Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Smith Menangis.


__ADS_3

Rencana pernikahan Enzio dan Viona sudah di tetapkan, Enzio bersama Viona akan mempersiapkan pernikahan mereka hanya 2 Minggu saja. Enzio sudah menghubungi designer terkenal untuk membuat baju pengantin Enzio dan Viona. Viona sedang berbicara dengan Smith ia meminta cuti pada Ayah angkat nya, Smith sedih tapi juga bahagia karena putri adopsi nya akan menikah dengan pria pilihannya.


" Papa Smith..doakan Viona semoga bahagia dengan Enzio." ucapnya lembut.


Viona berdiri berhadapan dengan Smith sambil menggenggam kedua tangan Smith


" Iya sayang..Papa hanya doakan semoga kalian bahagia selamanya." balasnya dengan kedua matanya yang berkaca kaca.


" Papa Smith menangis?"


" Iya.. Papa menangis karena bahagia kau akan menikah dengan pria pilihan mu, bagaimana kalau calon suami mu meminta mu untuk berhenti menjadi perawat? Papa akan kehilangan kamu. Tentu Papa tidak bisa mencegah permintaan calon suami mu nanti. Kau harus menurut dengan Enzio."


" Nanti Viona bicarakan dengan Enzio."


Viona langsung memeluk Smith dan mengecup pipi Ayah angkat nya itu, lalu kedua tangan nya terangkat Viona menghapus air mata di kedua sudut mata Smith, kemudian kedua telapak tangan nya menangkup kedua pipi Smith dan menatap lembut pada wajah Smith.


" Papa Smith jangan bersedih..Viona masih mengunjungi Papa, Viona tidak akan pernah melupakan Papa Smith, Viona sangat berterima kasih pada Papa Smith yang sudah merawat dan membesarkan Viona..Viona bangga dengan Papa."


Smith tersenyum lalu tangan nya memeluk Viona dengan erat jujur Smith masih berat untuk melepas anak satu satunya yang sangat dia sayangi dan dia banggakan.


" Sekarang Papa sendirian." ucapnya kemudian melepas pelukannya.


" Viona janji masih melihat lihat Papa, kalau memang nantinya Viona berhenti menjadi perawat."


" Papa akan merindukan mu sayang..ya sudah sekarang kau ingin meminta cuti?"


" Iya Papa Smith Viona meminta cuti satu Minggu menjelang pernikahan Viona dengan Enzio dan hari ini Viona dengan Enzio akan mengukur baju pengantin." ucapnya tersenyum.


" Iya baiklah!"


,

__ADS_1


,


,


Setelah bicara dengan Dr. Smith, Viona keluar dari ruangan Dr. Smith ia melangkah belum jauh dari ruangan Dr. Smith namun tidak sengaja Viona bertemu dengan Josh.


Dr. Josh sendiri sudah menerima kabar Viona akan menikah, hatinya terasa pilu tidak ada harapan lagi untuk bisa mencintai wanita pujaannya.


" Viona."


" Dr.Josh apa kabar?" Viona tersenyum.


" Baik..o iya selamat ya! kau akan segera menikah." ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Viona membalas uluran tangan Josh yang sudah terangkat.


" Terimakasih Josh."


" Josh apa kau baik baik saja?"


Josh yang masih terdiam lalu menarik nafas lalu di hembusnya.


" Aku baik baik saja Viona..Tapi kalau kau mau tahu perasaan ku sekarang ini, aku sedih."


" Kenapa?" balas Viona


" Terus terang aku kaget kau akan menikah dengan pasien yang pernah kau rawat itu, Tuan Enzio. Kau mencintai dia."


" Iya aku menerima dia karena aku sangat mencintainya."


" Aku patah hati Viona..hehehe." Josh tergelak tawa namun sedih.

__ADS_1


" Maaf kan aku tidak bisa membalas cinta mu. hehehe." Viona pun tertawa.


Percakapan keduanya kini malah menjadi candaan.


" Ya..selama ini cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan..boleh aku memeluk mu, Viona?"


Viona mengangguk cepat dan tersenyum


" Tentu saja Josh..kemarilah! biar ku peluk diri mu."


Tanpa ragu Josh langsung memeluk Viona, pelukannya memberi keikhlasan pada Viona yang tidak bisa di milikinya. Josh kemudian mundur membuat jarak yang tidak terlalu dekat setelah memeluk Viona.


" Terima kasih Josh."


" Apa nantinya kau masih lanjut menjadi perawat setelah menikah nanti?"


" Aku belum tahu."


" Baik aku harus menemui pasienku."


Viona mengangguk.


" Viona."


" Iya?"


" Aku doakan semoga bahagia."


" Terimakasih Josh."


Josh kemudian berlalu dari hadapan Viona, namun Viona perlahan membalikan badannya menatap punggung Josh yang hanya melangkah lurus sampai menghilang dari pandangan nya, lalu Viona melanjutkan langkahnya ia sudah di tunggu oleh supir Enzio menjemput dirinya untuk ke kantor Enzio.

__ADS_1


__ADS_2