Merawat Tuan Arrogan

Merawat Tuan Arrogan
Sahabat Keparat.


__ADS_3

Kepala Viona masih di sandarkan di bahu Enzio, Enzio masih membelai rambut Viona, ia masih ingin mendekap gadisnya untuk melepas rasa rindunya pada Viona.


" Tuan."


" Heum?"


" Bagaimana kaki Tuan?"


Enzio tersenyum.


" Sudah sangat kuat Viona."


Viona kemudian memapaskan sandaran di bahu Enzio, ia menatap wajah Enzio.


" Saya senang mendengarnya Tuan." Viona tersenyum.


Viona kemudian menangkup wajah Enzio, kedua bola mata Viona menatap kedua manik bola mata Enzio.


" Tuan bisa rubah sikap Tuan?"


" Eugh..memang kenapa dengan sikap ku?"


" Tuan galak sangat arogan..saya takut."


Enzio terkekeh ia sadar memang sering kasar pada Viona.


" Iya baiklah! aku akan rubah sikap ku, aku akan selalu lembut pada mu, tapi hanya pada mu saja."


" Sekarang saya harus keluar Tuan, keluarga Alexander akan mencariku dan membutuhkan ku."


" Baiklah Viona."


Enzio mengangguk, lalu Enzio mengecup kembali bibir Viona sebelum dirinya dan Viona keluar dalam mobil.


Enzio dan Viona jalan berdampingan keduanya masuk kembali ke dalam restoran namun Enzio langkah nya terhenti karena sahabat nya Nicholas memanggil nya.


Nicholas matanya memperhatikan Enzio melangkah berdua dengan seorang wanita yang saat berjalan ingin masuk ke dalam restoran.


" Zio."


Enzio dan Viona berhenti, Enzio langsung menoleh pada sahabatnya itu Enzio hanya menggelengkan kepala saja, namun ia tak mau tersenyum pada Nicholas. Nicholas sudah mengambil jarak dekat dengan Enzio dan berhadapan dengan Enzio. Nicholas lalu menatap pada Enzio dan Viona.


" Apa kabar Zio?" Nicholas tersenyum tangan nya ia ulurkan untuk bersalaman pada Enzio sambil menepuk bahu Enzio.

__ADS_1


" Baik..sahabat keparat." ucapnya sambil bersalaman dengan Nicholas.


Nicholas kemudian ingin bersalaman pada Viona namun di cegah oleh Enzio.


" Tidak usah bersalaman."


Mata Nicholas masih melihat pada Viona namun hanya acuh saja melihat Viona.


" Viona kau masuk saja lebih dulu."


" Baik Tuan." Viona mengangguk lalu meninggalkan Enzio.


" Viona namanya..perawat yang merawat mu?" ucap Nicholas.


Enzio hanya diam.


" Tenanglah! aku tidak tertarik dengan mantan perawat mu..heum! Caroline masih lebih menarik hehehhe."


Enzio membuang nafas kasar pada sahabatnya itu sangat santai bicaranya.


" Lalu kenapa datang sendirian, tidak bersama Carol mu?"


Nicholas terkekeh.


" Jangan bicarakan dia, aku sudah muak."


Nicholas tertawa lebar.


" Ok..ok Bro!, apa aku sudah terlambat?"


Enzio tidak menjawab, Enzio kemudian melangkah masuk bersama Nicholas.


Sampai di meja jamuan itu, Viona sudah duduk dekat dengan Devan. Enzio sudah kembali bersama Nicholas, Nicholas melihat Devan lalu saling menyapa.


" Devan apa kabar?"


Devan kemudian berdiri dan bersalaman dengan Nicholas.


" Baik Nick, kau baru datang?"


" Iya ada hambatan dijalan." Nicholas kemudian duduk di samping Enzio.


Enzio sendiri matanya memperhatikan Viona saat Viona menghampiri Tuan Alexander. Nampak oleh Enzio, Tuan Alexander membutuhkan Viona.Viona sedang membersihkan mulut Alexander dengan tisu.

__ADS_1


Kemudian Viona kembali duduk di samping Devan, setelah duduk Viona tidak sengaja matanya melihat Enzio yang menatap dirinya sangat nyalang. Enzio tidak suka Viona membersihkan mulut Alexander pasien yang sedang di rawat Viona dengan tisu. Bagi Enzio itu hanya boleh dilakukan Viona terhadap mulut Enzio saja saat dirinya masih di rawat oleh Viona.


Namun bersamaan dengan Nicholas yang juga memperhatikan mantan perawat sahabatnya itu. Nicholas baru menyadari perawat sahabatnya itu sangat cantik ia semakin pertegas tatapan nya pada wajah Viona. Tak hanya itu Devan dan perawat itu terlihat sangat dekat menjadi perhatian Nicholas. Melihat kedekatan Devan temannya dengan perawat itu, Nicholas tersenyum saja, rupanya Enzio sedang cemburu melihat Devan dan Viona.


" Kau terlihat cemburu..mantan perawat mu dengan teman kita Devan?" Nicholas bicara pada Enzio sambil tersenyum.


Enzio menoleh pada Nicholas.


" Diam kau sahabat keparat."


Nicholas tersenyum ia semakin senang ingin menggoda sahabat nya itu.


" Bro..Devan kini menjadi saingan mu."


Enzio masih terus menatap Viona. Sedang kan Nicholas bola mata nya bergerak bergantian melihat Devan yang sedang bicara pada Viona, lalu pada Enzio yang terus memperhatikan perawat itu dan Devan.


" Kau cemburu, Zio?"


Enzio kembali menoleh pada Nicholas.


" Kau bisa diam, Nick."


Nicholas hanya tersenyum saja, baru ini sahabat nya terlihat sangat bucin.


" Mantan perawat mu sangat cantik rupanya...aku baru lihat tegas."


" Kau jangan berani berani mengganggu Vio ku, Nick! kalau kau tidak mau kesepakatan kerja sama kita putus."


" Ok..Bucin." Nick tertawa.


" Bagaimana kalau Devan teman kita ingin menikahi mantan perawat mu? kau jangan kalah cepat..nampak nya teman kita suka pada mantan perawat mu, Zio."


" Itu tidak akan terjadi, Nick."


" Apa Vio mu..masih perawan?"


Enzio sudah gemas dengan sahabatnya itu, tatapan kini dingin pada Nicholas.


" Aku masih menjaganya."


Nicholas mengangguk.


" Jangan sampai Devan lebih dulu, Bro."

__ADS_1


😍😍😍


__ADS_2