untuk istirahat.


" Temani aku tidur!"


Viona berhenti langkahnya dada nya mulai berdegup kencang, rasa gelisahnya makin bertambah.


" Viona."


Viona belum membalikan badan, ia memejamkan matanya rasanya ia ingin menolak.


" Viona."


Viona mulai kesulitan bernafas dada nya terlihat naik turun di balik badan nya.


" Viona kau mendengar ku?"


Di lihat Enzio, Viona menggelengkan kepala menolak pinta Enzio.


Baik..aku akan bangun dan menghampirimu.. diamlah di situ!"


Viona memejamkan kedua matanya ia mulai takut mau tidak mau ia menurut permintaan Enzio.


Akhirnya Viona membalikan badan di lihat Enzio sudah berdiri di sisi ranjang.


" Tuan."


Viona melangkah cepat menghampiri Enzio.


* Duduklah Tuan."


Viona menuntun Enzio Kembali membaringkan Enzio.


" Tidurlah di samping ku!"


" I- ya..baiklah Tuan."


Viona akhirnya mengalah dan menurut ia pun terpaksa ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Enzio.


Viona sangat gugup, ia tidak mau tubuhnya miring menghadap Enzio. perlahan Enzio memeluk tubuh Viona melingkarkan tangan nya dipinggang Viona yang memunggungi Enzio.


Viona pikir Enzio akan langsung tertidur seperti waktu pertama kali Enzio meminta Viona tidur disampingnya dan tidak akan menyentuhnya hanya memeluk saja dari belakang. Namun saat ini Viona merasa Enzio bukan hanya memeluk nya tapi sedang menciumi rambut nya. Tangan Enzio mulai meraba mengusap paha Viona bagian bawah rok nya Enzio angkat sampai pinggang Viona.


" Tu- tuan..jangan berlebihan!" Viona memejamkan mata.


" Kenapa sayang, heum?" Enzio mulai mengecupi pipi dan telinga Viona.


" Tuan sebaiknya tidur..saya tahu Tuan pasti tidak istirahat Tuan begadang?" Viona berusaha tenang namun tetap tidak bisa.


" Iya sayang Tuan mu ini..tidak bisa tidur, kau tahu apa penyebabnya?"


Viona menggeleng Viona semakin gemeteran mendengar suara Enzio yang terdengar sangat menakutkan.


" Kau Viona."

__ADS_1


" Apa saya membuat kesalahan Tuan?"


" Tidak sayang..aku hanya kecewa pada mu." Enzio tangannya mulai mengelus di bagian perut Viona.


" Tu- tuan." tangan Viona menahan usapan tangan Enzio.


" Jangan kau tahan sentuhan ku ini."


" Eeughhkk..Tu- tuan."


" Kau pengkhianat Viona."


" Apa maksud Tuan?"


" Rupanya kau ingin meminta lebih dari ini Viona." Enzio menangkup dada sebelah Viona.


" Saya tidak mengerti..."


" Lihat aku Viona, aku ingin bicara tatap aku!"


Viona merubah posisi tidurnya menatap Enzio, Enzio menghapus air mata gadis nya itu ia menatap lekat lekat wajah Viona. Lalu kaki kanan Enzio ia timpahkan di atas paha Viona, tangan kiri nya menumpu dengan sikut di sisi kepala Viona.


" Kau berkencan denga Dr. Josh?"


" Eugh?" bagaimana Enzio tahu dalam benak Viona.


" Jujur saja." tangan nya sambil membelai wajah Viona.


" Euhh..i - ya Tuan." Viona menjawab menelan salivanya


" Apa yang kalian bicarakan?" ucapnya bisik tapi datar penuh penekanan.


" Hahh..eum..di- dia hanya menyatakan suka pada sayaTuan, itu saja." ucap Viona dengan nafas tanya tersendat sendat, Viona langsung memalingkan wajah tak mau menatap Enzio.


" Lihat aku..aku sedang bicara pada mu!"


Tangan Enzio masih menangkup dada Viona, tangan nya mulai memainkan dada Viona.


Viona menghentikan remasan tangan Enzio di dadanya.


" Jangan kau cegah aku senang memainkan dada mu..lalu apa jawab mu?"


Enzio mulai geram dengan gadis nya yang kini sedang di tindihnya. Viona merasa tidak bisa bernafas karena beban dari tubuh Enzio.


" Tidak Tu- tuan."


" Tidak apa?" Enzio mulai menciumi leher Viona.


Viona merasakan jijik dengan Enzio tapi ia juga merasakan nikmat dari sentuhan Enzio. Viona hanya memejamkan mata.


" Tuan..ini masalah pribadi saya, Tuan tidak berhak." Viona terisak.


Enzio kini semakin geram dengan gadisnya nafasnya mulai berat ia menatap nyalang pada Viona.

__ADS_1


" Buka baju mu, Sialan!"


Viona terkejut wajahnya langsung menatap Enzio ia menggelengkan gelengkan kepala ia menolak.


" Tidak Tuan."


" Buka sialan!"


" Tuan mulai kurang ajar..sekarang biarkan saya pergi."


" Tidak akan aku biarkan, kau sudah ku bayar mahal."


" Cuihh.." Viona meludahi Enzio.


Enzio malah makin jadi gadis d tatapnya kini memang harus di kasih pelajaran tangan nya dari dada Viona kini menjambak rambut Viona kencang.


" Akhh..Tuan." Viona marasakan sakit pada kepala nya rambut nya di Jambak Enzio sangat kencang.


" Aku memang masih belum sembuh pada kedua kaki, sialan!..tapi aku masih mampu membuat mu menjerit di bawah ku." tatapan Enzio semakin garang pada Viona, suaranya Enzio terdengar geram.


Viona mulai resah dan takut nafas nya terengah engah dada nya terlihat naik turun.


" Tuan sudah janji tidak akan menyakiti saya."


" Tidak ada perjanjian di situ, Vionahh..buka baju mu!"


Viona menangis.


" Jangan nangis, Vionaah!"


Enzio langsung mereguk kedua bibir Viona, menghisap kasar bibir bawah Viona, Enzio menggigit bibir Viona.


" Oaahkkh.." Viona membuka mulut nya.


Enzio mulai memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Viona memagut terus bibir Viona.


Viona mulai kehabisan nafas, Enzio menghentikan pagutan nya. Ia merobek baju Viona dan kini terpampang kedua dada Viona yang masih tertutup mangkok b*a itu. dengan satu tangan Enzio menarik b*a itu kini terlihat jelas kedua dada Viona. Ia sudah mengagumi lama dada Viona dan masih menahan diri untuk tidak memainkan nya, tapi kali ini tidak Enzio langsung menghisap kedua pucuk dada Viona ia mengulum dan menjilat nya dua pucuk yang sudah sangat ia idam kan itu, sangat menggiurkan Enzio.


Viona mulai terangsang ia belum pernah merasakan ini, Viona men*****


" Aghh.."


" Kau menikmati juga Viona.."


Enzio mulai melepaskan baju tidurnya tubuhnya kini sudah tak ada kain sehelai pun.


" Tuan..hentikan!" Cegah Viona.


" Selama ini kau yang selalu melihat tubuh ku Viona..sekarang aku ingin melihat mu tanpa sehelai kain pun di tubuh mu."


Viona menggeleng.


" Tidak Tuan, apa yang ingin Tuan lakukan?"

__ADS_1


" Pertanyaan yang bodoh Viona..aku bantu kau melepas baju mu, sayang.. seperti biasanya kau selalu membantu ku melepaskan baju pasien ku, heum?"


Lanjut besok ok! happy reading😍👍


__ADS_2